Borneo Orangutan Survival Foundation

BOSF

Search

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN SAMBOJA LESTARI KE-13


Dalam rangka menyukseskan kampanye #OrangutanFreedom yang diluncurkan tahun 2017, BOS Foundation kembali melepasliarkan 7 orangutan ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur. Berikut adalah profil dari ketujuh orangutan tersebut.

1. ABEL

Abel adalah betina dewasa berusia sekitar 21 tahun. Ia diserahkan oleh seorang warga desa Teluk Pandan, Sangatta pada 21 Maret 2001. Ia berusia 4 tahun dan beratnya 10,5 kg. Warga desa tersebut mengaku menangkap Abel saat bayi betina itu nyasar masuk ke ladangnya.

Karena saat kedatangan Abel masih menunjukkan sifat liar, ia tidak kami masukkan di Sekolah Hutan, khawatir ia justru melarikan diri. Ia kami masukkan ke dalam Kompleks Sosialisasi.

Pada tanggal 6 Oktober, 2010 Abel melahirkan Alejandro dan beruntung bagi sang anak, Abel memiliki naluri keibuan yang besar dan kami menempatkan pasangan ibu-anak ini di pulau khusus yang disiapkan bagi pasangan ibu dan bayinya.

Sampai hari ini, Abel lebih selalu memilih menghindari interaksi dengan manusia, dan ia bersama anaknya telah siap untuk kembali ke hidup di alam liar.

2. ALEJANDRO 

Alejandro adalah remaja berusia sekitar 7 tahun yang lahir di Samboja Lestari tanggal 6 Oktober 2010. Beberapa hari pertama setelah kelahiran, Alejandro sempat mengalami kesulitan menemukan puting induknya untuk menyusui. Namun setelah beberapa hari, ia berhasil mengatasi hal ini dan sampai hari ini ia tumbuh dengan sangat baik di bawah perawatan induknya, Abel.

Kini Alejandro telah cukup besar. Namun ia masih sangat dekat dengan induknya. Alejandro sangat pemalu dan tidak menyukai interaksi dengan manusia.

3. IMUT 

Imut adalah betina dewasa kini berusia sekitar 19 tahun. Ia diserahkan oleh seorang warga lokal Kota Samarinda pada tanggal 26 Juli 2000 saat ia masih berusia sekitar 2 tahun. Ia datang dalam kondisi diare, cacingan, dan diduga pneumonia (radang paru-paru), ia pun segera menerima perawatan medis.

Tanggal 3 Maret 2010, Imut melahirkan bayi jantan yang kami beri nama Ical. Namun pasca kelahiran, Imut justru mengalami sindrom baby blues, dan mengabaikan bayinya. Keduanya kami pisahkan selama 8 hari sampai Imut mengatasi sindromnya dan menerima Ical kembali.

Yang terjadi pada Imut merupakan hal yang umum ditemukan pada orangutan rehabilitasi betina, diduga karena kebanyakan dari mereka dipaksa hidup tanpa induk sejak dini. Tiadanya keberadaan ibu membuat Imut dan sejumlah orangutan betina lain tak memahami peran induk bagi anaknya. 

4. ICAL

Ical adalah remaja berusia 7 tahun, seperti halnya Alejandro. Ical adalah karakter orangutan yang pemberani dan suka menjelajah pulau sendirian. Orangutan nakal ini tidak mudah ditakut-takuti dan tak peduli dengan manusia, dengan satu perkecualian, teknisi favoritnya, Syahrul. 

5. BELINDA

Belinda adalah orangutan betina dewasa berusia 22 tahun yang diselamatkan di daerah Sebulu pada tanggal 25 September 1998. Saat diselamatkan, ia masih berusia 2 tahun menunjukkan perilaku liar.  

Belinda adalah pribadi yang penyendiri dengan keterampilan alami yang cukup baik. Kami jarang melihatnya karena ia selalu menghindari teknisi dan sangat pandai bersembunyi.

6. MAUREEN

Maureen adalah betina remaja berusia 6 tahun, lahir di Samboja Lestari pada tanggal 17 Mei 2011, dari induk bernama Marlies. Namun mereka kami pisahkan di sekitar tahun 2015 karena Marlies mengidap melioidosis, penyakit infeksi akibat bakteri. Sejak itu, Maureen dekat dengan Abel dan Belinda, dua betina dewasa yang tinggal di pulau yang sama.

Maureen cukup mandiri dan tidak menyukai berdekatan dengan teknisi, menandakan ia juga akan menjauhi manusia setelah dilepasliarkan di hutan.

7. KUMAR

Kumar adalah jantan dewasa berbantalan pipi (cheekpad) berusia sekitar 23 tahun. Ia datang ke Samboja Lestari pada tanggal 26 Oktober 1998 dalam usia sekitar 4 tahun. Ia diselamatkan di daerah Kaltim Prima Coal, Sangatta, dan saat itu, Kumar masih menunjukkan perilaku liar.

Kumar tidak suka berdekatan dengan manusia, dan menunjukkan kemampuan yang cukup baik yang dapat membantunya bertahan hidup liar di hutan. 

ORANGUTAN GOES TO SCHOOL

Hari Bumi Bersama Siswa BCU

Tim kami di Nyaru Menteng, bersama dengan para siswa dan guru dari Sekolah Bina Cita Utama (BCU) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, merayakan Hari Bumi 2017

Selengkapnya

BOSF Media Channel