Apakah kamu member?

KAMERA JEBAK MENGUNGKAP HARTA TERSEMBUNYI

Bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan University of British Columbia, proyek kamera jebak bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang persebaran orangutan pasca dilepasliarkan di Hutan Lindung Bukit Batikap dengan cara yang tidak dapat dilakukan dengan metode survei lama, sembari mempelajari lebih jauh kekayaan keanekaragaman hayati di dalam hutan yang tak ternilai ini.

Hutan Lindung Bukit Batikap, salah satu tempat pelepasliaran orangutan kami, menampung 190 orangutan yang sudah dilepasliarkan serta 15 bayi lahir di alam liar, juga menyimpan banyak spesies hewan yang menakjubkan. Mengamati spesies yang paling mencolok pun merupakan tugas yang tak mudah dalam lingkungan seperti itu. Apalagi jika terkait orangutan, yang hidup tinggi di tajuk hutan dan sangat pandai menghindari manusia, hambatannya semakin berlipat ganda.

Setelah pelepasliaran, orangutan dipantau menggunakan implan pemancar gelombang radio, yang membantu tim menemukan individu terdekat dan mengumpulkan data perilaku mereka. Namun, karena orangutan cenderung menjelajah jauh dan keterbatasan usia pakai baterai implan, hanya sejumlah kecil orangutan yang wilayah jelajahnya diketahui dan dapat dipantau secara teratur.

Hal ini menjadi tantangan karena Hutan Batikap masih mampu mendukung populasi yang lebih besar dari yang ada saat ini dan kami ingin melepasliarkan lebih banyak orangutan untuk meningkatkan ketahanan genetik dari populasi ini. Namun, kita perlu memahami kelangsungan hidup jangka panjang orangutan yang dilepasliarkan sebelumnya, kepadatan saat ini, dan bagaimana populasi orangutan hasil pelepasliaran menyebar ke seluruh area.

TEKNOLOGI NON-INVASIF

Kami terus mencari metode non-invasif baru untuk memantau orangutan yang dilepasliarkan dan menjaga kesejahteraan mereka. Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kami telah berupaya terbaik dalam memaksimalkan peluang mereka untuk bertahan hidup di hutan, serta melengkapi tim kami dengan alat untuk mengikuti kemajuan individu orangutan selama bertahun-tahun ke depan. Bagaimanapun, sebagai salah satu kerabat terdekat kita, orangutan rentan terhadap penyakit yang sama seperti manusia dan pentingnya penggunaan metode non-invasif telah diperkuat oleh pandemi COVID-19.

Dalam upaya untuk mengurangi risiko penularan penyakit dari manusia ke orangutan, proyek penelitian terbaru kami menggunakan teknik pemantauan jarak jauh, seperti kamera jebak. Kolaborasi antara Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan University of British Columbia (UBC) Kanada, menunjukkan betapa pentingnya kamera jebak dalam mendokumentasikan spesies hutan secara tak kasat mata.

Kami menyiapkan beberapa kamera jebak untuk melihat nilainya sebagai alat penelitian non-invasif yang hemat biaya dalam upaya pemantauan pasca-pelepasliaran kami. Hasil awal dari studi percontohan tampak menjanjikan dan di awal Maret 2020, tim gabungan dari BOSF dan UBC mengerahkan 30 kamera trap di Hutan Lindung Bukit Batikap untuk mengumpulkan data guna meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana orangutan menyebar ke seluruh hutan, kepadatan populasi saat ini, dan tingkat kelangsungan hidup individu jangka panjang.

YANG BERHASIL KAMI TEMUKAN

Sejauh ini kami telah mengidentifikasi beberapa orangutan yang sebelumnya terlihat oleh tim, dan ini adalah berita bagus, ditambah individu yang belum kami identifikasi. Ini mungkin saja individu yang telah matang sejak dilepaskan dan tak lagi dapat dikenali secara visual, atau individu liar yang bermigrasi. Keduanya merupakan kabar baik bagi orangutan di Batikap. Kami juga telah mengidentifikasi setidaknya 38 spesies mamalia dari foto kamera jebak. Spesies yang paling sering tertangkap kamera jebak mencakup beruk (Macaca nemestrina), kijang (Muntjacus spp.), dan babi berjanggut (Sus barbatus).

Kami sekarang perlu mengolah data yang direkam hingga saat ini, mengoptimalkan desain studi, dan mengganti atau memperbaiki kamera sesuai kebutuhan. Sementara itu, kamera tanpa henti memberi kita pengetahuan tentang berlimpahnya spesies satwa liar yang ditemukan di Batikap, yang tanpa kamera jebak rasanya akan mustahil terlihat oleh manusia.


JUMLAH

38

SPESIES MAMALIA

20

BULAN DATA TEREKAM


KAMI JUGA MENYARANKAN

image
INFRASTRUKTUR

SAMBOJA LESTARI BERALIH KE TENAGA SURYA

Untuk menunjang berbagai kegiatan pelestarian satwa liar di Samboja Lestari, satu fasilitas pembangkit listrik bertenaga surya telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus berperan dalam tren global pemanfaatan energi terbarukan.

image
KONSERVASI HABITAT

MELESTARIKAN HUTAN RAWA GAMBUT BERSAMA WELEDA

Program Konservasi Mawas adalah model yang terbukti sanggup mengelola restorasi hutan dalam skala besar. Bermitra dengan Weleda, tim kami di lapangan secara aktif membantu pengelolaan 309.000 hektar lahan gambut untuk mencegah kebakaran hutan, memper

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup