PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Jika berbicara tentang hutan, maka kita otomatis juga akan berbicara mengenai berbagai fungsinya: sebagai habitat berbagai jenis flora dan fauna, sumber oksigen bagi makhluk hidup, dan banyak hal lainnya yang menjadikan hutan dan seisinya menjadi satu kesatuan yang saling bergantungan dan tak habis-habisnya dibicarakan.
Di Hutan Kehje Sewen yang dikelola oleh RHOI (Restorasi Habitat Orangutan Indonesia) terdapat satu tempat yang menjadi tempat favorit bagi satwa yang tinggal di sana, yaitu mineral lick atau biasa dikenal dengan istilah lokal: span.
Span adalah tempat di mana satwa bisa mendapatkan nutrisi mineral penting dari deposit garam yang mengandung natrium, kalsium, zat besi, fosfor, dan elemen penting lainnya yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, otot, dan organ lainnya pada satwa. Satwa liar di hutan terutama mamalia dan burung pemakan buah atau herbivora, datang mengunjungi span. Span sangat penting dalam ekosistem sebagai sumber nutrisi alternatif bagi mereka.
Mineral Lick (Span)
Beberapa minggu yang lalu, saat kami melakukan monitoring di area span, kami bertemu banyak satwa liar di sana. Dari jenis mamalia, burung, dan hewan melata berada di aliran span. Karena tidak ingin melewatkan kesempatan ini begitu saja, kami pun memantau sejenak aktivitas mereka dari balik semak-semak.