Apakah kamu member?

[SIARAN PERS] GENAP 100 ORANGUTAN TELAH DILEPASLIARKAN DARI YAYASAN BOS


SAMBOJA LESTARI-KALIMANTAN TIMUR

Didedikasikan untuk Hari Habitat Sedunia yang jatuh pada 7 Oktober 2013, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali melepasliarkan 9 orangutan ke habitat alami mereka, kali ini dari Pusat Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari, dan menggenapi jumlah orangutan yang dilepasliarkan dari Yayasan BOS menjadi sebanyak 100 individu.

Samboja Lestari, Kalimantan Timur, 13 Oktober 2013. Sejak Februari 2012, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) telah berhasil melepasliarkan sebanyak 91 orangutan, yang terdiri dari 82 orangutan dari pusat rehabilitasi di Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah dan 9 orangutan dari pusat rehabilitasi di Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Pada 13-14 Oktober 2013 ini, Yayasan BOS kembali melepasliarkan 9 orangutan dari Samboja Lestari ke habitat alami mereka dalam rangka Hari Habitat Sedunia 2013, dan menjadikan jumlah total orangutan yang dilepasliarkan sejak 2012 menjadi genap 100 individu.

Kesembilan orangutan rehabilitan ini berangkat dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari menuju lokasi pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya di Hutan Kehje Sewen, di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Mereka terdiri dari 6 orangutan betina, dan 3 orangutan jantan yang detailnya dapat dilihat dalam dokumen Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan terlampir.

Sembilan orangutan akan diberangkatkan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan. Dari Bandara Sepinggan, para orangutan akan diterbangkan menuju Bandara Uyang Lahai, di Desa Miau Baru, Kecamatan Kumbeang, Kabupaten Kutai Timur. Dari Bandara Uyang Lahai menuju Hutan Kehje Sewen, orangutan akan diterbangkan dengan helikopter dalam beberapa kloter. Hari pertama, tanggal 13 Oktober 2013 akan menerbangkan 3 individu orangutan, sementara 6 individu sisanya akan diterbangkan tanggal 14 Oktober 2013. Tiga orangutan akan dilepasliarkan di daerah Sungai Lembu di Hutan Kehje Sewen, sedangkan 6 individu akan dilepasliarkan di kawasan Gunung Belah, juga di Hutan Kehje Sewen.

Hutan Kehje Sewen yang dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) telah mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dari Kementerian Kehutanan. RHOI adalah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS pada 21 April 2009 dengan tujuan tunggal untuk dapat mengelola kawasan hutan secara lestari serta menyediakan habitat alami yang layak dan aman bagi orangutan rehabilitan dari Samboja Lestari, di mana mereka dapat hidup bebas dan akhirnya menciptakan populasi orangutan liar yang baru dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian spesies ini.

Pelepasliaran orangutan yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur yang ke-14 ini merupakan hasil nyata kolaborasi Yayasan BOS dengan para pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, serta masyarakat Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Selain itu, Yayasan BOS juga berterima kasih atas dukungan moral, finansial, dan logistik dari sektor swasta seperti Bank BCA, Bank BNI, Salim Ivomas, dan First State Investment, serta dari donor perseorangan, organisasi mitra seperti BOS Australia dan BOS Swiss, dan organisasi konservasi di seluruh dunia yang peduli atas pelestarian orangutan di Indonesia.

Kepala BKSDA Kaltim, Tandya Tjahjana, mengatakan, “Orangutan merupakan salah satu satwa yang dilindungi Undang-undang. Namun populasinya mengalami penurunan akibat dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya karena pembukaan hutan. Keadaan ini telah menyebabkan orangutan kehilangan habitat alami dan memicu konflik dengan manusia. Akibatnya orangutan seringkali ditangkap untuk dipelihara, dijual, bahkan dibunuh karena dianggap hama."

Genap 100 Orangutan Telah Dilepasliarkan dari Yayasan BOS (Kredit foto: BOSF 2013)

Genap 100 Orangutan Telah Dilepasliarkan dari Yayasan BOS (Kredit foto: BOSF 2013)

“Upaya untuk menjaga kelestarian orangutan di alam, tidaklah mudah. Diperlukan keterlibatan dan dukungan banyak pihak, baik pemerintah, swasta (dunia usaha), dan juga masyarakat. Kegiatan pelepasan kembali orangutan dari Program Reintroduksi Orangutan Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen, merupakan salah satu upaya untuk menjaga agar populasinya di alam tetap lestari. Hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah, untuk melepaskan semua orangutan ke habitatnya hingga 2015 mendatang,” imbuhnya.

Kegiatan pelepasliaran orangutan harus terus berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017. Rencana Aksi ini dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007, yang menyatakan bahwa semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitatnya paling lambat 2015, dan telah disepakati oleh seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Tandya Tjahjana juga menambahkan, “Kerjasama BKSDA Kaltim dengan Yayasan BOS dalam melakukan kegiatan rehabilitasi dan reintroduksi orangutan telah dilakukan sejak tahun 1991. Dari program kerjasama ini, sebanyak 18 individu orangutan Kalimantan Timur telah dilepasliarkan sejak April 2012 dan sekitar 221 individu masih menjalani proses rehabilitasi.”
CEO Yayasan BOS, Dr. Ir. Jamartin Sihite menyatakan, “Sektor swasta, khususnya yang telah meraih keuntungan dari sumber daya alam dan telah menyebabkan orangutan tergusur dari habitatnya harus lebih berperan aktif dalam menjalankan tanggung-jawabnya. Kebanyakan perusahaan di Indonesia selama ini cenderung meremehkan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan atau Best Management Practices, dan membebankan biaya lingkungan kepada pihak lain. Sementara fakta yang logis adalah dampak negatif dari sebuah bisnis seharusnya menjadi tanggung jawab bisnis itu sendiri. Ini harus segera berubah dan perubahan ini harus didorong dan dikawal oleh pemerintah melalui regulasi yang ketat dan tegas.”

drh. Agus Irwanto, Acting Manajer Program Samboja Lestari mengatakan, “Saat ini Yayasan BOS merawat lebih dari 200 orangutan di Samboja Lestari. Dengan dipulangkannya 9 orangutan ke habitat alami mereka, kami sangat optimis untuk melakukan pelepasliaran di masa depan. Tentu saja pelepasliaran ini membutuhkan dukungan dari banyak pihak. Tantangan terbesar kami adalah ketersediaan hutan yang layak dan aman sebagai tempat pelepasliaran orangutan. Suatu saat Hutan Kehje Sewen akan mencapai kapasitas daya dukungnya. Oleh karena itu untuk mencapai target yang tercantum di Rencana Aksi, kami membutuhkan dukungan dari Pemerintah dan Aparat untuk melindungi habitat orangutan agar target pelepasliaran ini tercapai.”

Konservasi orangutan tidak akan dapat berjalan tanpa upaya pelestarian hutan, yang merupakan habitat alami mereka. Tidak dapat dipungkiri, menemukan hutan yang cocok sebagai habitat orangutan selalu menjadi tantangan terbesar. Didedikasikan bagi peringatan Hari Habitat Sedunia 2013, pelepasliaran 9 orangutan kali ini merupakan himbauan bagi semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan aksi nyata dalam melindungi hutan, demi terwujudnya konservasi orangutan dan kesejahteraan bersama.
*****************
Kontak:
Nurwidiyana Markhumawati
Database Officer Samboja Lestari
Email: diyan_rplcrew@yahoo.co.id
Paulina L. Ela
Spesialis Komunikasi
Email: pauline@orangutan.or.id



KAMI JUGA MENYARANKAN

EMPAT ORANGUTAN BORNEO KEMBALI KE ALAM LIAR DI TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAY

Kalimantan Tengah – Empat individu orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) akan dilepasliarkan di alam liar Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Selasa (3/4). Pelepasliaran yang dilakukan merupakan bagian da

LISTRIK HIJAU HADIR DI SAMBOJA LESTARI

Pusat Rehabilitasi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Yayasan BOS di Samboja Lestari, Kalimantan Timur, kini memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan cara yang lebih ramah lingkungan dengan adanya fasilitas pembangkit listrik

Merdeka bagi Orangutan: Menyatukan Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia dengan Hari Orangutan

Dalam rangka memperingati perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Orangutan Internasional yang jatuh dua hari sesudahnya, 19 Agustus, Yayasan BOS sebagai mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan bangga men

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup