Apakah kamu member?

WAJAH BARU PULAU 6

Perbaikan Pulau 6 akhirnya selesai. Setelah 5 bulan proses rekonstruksi, kini tampak sebuah platform baru yang diperuntukkan sebagai tempat orangutan beristirahat dan juga beberapa tali karet serta tong baru sebagai mainan orangutan.

Perbaikan pulau seluas 1,5 hektar ini menyita waktu yang tidak sebentar, karena benar-benar hanya mengandalkan keahlian dan tenaga karyawan Yayasan BOSF Samboja Lestari, tanpa bantuan kontraktor profesional. Siapa sajakah orangutan yang menjadi penghuni Pulau 6 tersebut? Mari kita berkenalan singkat dengan mereka.

Kembalinya Sang Maskot - Bujang
Tanggal 16 Januari 2015 adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Bujang. Setelah beberapa bulan orangutan jantan dewasa ini harus berada di kandang individu, akhirnya kini dia bisa beraktivitas bebas di pulau!

Proses pemindahan Bujang sendiri lumayan menguras tenaga. Bujang terlebih dahulu dibius dan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Memindahkan orangutan yang mempunyai bobot 80 kg bukanlah tugas yang mudah dan seluruh tim teknisi harus membawanya melintasi parit yang memisahkan pulau dari daratan.

Awalnya, setelah Bujang tersadar, dia begitu sangat gelisah dan marah dengan lingkungan barunya. Apalagi karena di sekitarnya dikelilingi banyak orang, yaitu tim teknisis kami yang sedang memastikan bahwa ia benar-benar pulih dari obat biusnya. Untungnya, hal itu tidak berlakngsung lama, perlahan ia mulai melihat-lihat sekitar dan berdapatasi dengan kondisi pulau tersebut.

Semoga kamu betah di pulau 6, Bujang!

Anih 
Sehari sebelum Bujang dipindahkan, Anih telah lebih dahulu ditempatkan di Pulau 6. Proses pemindahan Anih pun cukup menyulitkan teknisi dan tim medis karena Anih adalah orangutan betina dewasa yang terkenal galak. Bahkan ada seorang teknisi yang sampai terpeleset dan jatuh ke dalam sungai untuk menghindari kejaran Anih.

Tim harus berupaya keras agak lama untuk menenangkan Anih. Begitu Anih berhasil dibius, ia segera diperiksa terlebih dahulu oleh tim medis dan setelah itu ia berhasil ditempatkan di pulau 6. Sebelumnya, Anih adalah penghuni  Pulau 0. Ia dipindahlan ke Pulau 6 karena Pulau 0 akan digunakan sebagai pulau persiapan beberapa orangutan yang akan dilepasliarkan.


Anih dan Bujang tidak termasuk di antaranya. Mereka berdua ditempatkan di sisi pulau yang berbeda untuk mencegah mereka saling serang. Diharapkan perlahan-lahan Anih dan Bujang akan dapat menerima kehadiran teman mereka satu sama lain.

Saat ini pulau 6 sudah dibuka kembali sebagai edukasi untuk pengunjung yang ingin melihat orangutan.

Selamat menempati rumah baru untuk Bujang dan Anih!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup