Apakah kamu member?

DAMPAK ASAP KEBAKARAN HUTAN TERHADAP SATWA DAN ORANGUTAN

Saat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perhatian umumnya tertuju pada luas area yang terbakar serta dampak ekonomi yang ditimbulkannya. Padahal, ada krisis lain yang juga dirasakan oleh satwa liar dan orangutan. Kebakaran tidak hanya mengancam habitat mereka, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, akses terhadap pakan dan air, serta kemampuan mereka untuk menjalankan perilaku alaminya.

Dampak yang tidak kalah berbahaya berasal dari asap yang dapat menyebar jauh melampaui area yang terbakar, mengikuti arah dan kondisi angin. 

Yang Terjadi di Luar Area Karhutla

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan di wilayah yang terbakar. Asap dapat terbawa angin dan memengaruhi kawasan di sekitarnya, termasuk habitat yang tidak secara langsung terdampak oleh api. Bagi satwa liar yang terpapar asap dalam waktu lama, kondisi ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

Dampak kebakaran juga dapat berlangsung lebih lama daripada keberadaan api itu sendiri. Ketika vegetasi terbakar dan sumber pakan berkurang, orangutan dan satwa liar lainnya dapat mengalami kesulitan dalam memperoleh makanan. Kerusakan habitat juga dapat mengurangi ketersediaan sumber air dan memaksa satwa berpindah untuk mencari sumber daya yang masih tersedia.

Kondisi ini menjadi semakin kompleks pada ekosistem gambut. Kebakaran di lahan gambut dapat menjalar dan bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga sulit dideteksi dan dipadamkan secara menyeluruh. Bahkan ketika api di permukaan telah berhasil dikendalikan, titik panas di bawah permukaan masih dapat muncul kembali dan memicu kebakaran lanjutan.

Dalam kondisi tertentu, operasi pemadaman dari udara, termasuk water bombing, dapat digunakan sebagai bagian dari strategi penanggulangan kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Namun, efektivitasnya bergantung pada kondisi medan, jenis kebakaran, akses terhadap sumber air, serta strategi pemadaman yang diterapkan oleh tim di lapangan. 


Ancaman Karhutla Bagi Kesejahteraan Satwa

Dampak karhutla dapat memengaruhi berbagai aspek kesejahteraan satwa (animal welfare). Salah satu cara untuk memahaminya adalah melalui kerangka Five Freedoms, yang mencakup kebebasan dari kelaparan dan kehausan, ketidaknyamanan, rasa sakit, cedera dan penyakit, rasa takut dan penderitaan, serta kebebasan untuk mengekspresikan perilaku alami.

Bebas dari Kelaparan dan Kehausan

Musnahnya vegetasi akibat kebakaran dapat menghilangkan atau mengurangi sumber pakan yang tersedia bagi orangutan. Kerusakan habitat juga dapat mengubah ketersediaan sumber air dan memaksa satwa menempuh jarak yang lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.

Ketika sumber pakan dan air semakin terbatas, orangutan dapat menghadapi tekanan tambahan untuk meninggalkan wilayah jelajahnya dan mencari sumber daya di kawasan lain.

Bebas dari Ketidaknyamanan Lingkungan

Asap tebal dapat menurunkan kualitas udara dan jarak pandang di dalam hutan. Paparan asap dapat menyebabkan iritasi pada mata serta gangguan pada saluran pernapasan, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.

Bagi orangutan yang berada di kawasan terdampak, kondisi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas harian, termasuk mencari makan, bergerak di antara pepohonan, dan beristirahat.

Bebas dari Rasa Sakit, Cedera, dan Penyakit

Risiko terhadap kesehatan satwa tidak hanya berasal dari kontak langsung dengan api. Orangutan yang berada di kawasan yang terbakar juga dapat mengalami luka bakar saat berusaha berpindah melalui area yang terdampak api.

Sementara itu, paparan asap dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut (ISPA). Setelah kebakaran, kondisi tanah yang berubah, termasuk munculnya lubang atau bagian tanah yang tidak stabil pada area gambut, juga dapat menjadi risiko tambahan bagi satwa yang melintas.

Bebas dari Rasa Takut dan Penderitaan Mental

Kebakaran menghadirkan perubahan lingkungan yang sangat drastis. Kobaran api, panas, asap tebal, suara aktivitas pemadaman, serta hilangnya tempat berlindung dapat menjadi sumber tekanan bagi satwa liar.

Situasi tersebut dapat memicu respons stres dan mengganggu pola aktivitas normal satwa, terutama ketika mereka harus terus berpindah untuk mencari tempat yang lebih aman. Kondisi psikologis yang terganggu ini lama-kelamaan akan melemahkan sistem imun mereka, sehingga mereka menjadi lebih rentan terhadap serangan penyakit.

Bebas Mengekspresikan Perilaku Alami

Kerusakan habitat akibat kebakaran dapat membatasi ruang yang tersedia bagi orangutan untuk menjelajah, mencari pakan, membangun sarang, dan menjalankan berbagai perilaku alaminya.

Ketika sumber daya di dalam habitat semakin terbatas, orangutan juga dapat terdorong keluar dari kawasan hutan menuju perkebunan atau permukiman untuk mencari makanan. Kondisi ini pada akhirnya dapat meningkatkan potensi konflik antara satwa dan manusia.

Menyelamatkan orangutan dan menangani karhutla di Kalimantan bukanlah tugas satu lembaga semata. Ketika api melanda habitat penting, terutama kawasan yang sulit dijangkau, diperlukan koordinasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk memastikan kebakaran dapat ditangani sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap satwa liar.

Respons cepat terhadap karhutla juga perlu diikuti dengan pemantauan kondisi satwa yang terdampak. Menyelamatkan orangutan tidak berhenti ketika api berhasil dipadamkan dan asap mulai menghilang. Kondisi kesehatan, ketersediaan pakan, keamanan habitat, dan potensi konflik dengan manusia tetap perlu diperhatikan selama proses pemulihan.

Pekerjaan berikutnya justru dimulai ketika kebakaran berakhir. Hutan yang terbakar membutuhkan waktu untuk pulih dan menyediakan kondisi yang mendukung kehidupan satwa. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini, termasuk pemetaan area berisiko, pemantauan kondisi lingkungan, analisis arah angin, serta penggunaan teknologi seperti drone, menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran berulang. 




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup