Yayasan BOS kembali melepasliarkan 5 orangutan di Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah pada bulan Februari lalu. Satu individu bernama Maha dilepasliarkan terlebih dahulu oleh tim perintis melalui jalan darat dan sungai tanggal 7 Februari 2015, sementara 4 sisanya dilepasliarkan tanggal 28 lalu. Pilihan menggunakan moda transportasi darat dan air ini adalah yang pertama dilakukan di Kalimantan Tengah.
Perjalanan lewat darat rombongan yang kedua diawali dari Pusat Reintroduksi Nyaru Menteng pada tanggal 24 dan berhenti sesaat di Kantor BKSDA kalimantan Tengah.
Iringan 4 mobil menempuh perjalanan darat selama 11 jam menuju kota Puruk Cahu di Kabupaten Murung Raya. Dari Puruk Cahu, rombongan menempuh perjalanan air sampai ke Batu Ampar. Dari Batu Ampar, rombongan kembali menempuh jalan darat ke Kamp B. Kamp B sebenarnya adalah sebutan kami terhadap RT 3 Dusun Tabulus, bagian dari Desa Tumbang Naan, Kecamatan Seribu Riam, Kabupaten Murung Raya. Di Kamp B, rombongan bermalam untuk memberi waktu istirahat kepada orangutan yang lelah menempuh perjalanan di kandang yang tidak terlalu besar.
Pagi harinya, perjalanan menuju Kamp Rilis Totat Jalu yang terletak di dalam Hutan Lindung Bukit Batikap dimulai. Perjalanan yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu 5 jam ini ditempuh dari Kamp B melalui jalan sungai ke arah hulu.
Perjalanan Menuju Kebebasan (1) (Kredit foto: Paulina)
Perjalanan Menuju Kebebasan (1) (Kredit foto: Nico)
Perjalanan Menuju Kebebasan (1) (Kredit foto: Indrayana)
Perjalanan Menuju Kebebasan (1) (Kredit foto: Jamartin)
Di luar perkiraan, waktu tempuh menjadi 8 jam terkendala kerusakan mesin salah satu perahu rombongan. Kendala ini tidak menyurutkan semangat seluruhkru rilis yang terdiri dari teknisi, dokter hewan, perwakilan Pemda Murung Raya, BKSDA, serta Kepolisian.
“Puji Tuhan kita diberkahi cuaca yang baik dan perjalanan yang relatif lancar,” komentar Dr. Jamartin Sihite, CEO Yayasan BOS yang selalu menyertai setiap perjalanan pelepasliaran. Memang dalam perjalanan dari BKSDA Palangkaraya menuju Hutan Lindung Batikap yang memakan waktu total selama 48 jam, cuaca relatif sangat bersahabat.
Setibanya di Kamp Totat Jalu, orangutan segera dipindahkan ke kandang habituasi di belakang kamp. Di kandang ini, orangutan bisa berdiri untuk meluruskan tubuh mereka yang terpaksa harus duduk selama perjalanan. Di sini orangutan akan menjalani proses adaptasi kembali dengan suasana hutan, sekaligus memulihkan kondisi selama minimal 24 jam. Kami semua berharap keempat orangutan siap rilis yaitu Dewi, Mentos, Compost, dan Jatihan, akan berada dalam kondisi kesehatan yang baik saat hari rilis nanti.