Apakah kamu member?

ROMANSA DI PUNCAK BUKIT

Di satu hari yang cerah dua orang anggota tim PRM kami mendaki bukit di wilayah sebelah utara Hutan Bukit Batikap Kalimantan Tengah untuk mencari sinyal keberadaan orangutan. Biasanya di puncak bukit ini, kami menemukan sinyal para orangutan yang suka menjelajah jauh ke luar wilayah transek dan karenanya jarang dijumpai. Kami sangat senang menemukan dua orangutan tengah bersama di puncak bukit! Mereka adalah Jamiat dan Bonita.

Jamiat telah lama kami lepasliarkan di hutan ini, sementara Bonita adalah orangutan yang dilepasliarkan April 2014. Bonita tidak terlihat keberadaannya sejak awal April, jadi ini adalah observasi yang benar-benar menarik untuk menandai satu tahun dia di alam liar! Kami menganggap keberhasilan pelepasliaran ditentukan oleh kemampuan satu individu orangutan hidup di alam liar setidaknya satu tahun. Bonita telah melampaui satu tahunnya, kita bisa katakan ia telah sukses menjalani program pelepasliaran!

Selama dua hari pengamatan, Jamiat dan Bonita terus bersama-sama, tapi sayangnya tidak terlalu banyak berinteraksi. Berkali-kali Jamiat mematahkan cabang-cabang pohon dan mengeluarkan kiss-squeak sebagai tanda ketidaknyamanan dengan kehadiran kami dan hal ini mungkin justru membuatnya tidak berperilaku seperti biasa. Karenanya, kami tak bisa memastikan sedekat apa sebenarnya kedua orangutan ini. Namun di hari kedua pengamatan, di tengah hujan, kami sempat melihat mereka membangun sarang di atas pohon yang tinggi untuk menanti hujan reda. Kami tidak terlalu yakin mereka berbagi sarang, namun mereka menjelajah berdua saat datang dan menjauh dari pohon yang sama sebelum dan setelah hujan, dan kiss-squeakJamiat yang terkesan melindungi Bonita membuat kami menduga ada hubungan khusus di antara mereka.


Romansa di Puncak Bukit (Kredit foto: Fikri)

Romansa di Puncak Bukit (Kredit foto: BOSF 2016)

Romansa di Puncak Bukit (Kredit foto: Fikri)

Pasangan orangutan ibu dan anak memang umum menjelajah berdua, begitu pula pasangan jantan-betina dengan sang betina berada dalam masa subur. Tampaknya Jamiat berada di sekitar Bonita dengan tujuan untuk membuahinya. Karena Jamiat belum memiliki bantalan pipi atau cheekpad, tanda yang hanya dimiliki oleh jantan dominan, ia harus lebih pandai menerapkan strategi untuk mendekati betina. Jamiat tidak bisa mengeluarkan long call dan meneriakkan keberadaannya kepada betina-betina di sebuah daerah seperti layaknya jantan dominan, karena beresiko memberitahu lokasi keberadaannya kepada sang jantan dominan. Karenanya, Jamiat dengan cerdas mengambil langkah ini, mendekati betina kesukaannya diam-diam dan berusaha menjauhkannya termasuk dari para manusia yang ingin tahu. Kami tak sabar ingin segera menanti hasil kehamilan Bonita untuk melihat apakah upaya ini berhasil!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup