Apakah kamu member?

LEANN, BAYI ORANGUTAN YANG SUDAH PANDAI MEMBUAT SARANG

Tidak seperti burung dan binatang liar di hutan lainnya, sarang bagi orangutan di alam liar, bukanlah rumah. Sebaliknya itu adalah tempat di mana untuk beristirahat dan agar mereka aman dari predator dan hal-hal yang membahayakan dirinya. Umumnya orangutan membuat sarang baru di saat mereka akan tidur di malam hari dan untuk beristirahat di antara siang sampai sore hari. Untuk membangun sarang (biasa disebut juga sebagai tempat tidur) membutuhkan waktu untuk belajar dan teknik khusus; sarang dibuat dengan cara menekuk dan memutar cabang hingga membentuk lingkaran yang nyaman untuk berbaring.

Orangutan yang tinggal di pusat rehabilitasi umumnya baru bisa membuat sarang di usia 4-5 tahun, atau setelah mereka masuk ke Sekolah Hutan. Bayi orangutan biasanya baru bisa membuat sarangnya di tanah dengan menumpukkan dedaunan, dan hal itu tidak terjadi dengan LeAnn.

LeAnn merupakan orangutan yang usianya masih berumur 2-3 tahun,  ia masih masuk kelompok bayi orangutan yang ditempatkan di nursery, dimana teman-teman grupnya yang lain masih ada yang belum bisa memanjat. Sementara LeAnn di pagi hari sudah asik bertengger di atas pohon yang tinggi untuk mengamati teman-temannya seperti Yordanka, Pedrosa, dan Sally yang lebih memilih untuk memanjat di tempat permainan, atau pohon pendek di sekitar nursery. LeAnn biasanya menghabiskan sebagian besar harinya di atas pohon-pohon ini.

Permainan orangutan sendiri  terdiri dari berbagai perangkat mendaki seperti ayunan atau menara tali yang dibangun untuk membantu melatih orangutan muda untuk mendaki. Rata-rata ketinggian di setiap permaian adalah sekitar 2,5 meter dari tanah.

LeAnn tidak puas hanya memanjat di ketinggian itu. Ia menghabiskan waktu di atas pohon yang lebih tinggi lagi. Jika ia merasa lelah bermain-main dan bergelantungan, LeAnn membuat sarang.

“Begitu keluar dari ruang nursery, dia pasti langsung menuju pohon. Dan jika sudah selesai berpindah dari satu pohon ke pohon lain, dia akan langsung membuat sarang dan beristirahat. Beda dengan bayi orangutan lainya yang hanya memanjat sebentar dan kembali ke pangkuan babysitter untuk beristirahat,“ ujar Naomi, salah seorang babysitter tentang LeAnn.


LeAnn, Bayi Orangutan yang Sudah Pandai Membuat Sarang (Kredit foto: Nico)

LeAnn, Bayi Orangutan yang Sudah Pandai Membuat Sarang (Kredit foto: Nico)

LeAnn, Bayi Orangutan yang Sudah Pandai Membuat Sarang (Kredit foto: Nico)

LeAnn memiliki sejarah yang kurang menyenangkan. Bayi LeAnn sempat dijadikan display di salah satu tempat hiburan di kota Bontang. Pemilik taman hiburan tersebut membeli LeAnn dari masyarakat sekitar Bengalon. Daerah itu dikenal sebagai daerah dengan ekspansi pembukaan lahan yang cukup tinggi, baik untuk lahan tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

“Kalau kita melihat kepandaian LeAnn membuat sarang, dapat dipastikan bahwa dia itu dulunya orangutan liar yang terpaksa harus dipisahkan dengan induknya karena ekspansi pembukaan lahan,” ujar Wiwik, Koordinator Satwa di Samboja Lestari menjelaskan.

Semoga LeAnn segera tumbuh besar dan dapat dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup