Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-18 NYARU MENTENG


Dalam upaya merealisasikan kampanye #OrangutanFreedom yang menargetkan pelepasliaran 100 orangutan ke hutan alami, BOS Foundation kembali melepasliarkan 12 orangutan ke Hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Berikut adalah profil dari keduabelas orangutan tersebut.

1. TUHE

Tuhe

Tuhe diselamatkan dari seorang warga yang memeliharanya di Desa Tumbang Mantuhe, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan tiba di Nyaru Menteng pada 15 April 2004. Saat tiba usianya baru 1,5 tahun dengan berat badan 4,4 kilogram dan kondisinya sangat memprihatinkan. Saat itu ia mengalami dehidrasi, malnutrisi sehingga tubuhnya sangat kurus serta terdapat tonjolan pada lengan kiri akibat pernah mengalami patah tulang.

Tuhe mengawali proses rehabilitasinya di Sekolah Hutan setelah melewati masa karantina. Lulus dari Sekolah Hutan, ia mengikuti tahapan pra-pelepasliaran di Pulau Kaja, pada 5 Juli 2015. Orangutan jantan berwajah tampan dan memiliki rambut dengan belahan di tengah ini suka menjelajah dan dikenal sebagai orangutan yang pandai mencari pakan alami.

Kini Tuhe berusia 15 tahun dengan berat badan 43,7 kg. Ia telah siap untuk kembali ke habitat alaminya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya setelah 13 tahun menjalani proses rehabilitasi di Nyaru Menteng.

2. TUBAGUS

Tubagus

Tubagus merupakan orangutan jantan yang diselamatkan dari Desa Mantangai, Kabupaten Kapuas pada 17 Agustus 2005 setelah menjadi peliharaan warga. Ia tiba di Nyaru Menteng dalam kondisi kurus karena malnutrisi dan juga mengalami dehidrasi. Saat itu usianya 2,5 tahun dengan berat badan 5,5 kilogram.

Tubagus yang terampil akhirnya lulus dari sekolah hutan dan mendiami pulau pra-pelepasliaran Bangamat pada Februari 2015. Ia jarang terlihat di sekitar feeding platform karena senang menjelajah. Meskipun bukan orangutan yang agresif, namun Tubagus sangat pandai membaca situasi serta mampu membela diri saat diperlukan.

Tubagus kini telah berusia 15 tahun dengan berat badan 47,4 kilogram. Orangutan jantan dengan janggut tipis menghiasi wajah tampannya ini sebentar lagi akan menjadi orangutan liar sejati setelah 12 tahun menjalani tahapan rehabilitasi, bersama sahabatnya Geragu.

3. OTONG

Otong

Pada Juni 2003, Otong berhasil diselamatkan dari Desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, saat ia berusia 2 tahun dengan berat badan 5,5 kilogram.

Orangutan jantan yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi ini lulus dari Sekolah Hutan dan mendiami pulau pra-pelepasliaran Bangamat pada 2015. Otong sangat pandai dalam mencari pakan alami di hutan.

Kini orangutan jantan tampan berambut panjang berusia 16 tahun dengan berat badan 41,1 kilogram ini, telah siap pulang ke belantara rumah sejatinya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

4. CAMERON

Cameron

Cameron diselamatkan dari seorang warga di Desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, oleh tim penyelamatan gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah dan BOS Foundation pada tanggal 14 April 2004. Orangutan betina mungil ini tiba di Nyaru Menteng dalam kondisi yang memprihatinkan di usianya yang baru menginjak 1,5 tahun dengan berat badan 6,5 kilogram.

Lulus dari sekolah hutan Cameron mengikuti tahapan pra-pelepasliaran di pulau Kaja pada Juni 2013. Orangutan berparas cantik ini gemar menjelajah dan memiliki banyak teman selama di pulau Kaja.

