Apakah kamu member?

[PRESS RELEASE] YAYASAN BOS DI SAMBOJA LESTARI KEMBALI MELEPASLIARKAN 2 ORANGUTAN REHABILITAN

Setelah berhasil melepasliarkan 3 orangutan rehabilitan pada bulan lalu, Yayasan BOS melalui programnya di Samboja Lestari kembali meleapasliarkan 2 orangutan rehabilitan ke Hutan Kehje Sewen. 

Samboja, Kalimantan Timur, 5 Mei 2012. Dua orangutan rehabilitan – yaitu Berlian dan Hamzah – akan diberangkatkan ke Hutan Kehje Sewen dari Program Reintroduksi Orangutan dan Rehabilitasi Lahan Samboja Lestari di Kalimantan Timur. Satu orangutan lainnya – Abbie – akan diberangkatkan selanjutnya. Pelepasliaran ini adalah pelepasliaran orangutan kedua di Kalimantan Timur sepanjang tahun 2012 ini, dan akan terus berlanjut sampai target pelepasliaran orangutan dapat tercapai di tahun 2015, sesuai dengan Rencana Aksi Konservasi Orangutan Indonesia 2007-2017 yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali tahun 2007.

Hutan Kehje Sewen merupakan hutan yang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dikelola oleh PT Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Yayasan BOS pada tanggal 21 April 2009. Dengan Izin ini, pengelola dapat menggunakan kawasan hutan yang sangat dibutuhkan untuk melepaskan Orangutan rehabilitan dari pusat reintroduksi Orangutan Yayasan BOS di Kalimantan Timur.

CEO Yayasan BOS, Dr. Jamartin Sihite menyatakan, “Untuk dapat mencapai target pelepasliaran orangutan pada tahun 2015, dibutuhkan lebih banyak lagi lahan restorasi ekosistem. Untuk itu, berbagai upaya terus dilakukan bekerjasama dengan pemerintah daerah Kalimantan Timur baik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur maupun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.”

Keberhasilan pelaksanaan pelepasliaran orangutan ini tidak lepas dari dukungan dan kemurahan hati dari mitra Yayasan BOS, Vier Pfoten dan juga beberapa sektor swasta seperti Kaltim Prima Coal, Arutmin Indonesia dan Ecodynamics serta didukung penuh oleh para pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Kehutanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kutai Timur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan seluruh masyarakat Kutai Kartanegara dan Kutai Timur.

Letkol Pnb. Riva Yanto, Komandan Lanud Sepinggan Balikpapan menyatakan, “Sebuah kehormatan bagi kami dapat bekerjasama dengan Yayasan BOS dalam kegiatan pelepasliaran orangutan yang selama ini menjadi program pemerintah dan internasional. Seperti yang kita tahu, keberadaan orangutan sudah hampir punah maka menjadi kewajiban kita semua untuk ikut serta dalam usaha pelestarian orangutan.”

Bungaran Saragih, Ketua Dewan Pembina Yayasan BOS menambahkan, “Saya sangat senang melihat antusiasme pihak swasta dan para pemangku kepentingan yang telah menunjukkan kemauan dan kontribusinya dalam kegiatan ini. Semoga untuk ke depannya akan lebih banyak lagi pihak yang terlibat, demi tercapainya tujuan kita bersama yaitu mengembalikan seluruh orangutan yang ada di pusat reintroduksi ke habitat aslinya.”

Sama seperti sebelumnya, setelah diterbangkan dari Samboja Lestari dengan helikopter TNI AU jenis NAS-332 Super Puma dari Skuadron Udara 6 Lanud Atang Sandjaja Bogor, kedua orangutan tersebut akan ditempatkan di kandang aklimatisasi yang berada di Hutan Kehje Sewen selama satu hari sebagai upaya penyesuaian pada lingkungan yang baru, sebelum dilepasliarliarkan pada tanggal 6 Mei 2012.



KAMI JUGA MENYARANKAN

MEMBUKA TAHUN 2021, SSMS DAN YAYASAN BOS MEMINDAHKAN TIGA ORANGUTAN KE PULAU SUAKA BADAK KECIL

Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) bersama PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tbk., telah menyiapkan tiga orangutan untuk dipindahkan ke pulau suaka berhutan di Gugusan Pulau Salat, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Ini adalah upaya pemi

YAYASAN BOS TERUS BEKERJA DI TENGAH KONDISI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA KABUT ASAP DI KALIMANTAN

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menerpa Kalimantan dan sejumlah wilayah lain di tanah air. Di tengah kondisi yang membahayakan ini, Yayasan BOS bersama para pemangku kepentingan terus bekerja keras melindungi dan merehabilitasi orangutan

SUAKA ORANGUTAN DIRESMIKAN MENTERI KLHK DI HARI CINTA SATWA DAN PUSPA NASIONAL

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar meresmikan Pulau Badak Kecil, salah satu pulau di Gugusan Pulau Salat Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, sebagai pulau suaka alami orangutan yang pertama di dunia. Pada peresmian

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup