Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

Sewindu Restorasi Habitat Orangutan Indonesia


Awal Mula Berdirinya RHOI

PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia, atau PT. RHOI, adalah badan usaha yang didirikan oleh BOS Foundation untuk memastikan bahwa kawasan hutan alam yang memadai terjamin untuk mendukung reintroduksi atau pelepasliaran orangutan Kalimantan dari pusat-pusat rehabilitasi orangutan kami di Kalimantan Timur dan Tengah. Pada tahun 2002 sampai 2012, kami tidak bisa melakukan pelepasliaran karena masalah ketersediaan tempat pelepasliaran yang sesuai, sehingga menghasilkan antrian panjang orangutan yang siap dilepasliarkan. Jelas, ini adalah tantangan mendesak dan kritis yang harus segera kami cari jalan keluarnya.

10

Orangutan yang tiba di pusat rehabilitasi kami, datang dari penyelamatan, atau penyitaan yang kemudian diserahkan oleh pihak berwenang. Banyak orangutan telah menghabiskan sebagian besar, kalau bukan semua, menghabiskan hidup mereka sebagai hewan peliharaan. Akibat hidup dalam kurungan dan diberi makan oleh manusia, mereka kehilangan kemampuan alami yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Program – program rehabilitasi kami di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng membantu mereka mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan tersebut melalui tahapan-tahapan rehabilitasi. Sebagian besar dari para orangutan ini akhirnya berhasil kami lepasliarkan di hutan.

Melepasliarkan orangutan tidak semudah yang terlihat, tidak sesederhana membuka kandang dan membiarkannya berkelana di hutan. Orangutan yang direhabilitasi memerlukan habitat yang aman dan lestari; aman dari ancaman intervensi manusia, dan cukup luas untuk menampung populasi orangutan dengan layak. Bahkan setelah pembebasan mereka, orangutan harus kami pantau secara ketat selama lebih dari setahun untuk memastikan tingkat keberhasilan beradaptasi di sepanjang musim.

5

Pada 21 April 2009, PT. Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) dibentuk untuk tujuan tertentu; untuk mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu untuk Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) khusus untuk melepasliarkan orangutan yang telah direhabilitasi. IUPHHK-RE ini memberikan kewenangan memanfaatkan dan mengelola satu wilayah konsesi, dalam hal ini, satu wilayah hutan yang luas yang sangat kami butuhkan bagi orangutan rehabilitasi kami. Pada 18 Agustus 2010, PT. RHOI memperoleh IUPHHK-RE dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang memberi kewenangan untuk mengelola hutan seluas 86.450 hektar di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Hutan ini menyediakan habitat yang cocok, terlindungi, dan berkelanjutan untuk orangutan selama 60 tahun ke depan. PT. RHOI menamai hutan Kehje Sewen yang berarti ‘hutan untuk orangutan’.

Capaian Selama Sewindu

Sudah sewindu sejak berdirinya PT. RHOI, banyak capaian yang telah diraih. Dari tahun 2012 sampai saat ini, 62 orangutan dari Samboja Lestari telah berhasil dilepasliarkan ke Hutan Kehje Sewen. Di antara 62 orangutan yang telah dilepasliarkan, dua betina dewasa, Yayang dan Lesan, telah melahirkan bayi orangutan liar pertama di Kehje Sewen, sebagai indikasi keberhasilan program reintroduksi orangutan kami; menciptakan populasi baru orangutan liar. Berdasarkan data pemantauan pasca pelepasliaran kami, tingkat keberhasilan reintroduksi di Hutan Kehje Sewen saat ini mencapai sekitar 74%.

8

Yayang dan bayinya, Louise

9

Lesan dan bayinya

Untuk terus memantau orangutan yang telah dilepasliarkan, BOS Foundation memiliki tim post-release monitoring (PRM) yang bekerja penuh di Kehje Sewen. Dua kamp dibangun untuk menampung anggota tim PRM kami di hutan; Kamp Lesik di utara Kehje Sewen dan Kamp Nles Mamse di selatan. Dari kedua kamp ini, tim diberangkatkan setiap hari untuk memantau kemajuan orangutan yang telah dilepasliarkan dan melakukan patroli rutin. Tim PRM kami tidak hanya mengumpulkan data orangutan, tapi juga spesies satwa liar lainnya yang ditemukan di Kehje Sewen. Sekitar 97% dari seluruh tata batas Hutan Kehje Sewen telah diselesaikan oleh PT. RHOI. 

7

Tim PRM kami di Hutan Kehje Sewen

Selain menyediakan lokasi yang aman unuk melepasliarkan orangutan, BOS Foundation dan PT. RHOI juga fokus pada kegiatan lain, termasuk pengelolaan hutan dan perlindungan habitat jangka panjang yang melibatkan masyarakat lokal melalui kemitraan dan pemberdayaan masyarakat; pelatihan, penelitian, dan pengembangan; dan perdagangan berbagai produk dan layanan hutan non kayu yang berkelanjutan untuk pasar domestik dan internasional. Semua ini dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan masa depan yang cerah bagi orangutan dan mendukung upaya-upaya di seluruh dunia untuk memerangi ancaman serius pemanasan global dan perubahan iklim.

6

Kehadiran orangutan di kawasan hutan menentukan kualitas hutan: orangutan membantu memelihara hutan yang sehat, yang pada gilirannya memberi kita udara dan air bersih. BOS Foundation dan RHOI akan terus mengupayakan #OrangutanFreedom, dengan harapan orangutan yang kami lepasliarkan dapat menciptakan populasi orangutan liar baru yang berkelanjutan. 

Selamat ulang tahun RHOI! Semoga ‘Forest Forever’ (http://theforestforever.com) menjadi "kerajaan" bagi orangutan.

Teks by:  Paulina L. Ela, Spesialis Komunikasi BOSF

Kamu bisa mendukung tim kami dan kegiatan pemantauannya. DONASI SEKARANG ke BOS Foundation dan bantu kami untuk tetap semangat!



 

SHARE THE THINGS THAT matter

Help protecting the Borneo Orangutans

Help protecting the Borneo orangutans by shopping for groceries? Now you can!

Let's Shop

BOSF Media Channel