Apakah kamu member?

SIARAN PERS YAYASAN BOS DI SAMBOJA LESTARI MELEPASLIARKAN TIGA ORANGUTAN


SAMBOJA LESTARI-KALIMANTAN TIMUR

Berkaitan dengan Hari Bumi yang akan diperingati secara serentak di seluruh dunia pada 22 April mendatang, hari ini Yayasan BOS melalui programnya di Samboja Lestari kembali melepasliarkan tiga orangutan Kalimantan Timur setelah hampir setahun yang lalu melepasliarkan enam orangutan ke habitat aslinya di hutan.

Samboja, Kalimantan Timur, 14 - 15 April 2013. Tiga orangutan yang terdiri dari satu jantan (Leo) dan dua betina (Juminten dan Titin) hari ini memulai perjalanan kembali ke hutan. Leo dibawa dengan helikopter dari Program Reintroduksi Orangutan, Samboja Lestari, Kalimantan Timur, Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), ke Hutan Kehje Sewen di Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Sedangkan Juminten dan Titin dibawa melalui jalan darat ke lokasi kandang transit di PT. Kaltim Prima Coal untuk kemudian juga diangkut naik helikopter keesokan harinya, tanggal 15 April. Semua orangutan akan langsung dilepasliarkan di titik pelepasliaran di daerah Sungai Lembu.

Hutan Kehje Sewen dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI) yang telah mendapatkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dari Kementerian Kehutanan. RHOI adalah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS pada 21 April 2009 dengan tujuantunggal  untuk dapat mengelola kawasan hutan secara lestari bagi orangutan rehabilitan dari Samboja Lestari.

Pelepasliaran kali ini melibatkan kolaborasi para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, serta masyarakat Kutai Kartanegara dan Kutai Timur. Selain itu, Yayasan BOS juga berterima kasih atas dukungan moral, finansial, dan logistik dari sektor swasta seperti Bank Central Asia (BCA), PT. National Utility Helicopters dan PT. Kaltim Prima Coal, serta juga dari donor perseorangan, organisasi-organisasi mitra, dan organisasi konservasi di seluruh dunia yang peduli atas usaha pelestarian orangutan di Indonesia.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), dr. H. R. AgungLaksono, yang hadir dalam kegiatan ini mengatakan, ”Masyarakat Indonesia sesungguhnya sangat memerlukan orangutan yang hidup di habitat aslinya, yaitu hutan. Sebab manusia memerlukan hutan sebagai pendukung alamiah kehidupan mereka, baik untuk pencegah banjir, erosi, dan sebagai paru-paru dunia. Saya merasa senang danberuntung dapat menghadiri kegiatan ini, karena ini adalah sebuah contoh bagaimana masyarakat saling bantu bahu-membahu melindungi dan melestarikan hutan, demi kesejahteraan masyarakat itu sendiri dalam jangka panjang.”

Selain Menko Kesra, hadir pula Wakil Gubernur Kalimantan Timur Drs. H. Farid Wadjdy, M.Pd. Pada kesempatan ini pula, para pejabatnegara ikut mendukung program rehabilitasi lahan di Samboja Lestari melalui kegiatan penanaman pohon sebagai peringatan Hari Bumi.

Direktur Jendral Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) - Kementerian Kehutanan Ir. Darori Wonodipuro, M.M., juga menyatakan, "Jika bicara tentang orangutan, yang statusnya dilindungi oleh undang-undang, maka tanggung jawab untuk melindunginya dan menjamin kelestariannya berada di pundak seluruh masyarakat Indonesia tanpa kecuali. Melindungi orangutan berarti melindungi habitatnya. Dan ini yang tidak boleh dilupakan dan harus selalu diaplikasikan dalam pengelolaan tata lahan di Indonesia. Semua pihak termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus tetap mengacu pada batas-batas dan proses hukum, selain juga menerapkan kewajiban menjaga dan melestarikan lingkungan."

Menambahkan pernyataan Menko Kesra dan Dirjen PHKA, Drs. H. Farid Wadjdy, M.Pd. mengatakan, "Komitmen Pemerintah Provinsi tidak berubah. Kami masih terus bekerjasama erat denganYayasan BOS maupun dengan jajaran pemerintah kabupaten dan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya pengalokasian lahan sebagai areal konsesi restorasi ekosistem, khususnya untuk kepentingan penyediaan habitat yang layak bagi orangutan. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alama (BKSDA) Kaltim untuk meningkatkan aktivitas pengawasan, pemantauan dan penegakan hukum demi perlindungan habitat dan satwa liar yang masih tersisa di Kalimantan Timur. Hal ini sejalan dengan Program Kaltim Green yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur."

Kegiatan pelepasliaran orangutan harus terus berjalan sesuai target yang ditetapkan dalam Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017. Rencana Aksi ini dicanangkan olehPresiden Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007, yang menyatakan bahwa semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitatnya paling lambat pada tahun 2015, dan telah disepakati oleh seluruh jajaran pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

"Kami terus berusaha memenuhi target pelepasliaran yang ditetapkan pemerintah. Namun hal ini harus didukung dengan ketersediaan hutan yang layak dan aman sebagai habitat orangutan tersebut. Dalam hal ini kami sangat membutuhkan realisasi dari komitmen Pemerintah Daerah, terutama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara untuk mewujudkannya," kata Dr. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS.

Aschta Boestani Tajudin, Manajer Program Samboja Lestari mengatakan, "Masih ada 173 orangutan rehabilitan yang sehat dan memenuhi syarat pelepasliaran di Samboja Lestari yang sedang menunggu untuk dilepasliarkan kembali ke habitat alami mereka. Selain itu, ada juga 59 yang tidak bisa dilepasliarkan karena sakit atau cacat, dan sedang menunggu alokasi daerah suaka sehingga mereka juga bisa hidup di alam liar."

Dalam rangka peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April mendatang, pelepasliaran ketiga orangutan kali ini merupakan himbauan bagi semua pemangku kepentingan untuk mewujudkan aksi nyata dalam upaya konservasi orangutan demi kesejahteraan bersama dan masa depan yang berkelanjutan bagi seluruh makhluk hidup di bumi.



KAMI JUGA MENYARANKAN

DI BULAN KEMERDEKAAN RI, ENAM ORANGUTAN RAIH KEBEBASAN DI KEHJE SEWEN

Yayasan BOS bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur hari ini kembali melepasliarkan enam orangutan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari ke habitat alaminya di Hutan Kehje Sewen

MEMPERINGATI HARI CINTA PUSPA DAN SATWA NASIONAL, TIGA INDIVIDU ORANGUTAN HASIL REHABILITASI DILEPASLIARKAN DI TNBBBR

Masih dalam suasana peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional, BKSDA Kalteng dan TNBBBR bersama Yayasan BOS kembali melepasliarkan 3 orangutan hasil rehabilitasi ke hutan alami di kawasan TNBBBR.

POPULASI ORANGUTAN HASIL PELEPASLIARAN DI HUTAN KEHJE SEWEN KINI MELEBIHI 100 INDIVIDU

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) kembali bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur untuk melepasliarkan enam orangutan sebagai bagian dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samb

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup