Apakah kamu member?

AJENG PENCARI MAKAN YANG HANDAL

Baru-baru ini, Tim PRM kami di Camp Nles Mamse mengamati Ajeng selama beberapa hari, dan merasa senang menyaksikan kemajuan sejak pelepasliarannya di Hutan Kehje Sewen.

Tim mencatat bahwa Ajeng menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian mencari makan. Pada beberapa kesempatan ia sempat terlihat bersama Hanung, tapi itu tidak berlangsung lama karena ia lebih memilih untuk menyendiri. Selama pengamatan, Ajeng tampak sehat dan memiliki nafsu makan yang baik, hal ini bisa dilihat dari jumlah waktu yang dihabiskan setiap harinya. Tim melihat ia banyak makan buah, daun muda, umbut, dan rayap, yang berlimpah di hutan. Ajeng akan berada di puncak pohon yang tinggi untuk buah-buahan dan hanya turun ke tanah ketika memakan umbut dan rayap.

Pada saat pengamatan, Ajeng terlihat menghampiri ke sekumpulan umbut rotan yang merambat di dahan pohon. Dia dengan cepat mengambil sambil bergelantungan di dahan pohon, dan mengupas kulit umbut yang berduri menggunakan giginya untuk mengambil bagian dalamnya yang lembut. Setelah menyiapkan makanannya, Ajeng kemudian pindah ke posisi yang lebih nyaman untuk makan tanpa gangguan.


Ajeng Pencari Makan yang Handal (Kredit foto: Rusda)

Ajeng Pencari Makan yang Handal (Kredit foto: Bowo)

Ajeng Pencari Makan yang Handal (Kredit foto: Bowo)

Ajeng Pencari Makan yang Handal (Kredit foto: Bowo)

Umbut kecombrang (Etlingera sp.) juga tampaknya menjadi salah satu makanan hutan favorit Ajeng. Ketika ia menemukan sekumpulan tumbuhan kecombrang di lantai hutan, ia pun perlahan melahapnya. Umbut kecombrang lebih kecil dari umbut rotan dan menghasilkan bunga yang orangutan juga suka makan.

Rayap merupakan salah satu sumber protein untuk orangutan di habitat alaminya, dan Ajeng juga sangat menyukai rayap. Rayap trampil membangun sarang yang solid di lantai hutan, dan mereka memberikan sedikit tantangan untuk orangutan pintar sepeti Ajeng, yang menggunakan cabang dan batang pohon yang untuk memecahkannya sehingga rayap dapat dinikmati.

Sebagai orangutan liar, Ajeng tidak suka diikuti. Sesekali  ketika kami sedang mengobservasinya, Ajeng pun menunjukkan ketidaksukannya dengan mengeluarkan suara kiss-squeak dan melempar-lemparkan ranting kepada kami. Ajeng telah membuktikan dia telah beradaptasi dengan baik di rumah barunya.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup