Apakah kamu member?

JIRO, ADIK BARU JOJANG

Bayi orangutan jantan mungil itu berada erat dalam pelukan induknya. Bayi itu masih basah. Matanya masih terpejam. Dia baru saja lahir beberapa menit yang lalu.

Dokter hewan Fiet dari Tim Medis Nyaru Menteng, memeriksa kondisinya dari luar kandang. Meskipun Tim Medis tidak bisa memeriksanya kondisinya secara langsung, bayi orangutan itu tampak bernapas dengan teratur, menandakan bahwa kondisinya sehat.

Kondisi induknya juga sehat, meski masih kelihatan letih setelah melahirkan. Dia melahap terong ungu dan beberapa buah lain yang diberikan kepadanya, mencoba memulihkan tenaganya setelah kerja keras. Selesai makan, induk orangutan itu kemudian berbaring dan meletakkan bayinya di atas dadanya. Sambil membelai tubuh anaknya, dia pun akhirnya jatuh tertidur karena kelelahan.

Kebahagiaan bagi Jane dan Yayasan BOS
Hari itu, 17 Juni 2013, adalah hari yang membahagiakan bagi induk orangutan Jane dan seluruh keluarga besar Yayasan BOS. Jane telah melahirkan anak keduanya dengan selamat, yang diberi nama Jiro, yang dalam bahasa Jepang berarti “anak laki-laki kedua”. Anak pertama Jane, Jojang, lahir pada tanggal 1 Juni 2007.

Jane dan Jojang adalah kandidat utama pelepasliaran orangutan kami pada Februari 2013 lalu bersama-sama dengan 18 orangutan lainnya. Karena diketahui tengah mengandung, Jane beserta putra pertamanya Jojang pun batal pulang ke hutan demi keselamatan mereka. Perjalanan panjang dan proses pelepasliaran yang melelahkan akan beresiko bagi anak yang dikandung Jane. Oleh karena itu Jane harus tinggal di kandang karantina Nyaru Menteng hingga bayinya lahir.


Dia baru saja lahir beberapa menit yang lalu (Kredit foto: Hermansyah)

Jiro, dalam bahasa Jepang berarti “anak laki-laki kedua” (Kredit foto: Hemansyah)

Terkadang Jojang sangat dekat dengan ibunya yang tengah mengasuh Jiro (Kredit foto: Hermansyah)

Jiro kecil tampak sehat dan rambut merah kecokelatannya tumbuh lebih lebat (Kredit foto: Hemansyah)

Jojang Menyambut Adik Laki-Lakinya
Jojang, anak pertama Jane, menunjukkan ketidaksenangannya ketika Tim Medis Nyaru Menteng memeriksa kondisi adiknya yang baru lahir. Jojang bergelayut di atas kandang sambil melakukan kissqueak ke arah Tim Medis. Tidak berhenti sampai di situ, dia kemudian menendang dan memukul-mukul sisi kandang dengan keras, menciptakan suara yang cukup gaduh di kandang karantina.

Jane yang tertidur pulas karena kelelahan tidak menghiraukan perilaku putra pertamanya itu. Keesokan harinya, Jane menunjukkan kekesalannya terhadap perilaku Jojang.

Jojang tampaknya sangat penasaran terhadap adik barunya. Beberapa kali Jojang berusaha mendekati Jiro, namun Jane tidak memperkenankannya. Ibu yang baru saja melahirkan ini secara alami sangat melindungi anaknya dengan memeluknya erat-erat. Dalam 3 atau 4 hari pertama setelah melahirkan, Jane menunjukkan ketidaksukaannya jika Jojang berusaha mendekati adik kecilnya.

Kini Jane sudah mengijinkan Jojang mendekat, bahkan sesekali menyentuh atau mencolek Jiro. Jojang tampak gemas dengan kehadiran adik barunya ini. Tapi sayang Jojang belum bisa bermain dengan adiknya karena adiknya masih terlalu kecil. Saat ini Jojang hanya bisa bermain sendiri di dalam kandang atau terkadang duduk sangat dekat dengan ibunya yang tengah mengasuh Jiro.

Selamat bagi Ibu Jane
Di usianya yang telah menginjak 1 bulan, Jiro kecil tampak sehat dan rambut merah kecokelatannya tumbuh lebih lebat. Jane mengasuh Jiro dengan penuh perhatian dan rasa sayang, hingga kelak Jiro dapat tumbuh menjadi orangutan yang terampil bertahan hidup di alam liar.

Selamat datang, Jiro! Untuk sementara Jane akan merawat anaknya di Nyaru Menteng hingga siap untuk dilepasliarkan ke alam liar. Jika sudah tiba saatnya, Jane dan keluarga kecilnya akan kembali ke rumah sejati mereka di hutan, untuk bergabung dengan orangutan lain yang telah tinggal di hutan Bukit Batikap yang indah. Lalu, seperti di film, kita akan memiliki Tarzan dan Jane di hutan!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup