Apakah kamu member?

[SIARAN PERS] YAYASAN BOS LUNCURKAN MISI PENYELAMATAN ORANGUTAN BERSKALA BESAR KETIGA KALINYA DI KAPUAS


Setelah berhasil menyelamatkan sebanyak 76 orangutan liar tahun lalu di wilayah sepanjang Sungai Mangkutub, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS kembali meluncurkan misi untuk yang ketiga kalinya di wilayah yang sama untuk menyelamatkan orangutan liar yang kami masih temukan. Orangutan-orangutan liar ini terdesak keluar dari habitatnya yang rusak dan bergeser menuju pemukiman penduduk terdekat, yang bisa memicu konflik dengan manusia dan berujung pada pembantaian orangutan seperti yang baru saja terjadi.

Setelah berhasil menyelamatkan sebanyak 76 orangutan liar tahun lalu di wilayah sepanjang Sungai Mangkutub, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS kembali meluncurkan misi untuk yang ketiga kalinya di wilayah yang sama untuk menyelamatkan orangutan liar yang kami masih temukan. Orangutan-orangutan liar ini terdesak keluar dari habitatnya yang rusak dan bergeser menuju pemukiman penduduk terdekat, yang bisa memicu konflik dengan manusia dan berujung pada pembantaian orangutan seperti yang baru saja terjadi.

Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 21 Februari 2017. Di akhir 2015, wilayah habitat orangutan yang sangat luas hancur akibat kebakaran hutan, dan dua misi penyelamatan orangutan berskala besar diluncurkan oleh Yayasan BOS bersama BKSDA Kalimantan Tengah dalam rentang waktu 24 hari untuk menyelamatkan 76 orangutan. Tujuh puluh lima di antaranya ditranslokasikan (dipindahkan ke hutan yang lebih aman) dari daerah Sungai Mangkutub ke hutan di dekat Sungai Mantangai dan kamp Mawas di Bagantung, Kabupaten Kapuas yang masih memiliki cadangan pakan alami yang cukup bagi orangutan. Satu individu lain kami temukan mengalami cedera yang sangat parah akibat tembakan senapan angin dan menyebabkan kebutaan permanen, ia kini kami rawat di Pusat Rehabilitasi di Nyaru Menteng.

Dampak jangka panjang ternyata masih terasa sampai kini. Tim Yayasan BOS di Program Konservasi Mawas menemukan setidaknya 20 orangutan liar baru yang berkeliaran di sepanjang Sungai Mangkutub di Kabupaten Kapuas. Kedua puluh orangutan ini perlu segera dipindahkan secepatnya ke habitat baru yang layak, dan hari ini tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Tengah dan Yayasan BOS melalui Program Mawas dan Nyaru Menteng, sekali lagi berangkat dalam misi penyelamatan yang ketiga kalinya.

Jhanson Regalino, Manajer Program Konservasi Mawas mengatakan, “Kami tidak menyangka akan menemukan lagi sekitar 20 orangutan liar berkeliaran di daerah tempat kami sebelumnya menyelamatkan 76 orangutan tahun lalu. Kami telah mengirim tim untuk menyelamatkan dan mentranslokasi para orangutan ini. Ini adalah jumlah yang banyak untuk ditangani, dan semakin cepat kami menghindarkan mereka dari kemungkinan konflik dengan manusia, semakin baik. Apalagi di daerah ini kami kerap bertemu dengan penebang liar yang membahayakan keamanan orangutan ini. Kami di Program Konservasi Mawas akan berusaha dengan segala cara memastikan orangutan liar di tempat kami dapat hidup dengan tenang di habitatnya.”

Ir. Adib Gunawan, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, menyambut baik hal ini dan mengatakan, “Rescue adalah salah satu pilihan dari banyak cara untuk mendukung konservasi orangutan. Ketika orangutan terdesak keluar dari habitatnya dan untuk menghindari terjadinya konflik antara manusia dengan orangutan, maka rescue kerap menjadi pilihan terbaik, atau bahkan satu-satunya pilihan. Ketika konflik terjadi, orangutan selalu menjadi korbannya. Untuk itu, diperlukan kerja sama yang erat antara semua pihak. Penebangan liar banyak ditemui di sepanjang sungai Mangkutub, dan menyebabkan orangutan terdesak dari habitatnya. Kondisi ini perlu segera diselesaikan, dan kami siap membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas dalam upaya penyelamatan orangutan.”

Dr. Ir. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS, mengatakan, “Kita, manusia, telah menyebabkan banyak kerusakan habitat dan keanekaragaman hayati di Kalimantan Tengah ini. Belum lama kita dikejutkan kasus pembunuhan terhadap orangutan liar dan dagingnya dimakan di Kabupaten Kapuas juga. Orangutan malang ini korban pembukaan lahan dan dalam upaya mencari habitat baru, kejadian tragis yang berujung pada konflik dengan manusia. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kawasan Mangkutub juga menyebabkan hal yang sama. Tahun lalu, kami menemukan satu bangkai orangutan dengan luka akibat tusukan tiruk (tombak bermata satu), dan beberapa orangutan lain yang cedera parah akibat tembakan senapan angin. Tidak hanya harus bergerak cepat dalam menyelamatkan orangutan yang terpinggirkan, kita juga harus meningkatkan upaya penyadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga orangutan. Seperti yang selalu saya tekankan di semua forum, upaya konservasi orangutan dan habitatnya adalah upaya kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Saya juga memuji tindakan tegas yang diambil oleh aparat dalam beberapa kasus eksploitasi sumber daya alam secara ilegal. Tanpa penegakan hukum yang tegas, kasus-kasus seperti ini akan terus terjadi tanpa henti.”

Yayasan BOS mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan donasi untuk pelaksanaan kegiatan ini. Yayasan BOS secara khusus mengadakan kampanye donasi secara daring untuk menggalang dana demi pelaksanaan misi penyelamatan kali ini. Yayasan BOS menyerukan kepada seluruh pihak untuk segera menghentikan berbagai praktik yang berpotensi menyebabkan kebakaran serta kerusakan hutan dan lahan di tahun-tahun mendatang.

Kontak:
Paulina Laurensia
Spesialis Komunikasi
Email: pauline@orangutan.or.id

Jhanson Regalino
Manajer Program Konservasi Mawas
Email: uji@orangutan.or.id

Editors Note :

TENTANG BOS FOUNDATION (YAYASAN BOS)
Didirikan pada 1991, Yayasan BOS adalah sebuah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerja sama dengan masyarakat setempat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dan organisasi mitra internasional.

Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 700 orangutan dengan dukungan 400 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, komunikasi, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id.



KAMI JUGA MENYARANKAN

SIARAN PERS: SELAMAT HARI KEMERDEKAAN, ORANGUTAN!

Setelah dilaksanakannya pelepasliaran 20 orangutan Kalimantan Tengah pada momen Hari Kasih Sayang bulan Februari lalu, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali melepasliarkan 18 orangutan dari Nyaru Menteng sebagai aksi nyata...

PELEPASLIARAN ORANGUTAN TERUS BERLANGSUNG, 115 ORANGUTAN KINI HIDUP DI HUTAN KEHJE SEWEN

Yayasan BOS dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur kembali melepasliarkan 4 orangutan hasil rehabilitasi ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dalam pelepasliaran kelima ke hutan tersebut di tahun 20

SATU LAGI BAYI ORANGUTAN YANG DISELUNDUPKAN KE KUWAIT BERHASIL DIKEMBALIKAN KE INDONESIA

Pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait dibantu oleh Kebun Binatang Kuwait bekerja sama dengan...

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup