Apakah kamu member?

OBAMA DARI INDONESIA!

Di Pusat Rehabilitasi Orangutan BOS Foundation di Nyaru Menteng hiduplah satu orangutan muda yang memiliki nama yang sama dengan salah seorang tokoh politik terkemuka dunia ... 

 “Obama!”

Saya terkejut mendengar ibu asuh meneriakkan nama itu dan mendadak satu orangutan mungil tampak berlari menjauh dari kerumunan siswa Sekolah Hutan di tempat bermain, sementara ibu asuh mengejar di belakangnya. 

Kehebohan itu berlangsung singkat setelah ibu asuh berhasil menangkap orangutan tersebut, menggandengnya, dan mengajaknya kembali ke kelompok. Ketika melewati saya, ibu asuh itu tersenyum dan berkata, “Obama ini kadang-kadang bandel juga.”

Saya tertawa mendengarnya.

Berjalan kaki menuju ke kantor Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah bisa menjadi pengalaman menarik, tak jarang kita bisa melihat monyet ekor panjang mencuri jemuran, dokter hewan mendorong kereta berisi orangutan yang terbius untuk pemeriksaan di klinik, atau siswa Sekolah Hutan mengendap-endap untuk menjauh dan kabur untuk menjelajah hutan.

Namun begitu, sebagai seorang warga negara Amerika Serikat, saya tak pernah menduga akan bertemu Obama saat berjalan menuju kantor di Kalimantan! Saya tertarik ingin tahu lebih banyak tentang si ‘bandel’ Obama ini.

Saat ini, ada orangutan jantan berusia 9 tahun bernama Obama yang menghuni Nyaru Menteng. Kesamaan namanya dengan mantan Presiden Amerika memang bukan kebetulan. Orangutan ini diselamatkan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, saat berusia 5 bulan. Tanggal penyelamatannya adalah 6 November 2012, tanggal pelaksanaan pemilu di AS yang akhirnya memberikan Barack Obama kesempatan memerintah untuk periode 4 tahun kedua.

Meskipun Obama bukanlah Presiden AS yang pertama kali mengunjungi Republik Indonesia (Richard Nixon adalah Presiden AS pertama yang melakukannya di tahun 1969), ia sangat dikenal di sini karena ia adalah satu-satunya mantan Presiden AS yang pernah tinggal di Indonesia!

Saat berusia 6 tahun, Barack Obama pindah ke Jakarta, Indonesia, tempat ia tinggal bersama ibunya selama 4 tahun. Saat ia kembali berkunjung ke ibukota, puluhan tahun setelahnya, sebagai Presiden AS, beliau menceritakan kecintaan akan bakso dan sate yang dijual pedagang kaki lima. Masa kecil di Jakarta dan penghormatan beliau terhadap tradisi budaya Indonesia, membuat nama mantan Presiden Obama sangat populer di Indonesia.

Jadi, saat ada satu orangutan mungil diselamatkan di hari yang sama dengan Presiden Obama terpilih kembali, tim BOSF segera memberinya nama Obama.


Di awal tahun 2013, orangutan Obama bergabung dengan Grup Nursery, sebelum bergabung dengan Sekolah Hutan dan akhirnya ‘lulus’ di tahun 2019. Selamat bertahun-tahun, orangutan Obama menunjukkan dengan gamblang bahwa ia berperilaku sangat berbeda dengan mantan Presiden Obama, dengan sesekali menggigit ibu asuh dan orangutan lain, namun di sisi lain ini menunjukkan bahwa ia sangat siap untuk hidup di alam liar. Ia pandai memanjat pohon, membangun sarang, dan mencari pakan sebaik orangutan lain. Kapan terakhir kali mantan Presiden Obama mengupas rotan dengan giginya, coba?

Sekarang, orangutan Obama tengah menjalani ujian akhir dalam perjalanan panjang rehabilitasinya dengan kepindahan ke Pulau Pra-pelepasliaran Salat, tempat ia membuktikan kepada tim teknisi kami bahwa ia telah siap hidup mandiri sebagai orangutan liar!

Kami berharap orangutan Obama bisa melalui ujian ini dengan baik, dan dalam beberapa tahun ke depan ia bisa hidup dengan bebas di hutan hujan Indonesia, melakukan perannya dalam membentuk populasi orangutan liar baru, dan membuat bangga mantan Presiden Obama atas kesamaan nama mereka! 




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup