Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

[SIARAN PERS] Inilah Alba, Orangutan Albino Dari Kapuas, Kalimantan Tengah


Yayasan BOS menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga atas dukungan global untuk memberikan nama terbaik bagi orangutan albino yang kami selamatkan di Kalimantan Tengah, dua pekan lalu. 

Berkat kampanye global yang kami selenggarakan untuk mencari nama terbaik bagi orangutan albino yang berusia 5 tahun tersebut, Yayasan BOS dengan berbahagia mengumumkan bahwa orangutan cantik ini kini bernama Alba, yang berarti ‘putih’ dalam bahasa Latin dan ‘fajar’ dalam bahasa Spanyol. Kami berharap fajar baru penuh harapan akan merekah bagi spesies yang sangat berharga ini. Nama ini kami pilih dari ribuan usulan nama yang dikirimkan dari berbagai penjuru dunia melalui name@orangutan.or.id atau media sosial dengan tagar #albinoorangutan

Alba diselamatkan pada tanggal 29 April di desa Tanggirandi Kapuas Hulu, KalimantanTengah dalam kondisi yang menyedihkan. Ia mengalami stres, dehidrasi, lemah, menderita infeksi parasit, dan tidak menunjukkan nafsu makan yang sehat. Selama beberapa hari pertama tinggal di Pusat Reintroduksi Orangutan kami di Nyaru Menteng, ia hanya mau makan tebu. Saat kedatangan, orangutan yang sangat langka ini segera ditempatkan di bawah pengawasan penuh dan diberikan perawatan intensif dari tim medis kami selama 24-jam sehari di dalam fasilitas karantina yang remang-remang, karena ia sangat sensitif terhadap cahaya matahari. 

Setelah beberapa hari perawatan khusus dari tim medis kami, Alba mulai menerima lebih banyak variasi makanan, seperti buah-buahan dan susu. Kondisinya berangsur membaik dan setelah sepuluh hari perawatan, berat badannya telah bertambah 4,5 kilogram.  

Mengingat kondisi langka dan uniknya, Yayasan BOS kini tengah mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai fenomena albinisme di keluarga kera besar sebelum menentukan tindakan terbaik baginya. 

“Kami tidak bisa begitu saja menempatkannya di hutan atau di suaka, tanpa mempertimbangkan semua kemungkinan terlebih dulu. Sejauh ini kami masih belum bisa menemukan contoh dan perbandingan dari orangutan albino lainnya, dan kami perlu tahu lebih banyak mengenai kondisi uniknya. Kesejahteraan dan keamanan merupakan prioritas dalam pengambilan keputusan mengenai masa depannya,” said Dr. Jamartin Sihite, CEO BOS Foundation mengatakan

Penyelamatan orangutan ini terselenggara berkat kerja sama dengan BKSDA Kalimantan TengahKepolisian Sektor Kapuas Hulu, dan pemangku kepentingan setempat. Yayasan BOS juga sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh perorangan, organisasi mitra, dan media dari seluruh dunia yang peduli dengan konservasi orangutan di Indonesia. 

**************************************************

Kontak:

Paulina Laurensia Ela

Spesialis Komunikasi

Email: pauline@orangutan.or.id 

Monterado Fridman (Agung)

Koordinator Divisi Komunikasi dan Edukasi Nyaru Menteng

Email: agungm@orangutan.or.id

**************************************************

Catatan Editor:

TENTANG BOS FOUNDATION (YAYASAN BOS)

Didirikan pada 1991, Yayasan BOS adalah sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerja sama dengan masyarakat setempat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 700 orangutan dengan dukungan 440 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, komunikasi, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id.

ORANGUTAN GOES TO SCHOOL

Hari Bumi Bersama Siswa BCU

Tim kami di Nyaru Menteng, bersama dengan para siswa dan guru dari Sekolah Bina Cita Utama (BCU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, merayakan Hari Bumi 2017

Selengkapnya

BOSF Media Channel