Setelah menjalani proses rehabilitasi selama 13 tahun dan dengan pengalamannya selama di pulau pra-pelepasliaran, Cameron yang kini telah berusia 15 tahun dengan berat badan 37,3 kilogram ini telah siap menjelajahi rimba Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya sebagaimana laiknya orangutan liar sejati.

5. MARIAM

Mariam

Mariam tiba di Nyaru Menteng setelah diselamatkan dari warga Desa Sebabi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 29 Mei 2009. Saat itu ia berusia 3 tahun dengan berat badan 16 kilogram.

Orangutan betina yang lembut dan menawan ini lulus dari sekolah hutan dan melanjutkan tahapan rehabilitasinya di pulau pra-pelepasliaran Kaja pada Maret 2014. Mariam yang memiliki wajah oval dengan mata bulat ini dikenal sebagai penjelajah yang handal.

Dengan berbekal kemampuan bertahan hidup di hutan yang sangat baik ini, Mariam yang telah direhabilitasi selama 8 tahun di Nyaru Menteng, siap untuk kembali ke habitat alaminya. Di usianya yang sudah 11 tahun dengan berat badan 32,3 kilogram, Mariam akan menjadi penjelajah handal di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

6. GERAGU

Geragu

Geragu tiba di Nyaru Menteng pada 20 Agustus 2004 saat berusia 2 tahun dengan berat badan 5,3 kilogram. Ia diselamatkan BOS Foundation Nyaru Menteng bersama BKSDA Kalimantan Tengah dari warga Desa Geragu, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah yang menjadikannya hewan peliharaan.

Di sekolah hutan, Geragu termasuk pandai dan kemampuannya terus berkembang. Lulus dari sekolah hutan ia dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran Kaja pada Februari 2016. Kemampuannya dalam mencari pakan alami berkembang dengan pesat.

Kini Geragu yang dikenal sebagai penjelajah handal ini berusia 15 tahun dengan berat badan 44,3 kilogram. Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya ketika menjalani proses rehabilitasi selama 13 tahun di Nyaru Menteng, Geragu siap menjelajah hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bersama sahabatnya Tubagus.

7. HEIDI

Heidi

Heidi tiba di Nyaru Menteng setelah diselamatkan dari warga Desa Henda, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, pada 20 Oktober 2006. Ketika itu usianya 2,5 tahun dengan berat badan 4,1 kilogram.

Orangutan betina yang menawan dengan mata sipit ini lulus dari sekolah hutan dan melanjutkan tahapan rehabilitasi di pulau pra-pelepasliaran Kaja pada Juli 2015. Ia dikenal ramah dan pandai bersosialisasi dengan orangutan yang lain.

Melalui masa-masa yang menyenangkan di pusat rehabilitasi selama 11 Tahun, kini Heidi telah mendapatkan perilaku liarnya kembali. Orangutan betina ini kini telah berusia 14 tahun dengan berat badan 35,4 kg dan siap untuk membuktikan diri menjadi orangutan liar sejati saat ia dan teman-temannya dilepasliarkan di hutan.

8. PAK EDI

Pak Edi

Pak Edi diselamatkan dari seorang warga di Jakarta pada 19 Juli 2003. Ketika itu ia telah berusia 3 tahun dengan berat badan 7,5 kilogram.

Selesai masa karantina, Pak Edi mengikuti tahapan sekolah hutan. Pada Februari 2016, ia ditempatkan di pulau pra-pelepasliaran Kaja untuk menjalani proses akhir dari rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke hutan. Ia gemar menjelajah dan rayap adalah salah satu makanan kesukaannya.

Kini Pak Edi telah menginjak 17 tahun dengan berat badan 50,6 kilogram. Selama 14 tahun di BOS Foundation Nyaru Menteng, ia telah belajar banyak hal untuk bertahan hidup di hutan. Pak Edi akan segera merasakan kebebasan hidup di hutan belantara Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

9. SURYANI

Suryani

Suryani diselamatkan dari seorang warga di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ia tiba di Nyaru Menteng tanggal 16 April 2007 saat berusia 2 tahun dengan berat badan 8,5 kilogram.

Suryani yang lembut dan pandai bergaul ini kemudian melanjutkan proses rehabilitasi di pulau pra-pelepasliaran Bangamat setelah lulus dari sekolah hutan pada November 2014. Kemampuannya dan mencari pakan alami di hutan sangat terasah selama di Pulau Bangamat. Kulit kayu adalah makanan kesukaannya.

Suryani kini berusia 12 tahun dengan berat badan 29,15 kilogram. Setelah menjalani tahapan rehabilitasi selama 10 tahun, Suryani telah siap untuk mempraktekkan semua kemampuannya dalam bertahan hidup di hutan.

10. NIKEN

Niken

Niken tiba di Wanariset Samboja, Kalimantan Timur pada 13 Juli 1999 setelah diserahkan oleh BKSDA Banjarmasin, Kalimantan Selatan kepada BOS Foundation. Saat itu orangutan betina ini masih berusia 2 tahun dengan berat badan 8 kilogram.

Semasa belajar di Sekolah Hutan Samboja Lestari, Kalimantan Timur, Niken sangat pandai, aktif, dan memiliki ketrampilan bertahan hidup di hutan yang baik. Ia bersahabat dengan Leke, yang sejak bulan Maret 2014 telah dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Pada 18 April 2014, Niken dipindahkan ke Nyaru Menteng, karena memiliki sub-spesies Pongo pygmaeus wurmbii.

Setelah 3 tahun di Nyaru Menteng, Niken akhirnya dapat mengikuti jejak Leke sahabatnya, menjalani hidupnya sebagai orangutan liar sejati. Kini Niken berusia 20 tahun dengan berat badan 52,1 kilogram dan siap untuk pulang ke rumah sejatinya di hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.

11. SERUNI

Seruni

Seruni merupakan orangutan betina yang diselamatkan dari area perkebunan kelapa sawit di Desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 16 Oktober 2006. Ketika itu ia berusia 2 tahun dengan berat badan 7 kilogram.

Lulus dari sekolah hutan, Seruni yang memiliki mata bulat ditempatkan di pulau pra-pelepasliaran Bangamat pada November 2014 untuk mengikuti tahapan akhir dari proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan ke hutan. Seruni gemar menjelajah dan memiliki banyak teman karena pandai bergaul.

Seruni kini berusia 13 tahun dengan berat badan 35,9 kilogram. Setelah 11 tahun melalui tahapan rehabilitasi, ia pun siap untuk menjelajah belantara Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang akan menjadi rumah sejatinya.

12. ELIN

Elin

Elin merupakan orangutan betina yang diselamatkan dari warga Desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang telah memeliharanya selama dua bulan, pada 15 Oktober 2006. Saat tiba di Nyaru Menteng usianya 2,5 tahun dengan berat badan 7 kilogram dan dalam kondisi sehat.

Pada Februari 2015, Elin melanjutkan proses rehabilitasi ke pulau pra-pelepasliaran Kaja setelah lulus dari sekolah hutan. Di Pulau Kaja, ia mengasah kemampuannya menjelajah hutan. Rasa ingin tahunya sangat tinggi dan mudah beradaptasi dengan lingkungan maupun teman barunya.

Elin kini berusia 14 tahun dengan berat badan 36,2 kilogram. Setelah hampir 11 tahun menjalani proses rehabilitasi di Nyaru Menteng, Elin siap menyongsong kehidupan barunya sebagai orangutan liar sejati di belantara Kalimantan Tengah.

ORANGUTAN GOES TO SCHOOL

Hari Bumi Bersama Siswa BCU

Tim kami di Nyaru Menteng, bersama dengan para siswa dan guru dari Sekolah Bina Cita Utama (BCU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, merayakan Hari Bumi 2017

Selengkapnya

BOSF Media Channel