Memperingati Hari Orangutan Internasional yang jatuh di tanggal 19 Agustus, Borneo Orangutan Survival Foundation akan kembali melepasliarkan 5 orangutan dari Samboja Lestari ke Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Inilah profil mereka.
1. AJENG
Ajeng adalah orangutan betina yang disita Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dari seorang warga di Samarinda, Kalimantan Timur, dan tiba di Samboja Lestari pada 9 Agustus 2007. Saat itu ia masih berusia 1 tahun dan berada dalam keadaan baik dan sehat. Bayi perempuan Ajeng juga masih menunjukkan sifat liarnya, ia tidak suka jika ada manusia di dekatnya.
Seiring berjalannya waktu, Ajeng pun menjadi orangutan yang pintar yang mau mengikuti pelajaran para babysitter di sekolah hutan. Di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Ajeng menjadi siswa Sekolah Hutan 2 yang cukup pandai. Ia sangat mandiri dan pandai dalam mengenali pakan alaminya. Ia juga merupakan betina penjelajah yang handal dan sangat aktif beraktivitas di atas pohon. Dibandingkan dengan teman-temannya, Ajeng merupakan orangutan yang dominan.
Kini Ajeng berusia 9 tahun dengan berat badan 33 kg. Orangutan betina yang cantik dengan rambut tipis berwarna coklat kehitaman ini tak lama lagi akan membuktikan kemandiriannya di hutan yang sesungguhnya, Hutan Kehje Sewen.
2. LONG
Long adalah orangutan betina yang diserahkan oleh seorang warga Nehas Liah Bing kepada BOS Foundation Samboja Lestari, Kalimantan Timur pada 8 Agustus 2007. Ia datang sebagai bayi orangutan berusia 1 tahun yang masih memiliki sifat liarnya; ia tidak suka dipegang dan dipeluk oleh manusia dan akan bertindak agresif jika ada yang berusaha menyentuhnya. Kala ltu, Long ditemukan di areal Hutan Adat Dayak Wehea. Area ditemukannya Long ini berlokasi tidak jauh dari Hutan Kehje Sewen, hutan tempat pelepasliarannya kini. Long akan segera “pulang kampung”!
Long kini telah tumbuh menjadi orangutan betina dominan yang memiliki sifat keibuan serta kemampuan yang mengesankan. Di Sekolah Hutan, Long seringkali terlihat mengasuh dan menjaga Arief, orangutan jantan berusia 3 tahun yang telah kehilangan induknya. Ke mana pun Long pergi, Arief akan setia mengikutinya dan Long dengan sabar menemani dan mengajaknya bermain. Long juga kerap kali terlihat mengajarkan kepada orangutan muda menjelajah hutan, mengenali pakan alami, juga membuat sarang.
Kini si betina yang memiliki paras cantik sudah berusia 9 tahun dengan berat badan 34 kg. Ia telah siap kembali ke tempat dia dulu berasal untuk menjalani hidup baru sebagai orangutan liar sejati di Hutan Kehje Sewen.
3. ARIEF
Arief adalah orangutan jantan hasil konviskasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Tenggarong di rumah salah satu warga yang tinggal di Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Orangutan muda berusia 2 tahun itu telah kehilangan induknya dan dirawat oleh tim Samboja Lestari sejak Maret 2013.
Di Sekolah Hutan, Arief bertemu dengan Long, orangutan betina berusia 9 tahun yang kemudian mengadopsinya dan menyayanginya layaknya anaknya sendiri. Kisah Long dan Arief bermula dari pertemuan mereka di Sekolah Hutan Level 1. Long—yang saat itu adalah murid Sekolah Hutan Level 2—bermain cukup jauh hingga ia tiba di Sekolah Hutan Level 1, tempat Arief belajar. Di sanalah dia bertemu dengan Arief. Entah bagaimana, naluri keibuan Long muncul dan dia mengangkat Arief dalam gendongannya. Arief, sebagai orangutan muda yang secara alami masih membutuhkan induk, tentu saja menerima ajakan Long. Sejak saat itulah mereka selalu bersama.
Kini Arief tumbuh menjadi individu orangutan jantan yang mengagumkan berkat kasih sayang Long, ibu asuhnya. Dan diusianya yang menginjak 5 tahun dengan berat badan 14 kg, Arief dan Long akan segera kembali pulang ke rumah sejatinya di Hutan Kehje Sewen.
4. ERICA
Erica adalah orangutan betina yang disita oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dari seorang warga di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, dan tiba di Samboja Lestari pada 17 April 2006. Saat itu usinya 10 bulan.Erica sangat manja sekali dan sangat ramah terhadap orangutan yang lainnya.
Erica dan teman-temannya yang lain belajar dan bermain bersama di Sekolah Hutan setiap harinya dan perkembangannya semakin mengesankan. Ia termasuk orangutan yang sangat mandiri, juga sangat aktif memanjat pohon dan suka menjelajah.
Setelah melewati masa-masa yang menyenangkan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, Erica yang cantik dan senang menyendiri kini berusia 9 tahun dengan berat badan 23 kg ini akan segera kembali ke habitat alaminya, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur.
5. LEONIE
Leonie merupakan orangutan betina yang diserahkan oleh seorang warga di Sangatta, Kalimantan Timur kepada BOS Foundation Samboja Lestari. Ia menemukan Leonie di lahan batubara di dekat desa tempat tinggalnya. Saat tiba di Samboja Lestari pada 8 November 2006, Leonie masih berumur 2 tahun dan ia terlihat takut dengan keberadaan manusia.
Leonie yang mempunyai rambut coklat terang dan bertubuh besar ini dikenal sebagai murid terpandai di Sekolah Hutan Level 2. Leoni selalu mengajak orangutan lain untuk menjelajahi hutan dan mengajari mereka pakan alami yang tersedia di hutan. Di sekolah hutan, Leoni tidak terlalu suka berdekatan dengan babysitter atau teknisi. Dia memang semakin mandiri!
Dengan kemampuan yang dimilikinya, Leonie yang kini berusia 11 tahun dengan berat badan 34 kg ini siap menyongsong kebebasannya di Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur.