Apakah kamu member?

SIARAN PERS: SELAMAT HARI KEMERDEKAAN, ORANGUTAN!


NYARU MENTENG, KALIMANTAN TENGAH

Setelah dilaksanakannya pelepasliaran 20 orangutan Kalimantan Tengah pada momen Hari Kasih Sayang bulan Februari lalu, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali melepasliarkan 18 orangutan dari Nyaru Menteng sebagai aksi nyata kepedulian dan kebanggaan terhadap satwa Indonesia dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68.

Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 16 Agustus, 2013. Pada 16 dan 17 Agustus 2013, 18 orangutan rehabilitan berangkat dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng menuju titik-titik pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya di Hutan Lindung Bukit Batikap. Mereka terdiri dari 12 orangutan betina, dan 6 orangutan jantan yang detailnya dapat dilihat dalam dokumen Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan yang terlampir.

Orangutan-orangutan ini akan diterbangkan dari Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya menuju Bandara Dirung di Puruk Cahu. Sampai di Puruk Cahu, para orangutan akan langsung diterbangkan dengan helikopter ke Hutan Lindung Bukit Batikap. Karena banyaknya jumlah orangutan yang akan dilepasliarkan, para orangutan akan dibagi ke dalam dua kelompok penerbangan. Hari pertama akan menerbangkan sembilan orangutan, sisanya 9 orangutan akan diterbangkan di hari kedua.

Selain dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-68, kegiatan inipun masih merupakan upaya perwujudan target yang tercantum pada Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim di Bali, 2007, di mana dinyatakan bahwa seluruh orangutan yang ada di pusat rehabilitasi harus telah dilepasliarkan paling lambat pada tahun 2015. Selama 2012, Yayasan BOS telah melepasliarkan 44 orangutan ke Kalimantan Tengah, dan berencana untuk melepaskan 80-100 orangutan lagi di Bukit Batikap sampai akhir 2013 untuk memenuhi target tersebut. Di tahun 2013 ini, yaitu bulan Februari lalu, Yayasan BOS telah melepasliarkan 20 orangutan pada momen Hari Kasih Sayang.

Anton Nurcahyo, Manajer Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng mengatakan, “Target kami adalah melepasliarkan sekitar 150 - 200 orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap. Namun setelah itu, kapasitas daya dukung atau carrying capacity dari Hutan Lindung Bukit Batikap akan mencapai titik optimal. Karena itu, bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan juga Pemerintah Kabupaten Murung Raya, kami tengah berupaya mencari lokasi baru yang layak untuk kegiatan pelepasliaran di tahun-tahun mendatang. Jika lokasi tersebut tidak berhasil didapatkan, akan sulit untuk memenuhi target yang tercantum dalam Rencana Aksi.”

Pelepasliaran Nyaru Menteng

Bonet (Kredit foto: Indrayana)

Uban (Kredit foto: Indrayana)

Matilda dan Bayi (Kredit foto: Indrayana)

Lulu (Kredit foto: Indrayana)

Keberhasilan konservasi orangutan sangat tergantung pada dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Oleh karenanya Yayasan BOS, dalam rangka melestarikan orangutan dan habitatnya, selalu bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia pada semua tingkat. Hal ini juga tertuang dalam Kesepakatan Kerjasama antara Yayasan BOS dan Pemerintah Provinsi Kalimantan, efektif sejak 31 Desember 2009, mengenai konservasi orangutan dan habitatnya di Kalimantan Tengah.

Menurut Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Ir. Hariyadi, “Solusi jangka panjang dalam upaya konservasi orangutan berakar pada kerjasama dan dukungan dari  berbagai pihak. Habitat orangutan tidak hanya di dalam konservasi tetapi juga ada di kawasan hutan produksi, hutan lindung dan areal perkebunan, karenanya kerjasama dan dukungan dari pemerintah daerah dan pihak swasta terus diperlukan. Apresiasi kami berikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan juga Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam program pelepasliaran orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap ini. Dan karena orangutan merupakan stwa yang terancam punah dan dilindungi oleh Undang-Undang, BKSDA Kalteng terus berkomitmen untuk meningkatkan upaya-upaya pelestarian orangutan dimaksud sesuai dengan yang diamanahkan oleh Direktur Jenderal PHKA melalui Surat Keputusan No. 173/IV-Set/2013.”

Dr. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS mengatakan, ”Sektor swasta, khususnya yang telah meraih keuntungan dari sumber daya alam dan telah menyebabkan orangutan tergusur dari rumahnya di hutan, juga harus lebih berperan aktif dalam menjalankan tanggung jawabnya. Kebanyakan perusahaan di Indonesia selama ini cenderung meremehkan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan atau Best Management Practices, dan membebankan biaya lingkungan kepada pihak lain. Sementara fakta yang logis adalah bahwa eksternalitas atau dampak negatif dari sebuah bisnis seharusnya menjadi tanggung jawab bisnis itu sendiri. Ini harus segera berubah dan perubahan ini harus didorong dan dikawal oleh pemerintah melalui regulasi yang ketat dan tegas.”

Kegiatan pelepasliaran kali inipun didukung oleh Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Murung Raya, BKSDA Kalimantan Tengah, dan seluruh masyarakat Murung Raya. Selain itu, Yayasan BOS juga sangat berterima kasih atas dukungan moral, finansial, dan logistik dari sektor swasta seperti BHP Biliton dan PT. Indo Muro Kencana, serta juga dari donor perseorangan, organisasi-organisasi mitra, dan organisasi konservasi di seluruh dunia yang peduli atas usaha pelestarian orangutan di Indonesia.

Kontak:

Paulina L. Ela
Spesialis Komunikasi
Email: pauline@orangutan.or.id
Mobile: +62 813 4733 7003

Monterado Fridman (Agung)
Koordinator Komunikasi dan Edukasi Nyaru Menteng
Email: agungm@orangutan.or.id
Mobile: +62 812 509 4722

Editors Note :

Tentang Yayasan BOS
Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) adalah organisasi nirlaba Indonesia yang berdedikasi terhadap konservasi orangutan Borneo dan habitatnya, bekerjasama dengan masyarakat, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, serta organisasi-organisasi mitra di seluruh dunia.

Didirikan sejak tahun 1991, Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari 800 orangutan dengan dukungan 420 karyawan yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata, keanekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri, pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.orangutan.or.id.



KAMI JUGA MENYARANKAN

TIGA ORANGUTAN KEMBALI KE HABITAT ALAMI DI TNBBBR

Rangkaian pelepasliaran orangutan terus berjalan, dengan adanya kerja sama antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), USAID LESTARI, dan Yayasan BOS (Borneo Orangutan Survi

MENJELANG AKHIR TAHUN, DELAPAN INDIVIDU ORANGUTAN HASIL REHABILITASI DILEPASLIARKAN DI TNBBR

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah bersama Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dalam kerja samanya dengan mitra Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) serta sejumlah pihak lainnya pada hari ini kembali melepa

[PRESS RELEASE] YAYASAN BOS DI SAMBOJA LESTARI KEMBALI MELEPASLIARKAN 2 ORANGUTAN REHABILITAN

Setelah berhasil melepasliarkan 3 orangutan rehabilitan pada bulan lalu, Yayasan BOS melalui programnya di Samboja Lestari kembali meleapasliarkan 2 orangutan rehabilitan ke Hutan Kehje Sewen.

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup