Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

[SIARAN PERS] Dua Belas Orangutan Kembali Dilepasliarkan Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah di TNBBBR


Yayasan BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah hari ini kembali melepasliarkan 12 (dua belas) orangutan dari Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng (Nyaru Menteng) ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan. Pelepasliaran ini adalah yang ke-6 kali diadakan di TNBBBR dan yang ke-18 kali dilakukan oleh Yayasan BOS di Kalimantan Tengah sejak tahun 2012.

cover

Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 2 Agustus 2017. Untuk mencapai tujuan kampanye #OrangutanFreedom pada tahun ini yang menargetkan pelepasliaran 100 orangutan ke hutan alami, Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah kembali bekerja sama untuk melepasliarkan orangutan dari Nyaru Menteng. Empat orangutan jantan dan delapan orangutan betina didampingi oleh tim pelepasliaran akan menempuh perjalanan darat dan sungai selama kurang lebih 10-12 jam dari Nyaru Menteng ke TNBBBR, di mana mereka akan dilepasliarkan di titik-titik pelepasliaran yang telah ditentukan. Pelepasliaran orangutan yang ke-18 ini menambah populasi orangutan eks-rehabilitasi di TNBBBR menjadi 59 individu.

Dr. Ir. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS mengatakan, “Tahun 2017 fokus Yayasan BOS adalah #OrangutanFreedom, dan kami menargetkan pelepasliaran sebanyak seratus orangutan ke hutan. Dengan pelepasliaran kali ini, kami telah berhasil melepaskan separuhnya, lima puluh orangutan. Tapi kami optimis, dengan dukungan aktif dari para pemangku kepentingan seperti pemerintah baik pusat maupun daerah beserta masyarakat daerah, pelaku bisnis (sektor swasta) dan berbagai organisasi yang berdedikasi untuk menjaga dan melindungi sumber daya alam Indonesia, target itu bisa kami penuhi. Hal ini seharusnya tidak hanya menjadi tujuan Yayasan BOS, tapi ini juga merupakan tujuan dan bentuk tanggung jawab bersama untuk melestarikan hutan dan satwa liar di Indonesia. Sudah ada ratusan orangutan kami menyelesaikan tahap rehabilitasinya di Sekolah Hutan, dan banyak pula yang telah mengantri di pulau pra-pelepasliaran, menanti giliran dilepasliarkan. Orangutan merupakan bagian penting dari ekologi hutan. Manusia membutuhkan hutan untuk menyediakan udara dan air bersih, mengatur iklim, dan banyak fungsi lainnya. Mengapa kita tidak menjaga instrumen penjaga hutan yang telah disediakan alam bagi kita? Tindakan kita yang membuka lahan dengan membakar hutan, memburu satwa liar seperti orangutan, dan menggerogoti kekayaan alam dalam volume yang luar biasa besar tanpa memberi kesempatan bagi alam untuk regenerasi, perlu dihentikan sekarang juga. Saya juga ingin menekankan, jika konservasi tidak menjadi prioritas kita dan kita tidak melestarikan alam, maka kita manusia tidak akan bertahan. Sesederhana itu. Kami mendesak semua pihak untuk mendukung tujuan kami. Perambahan lahan seperti yang saat ini sedang terjadi di areal kerja kami di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, jelas menunjukkan bahwa kami tidak mendapat dukungan penuh yang diperlukan untuk mencapai tujuan konservasi yang berkelanjutan. Upaya konservasi dan kesuksesannya akan mempengaruhi kita dan generasi yang akan datang. Kami mendirikan organisasi ini untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi semua. ”

Ir. Adib Gunawan, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, mengatakan, “BKSDA Kalimantan Tengah sebagai perpanjangan tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia bertanggung jawab, bersama-sama dengan pemangku masyarakat lain, menjaga kekayaan sumber daya alam kita di provinsi ini. BKSDA Kalimantan Tengah bersama sama dengan mitra tak lelah dan tak henti-hentinya untuk merangkul semua pihak agar turut serta menjaga dan melindungi orangutan sebagai spesies kebanggaan/spesies payung dari Kalimantan Tengah. Salah satu caranya adalah dengan menginisiasi kegiatan pembentukan forum-forum, sosialisasi dan kampanye, serta rehabilitasi dan pelepasliaran orangutan di habitat yang aman dan terlindungi. Oleh karena itu, upaya Yayasan BOS untuk menyelamatkan, merehabilitasi, dan melepasliarkan orangutan di Kalimantan ke habitat yang terjaga merupakan inisiatif yang kami dukung sepenuhnya di seluruh jajaran BKSDA. Kita harus memastikan anak cucu kita masih menikmati kekayaan alam yang melimpah ini.”

Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, Ir. Heru Raharjo, M.P., juga mengatakan, “Pihak Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bekerja sama dengan Yayasan BOS dan BKSDA Kalimantan Tengah telah melepasliarkan  47 orangutan di wilayah ini. Hari ini, kembali 12 orangutan meraih kebebasannya. Kita harus menjaga agar mereka tetap terlindungi di Taman Nasional. Kami melakukan pemantauan reguler bersama tim dari Yayasan BOS untuk memastikan para orangutan yang telah dilepasliarkan aman berada di hutan kami. Sejauh ini pengamatan kami telah memastikan keamanan para orangutan, dan juga mencatat keberhasilan adaptasi mereka terhadap kehidupan di alam liar. Saya benar-benar berharap seluruh orangutan yang telah dilepasliarkan di TNBBBR akan segera membentuk populasi baru orangutan liar demi keberlanjutan upaya konservasi mereka.”

Kegiatan pelepasliaran ini juga didukung oleh USAID LESTARI yang telah berkomitmen untuk mendukung program pelepasliaran orangutan di TNBBBR sampai tahun 2018, dan Bank Central Asia yang melalui program CSR mereka, telah membantu di berbagai kegiatan konservasi orangutan dan habitatnya yang diselenggarakan oleh Yayasan BOS.

Rosenda Chandra Kasih, USAID LESTARI Kalimantan Tengah Landscape Coordinator mengatakan, “Mengingat status orangutan di Kalimantan yang telah mencapai kondisi ‘sangat terancam punah’ membuat kita semua harus bekerja sama saling mendukung dalam upaya perlindungan dan penyelamatan habitatnya. Dalam rangka inilah USAID LESTARI di kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya menjalin kerja sama dengan Yayasan BOS beserta pemerintah, pihak swasta dan masyarakat untuk menjamin keberlangsungan perlindungan orangutan dengan salah satu tujuannya menciptakan populasi orangutan liar yang baru. Kita harus ingat bahwa belakangan ini cukup marak berita terkait ancaman kepunahan orangutan di provinsi ini. Tugas kita semualah untuk menghentikan kondisi itu.”

Inge Setiawati, BCA’s Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) mengatakan, “Selama ini, banyak yang beranggapan tempat paling aman bagi orangutan adalah pusat rehabilitasi. Padahal, tempat paling layak untuk satwa liar adalah habitat aslinya, hutan. Karenanya, BCA sangat mendukung kegiatan BOSF melepasliarkan orangutan yang sebelumnya telah menjalani proses rehabilitasi melalui sistem Sekolah Hutan dan tahap pra-pelepasliaran. Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya yang menjadi titik pelepasliaran orangutan kali ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, sehingga kami meyakini kawasan ini aman dari kemungkinan eksploitasi di masa mendatang.”

Yayasan BOS menyambut baik kolaborasi dan dukungan aktif dari semua pihak yaitu pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam melaksanakan upaya konservasi orangutan dan habitatnya. Demi kesuksesan upaya ini, Yayasan BOS selalu bekerja sama erat dengan Pemerintah Indonesia di semua tingkat, antara lain Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Katingan, BKSDA Kalimantan Tengah, dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, dalam rangka melestarikan orangutan dan habitatnya.

Yayasan BOS juga mendapatkan dukungan sejumlah mitra lain seperti masyarakat Kabupaten Katingan, donor perseorangan, organisasi-organisasi mitra seperti Zoos Victoria dan the Commonwealth of Australia melalui the Department of Environment and Energy, dan organisasi konservasi di seluruh dunia. Yayasan BOS juga sangat berterima kasih atas dukungan seluruh pihak dan kontribusinya dalam memastikan tercapainya upaya konservasi dan pelestarian alam di Indonesia.

**************************************************

Kontak:

Paulina Laurensia Ela

Spesialis Komunikasi

Email: pauline@orangutan.or.id

 

Monterado Fridman (Agung)

Koordinator Divisi Komunikasi dan Edukasi Nyaru Menteng

Email: agungm@orangutan.or.id

 

Rosenda Chandra Kasih

USAID LESTARI Kalimantan Tengah Landscape Coordinator

Email: rosenda.kasih@lestari-Indonesia.org

 

**************************************************

Catatan Editor:

Tentang BOS FOUNDATION (YAYASAN BOS)

Didirikan pada 1991, Yayasan BOS adalah sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerja sama dengan masyarakat setempat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 700 orangutan dengan dukungan 440 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, komunikasi, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id.

 

Tentang USAID LESTARI

Proyek USAID LESTARI adalah sebuah proyek kerjasama Pemerintah Amerika Serikat dengan Pemerintah Republik Indonesia. USAID LESTARI mendukung upaya Pemerintah Republik Indonesia (RI) menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK), meningkatkan pelestarian keanekaragaman hayati di ekosistem hutan dan mangrove yang bernilai konservasi tinggi serta kaya simpanan karbon.

USAID LESTARI bekerja di enam lanskap yang berciri sama yaitu memiliki wilayah hutan primer utuh, cadangan karbon tinggi, yang kaya akan keanekaragaman hayati. Lanskap tersebut berlokasi di Aceh (Lanskap Leuser), di Kalimantan Tengah (Lanskap Katingan-Kahayan), dan Papua (Lanskap Lorentz Lowlands, Mappi-Bouven Digoel, Sarmi dan Cyclops).

ORANGUTAN GOES TO SCHOOL

Hari Bumi Bersama Siswa BCU

Tim kami di Nyaru Menteng, bersama dengan para siswa dan guru dari Sekolah Bina Cita Utama (BCU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, merayakan Hari Bumi 2017

Selengkapnya

BOSF Media Channel