Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-17 NYARU MENTENG


BOS Foundation bekerja sama dengan BKSDA Kalimantan Tengah akan melepasliarkan enam orangutan rehabilitasi dari Nyaru Menteng ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Kabupaten Katingan. Inilah profil mereka

SEMI-LIAR

Semi-liar adalah orangutan yang pada saat diselamatkan, sudah pernah dipelihara dan/atau cukup sering berinteraksi dengan manusia, tapi masih berperilaku liar dan secara konsisten memperlihatkan kemampuan yang cukup untuk hidup mandiri di hutan.

1. KATO

Kato

Kato diselamatkan pada 24 Juni 2003 dari seorang warga yang memeliharanya di Desa Katunjung, Kabupaten Kapuas. Orangutan jantan ini tiba di Nyaru Menteng saat berusia 2 tahun dengan berat badan 6 kg dan masih menunjukkan perilaku liar. Kato lantas bergabung di Sekolah Hutan, tempatnya beradaptasi dan belajar bersama babysitter kami yang berdedikasi.

Di Sekolah Hutan, Kato sangat cepat menangkap setiap arahan para babysitter. Pada 3 Maret 2015, ia pun dipindahkan ke Pulau Kaja, tempat ia berkembang menjadi figur dominan dan disegani orangutan lainnya.

Kato kini berusia 16 tahun dengan berat badan 79 kg dengan bantalan pipi yang mulai tumbuh. Sebentar lagi ia akan menjajal dominasinya di rumah barunya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

———————————————————–

REHABILITAN

Rehabilitan adalah orangutan yang diselamatkan pada usia sangat muda dan/atau sudah cukup lama menjadi peliharaan manusia sehingga belum memiliki atau sudah kehilangan sebagian besar kemampuan untuk hidup mandiri di hutan, dan karenanya harus terlebih dahulu melalui proses rehabilitasi.

2. RANESI

Ranesi

Ranesi diselamatkan pada tanggal 30 Juli 2005, dari peliharaan seorang warga di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Saat tiba di Nyaru Menteng, orangutan betina ini berusia sekitar 4 tahun dengan berat badan 13 kg.

Ia mengawali proses rehabilitasi di Sekolah Hutan dan pada 2 Maret 2015, Ranesi dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran Kaja. Di sana Ranesi menghabiskan sebagian besar waktunya di atas pohon, dan tumbuh menjadi pencari pakan alami ulung.

Kini di usianya yang ke-16 dengan berat badan 35,4 kg, Ranesi sangat waspada dengan kehadiran manusia dan telah siap hidup di habitat alaminya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

3. ZOE

Zoe

Zoe diselamatkan dari seorang warga di Desa Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada 10 September 2004. Orangutan betina ini tiba di Nyaru Menteng dalam kondisi yang memprihatinkan, terdapat luka melingkar bekas ikatan tali pada pangkal kedua kakinya. Saat itu usianya masih sekitar 3 tahun dengan berat badan 7,3 kg.

Setelah lulus dari Sekolah Hutan, Zoe menempati Pulau Kaja pada 2 Maret 2015. Di Pulau Kaja ia selalu menjauhi teknisi dan suka menyendiri. Ia juga penjelajah handal dan pandai mencari pakan alami.

Zoe kini telah berusia 16 tahun dengan berat badan 33 kg. Sebentar lagi ia akan menjadi orangutan liar sejati yang hidup di habitat alaminya, di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

4. SUSAN

Susan

Susan diselamatkan pada 9 November 2006, dari seorang warga di Desa Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah yang memeliharanya. Saat tiba di Nyaru Menteng ia berusia 2 tahun dengan berat badan 4 kg.

Orangutan betina ini cerdas, menangkap cepat semua pelajaran yang diajarkan para babysitter. Lulus dari Sekolah Hutan ia melanjutkan ke pulau pra-pelepasliaran Bangamat, tempatnya berkembang dan bersosialisasi dengan baik, serta pandai mendapatkan pakan alami.

Setelah 11 tahun masa rehabilitasi, Susan kini berusia 13 tahun dengan berat badan 40,4 kg. Ia siap untuk menjalani kehidupan liar di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

5. CARMEN

Carmen

Carmen tiba di Nyaru Menteng pada 10 Februari 2004 setelah diselamatkan dari seorang warga di Desa Tumbang Mangkutub, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Saat itu, orangutan betina ini masih berusia 2 tahun dengan berat badan 5,5 kg.

Selama dekade berikutnya, Carmen menjalani tahapan di Sekolah Hutan sampai akhirnya pindah ke Pulau Kaja pada 3 Maret 2015. Di Pulau Kaja, Carmen menjadi penjelajah mandiri yang pandai mendapatkan pakan alami.

Kini Carmen telah berusia 15 tahun dengan berat badan 39 kg. Setelah 13 tahun mengembangkan keterampilan di saat rehabilitasinya, Carmen kini telah siap untuk menjelajah hutan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

6. KIPOY

Kipoy

Kipoy diselamatkan BOS Foundation Nyaru Menteng bersama BKSDA Kalimantan Tengah di konsesi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur. Orangutan betina ini tiba di Nyaru Menteng pada 23 Juli 2006, saat berusia 3 tahun dan berat badan 4,3 kg.

Di Sekolah Hutan, Kipoy termasuk pandai dan kemampuannya terus berkembang. Ia dipindahkan ke Pulau Bangamat pada 24 November 2014, dan beradaptasi dengan baik di sana.

Kipoy kini telah berusia 14 tahun dengan berat badan 37,2 kg. Dengan kemampuan yang dimilikinya, ia telah siap untuk hidup liar di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. 

SHARE THE THINGS THAT matter

Help protecting the Borneo Orangutans

Help protecting the Borneo orangutans by shopping for groceries? Now you can!

Let's Shop

BOSF Media Channel