Apakah kamu member?

CERITA TENTANG KETANGGUHAN SUCI

Tim Post-Release Monitoring (PRM) kami yang bertugas di Kamp Himba Pambelum, Kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kalimantan Tengah bertemu dengan orangutan Suci dalam tiga kesempatan terpisah yang berdekatan pada 2023 lalu.

Orangutan betina muda ini terpantau beraktivitas di area Rangan Nongai dalam keadaan sehat. Pertemuan ini tentu memberikan kabar gembira karena Suci, orangutan yang dilepasliarkan pada 2021 lalu, kembali terlihat setelah lama tidak terpantau selama satu tahun belakang. Hal ini sekaligus memberikan gambaran bahwa Suci ternyata dapat beradaptasi dengan baik di TNBBBR.

Baca juga: PELEPASLIARAN ORANGUTAN MENUTUP TAHUN 2021

Pertemuan pertama tim dengan Suci pada minggu kedua bulan Mei di tanggal 12 ketika ia mengonsumsi pakan alami seperti, umbut suli (Etlingera triorgyalis), kulit kayu, buah lunuk (Ficus sp.), dan rayap. Suci dikenal sebagai orangutan yang suka bersosialiasi dan berbagi pakan dengan orangutan lainnya. Namun, pemantauan kali ini ia menikmati bufet itu sendirian. Pemantauan yang berlangsung sejak pukul sebelas siang itu akhirnya berakhir pada pukul tiga sore karena hari yang semakin gelap beriringan dengan mendung tebal yang mulai turun. 

Tiga hari kemudian tim PRM kami kembali berjumpa dengan Suci sekitar 50 m dari daerah aliran sungai (DAS) Hiran. Orangutan betina ini tengah nyaman duduk di atas pohon pilang (Vachellia leucophloea) sambil mengunyah pucuk daun dari pohon tersebut. Pengamatan berlangsung selama kurang lebih lima jam sampai akhirnya Suci memutuskan untuk membuat sarang di atas pohon lunuk yang berjarak sekitar 15 m dari tempatnya semula pada pukul lima sore.

Dua hari setelahnya, Suci kembali terpantau oleh tim PRM kami dan kali ini ia berada jauh dari terakhir kali terpantau. Orangutan muda ini mengunyah dedaunan dari pohon kempas (Koompassia excelsa) dan palem-paleman. Tidak hanya itu, ia juga telihat mencoba rebung bambu dan menghabiskan koloni rayap yang ia temukan dari balik kulit pohon lapuk di dekatnya. Preferensi makanan Suci mencerminkan adaptabilitasnya terhadap sumber pakan alami yang beragam. 


Baca juga: SUCI DAN TUMANG, BUKAN LAGI PELIHARAAN MANUSIA

Setelah puas dengan acara makan-makan solonya, Suci memilih untuk mendinginkan badan di sungai dan membilas badannya dengan dedaunan. Aktivitasnya ini menambahkan sentuhan spontanitas pada rutinitasnya, menunjukkan rasa ingin tahu yang besar dan hobi baru yang menyenangkan pada kesehariannya.

Di luar dokumentasi aktivitasnya, Suci menunjukkan ketahanan yang luar biasa dalam menjalani kesehariannya di habitat alaminya. Meskipun kita mungkin hidup di dunia yang terus berubah, individu orangutan seperti Suci tetap dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan ekologi yang sehat di ekosistem alami tempat mereka tinggal.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup