Apakah kamu member?

BERTEMU SI GAGAH, ACUL

Pengamatan yang dilakukan oleh Tim Monitoring beberapa waktu yang lalu memberikan banyak cerita tentang perkembangan orangutan kita, diantaranya adalah Acul, Mayang, Yayang-Sayang, Leke, Lesan, Hamzah dan Casey!

Beberapa waktu yang lalu, ketika Tim sedang berpatroli di transek Gunung Belah, sekitar pukul 10.20 terdengar suara longcall dari kejauhan. Suara itu sangat jelas sekali terdengar dari arah timur. Kami lalu mengejar ke arah suara tersebut. Sampai di atas bukit, kami menemukan sarang yang masih baru dengan bau urin. Kami terus mencari keberadaan orangutan tersebut. Rasa penasaran kami terbayar ketika kami menemukan dua orangutan. Satu orangutan jantan ber cheek-pad yaitu Acul dan satu orangutan betina yaitu mayang. Sejak dilepasliarkan enam bulan yang lalu, Acul seakan menghilang. Setelah empat jam observasi pertamanya di hutan, Acul tidak pernah tampak lagi. Mungkin dia langsung menjelajah hutan, berkelana. Kami sangat senang mengetahui bahwa Acul dalam kondisi sehat.

Ketika mereka berdua mendapati keberadaan Tim, mereka langsung menghentikan kegiatan mereka. Acul langsung lari naik ke atas pohon sambil mengeluarkan suara kiss-squeak, mematahkan batang-batang pohon untuk dilemparkan ke arah Tim dan selalu berpindah-pindah pohon karena merasa terganggu dengan keberadaan manusia. Tim lalu mundur dan mencari tempat aman yang jauh dari pandangan Acul tetapi tetap bisa mengobservasinya. Sementara Mayang lari tak terkejar.

Acul banyak menghabiskan waktunya di atas pohon. Dia tampak sangat sehat dengan rambut panjang yang menutupi tubuhnya, kantong suara yang besar dan cheek pad yang membuatnya tampak semakin gagah! Kondisi ini jauh berbeda dengan enam bulan yang lalu ketika ia pertama kali dilepasliarkan di Kehje Sewen.

Tidak lama kemudian, Tim melihat beberapa orangutan di sekeliling Acul. Ada Mayang, Yayang-Sayang, Leke, Lesan dan Hamzah. Sekitar pukul 13.00 Acul membuat sarang siang untuknya beristirahat. Pukul 14.30, terlihat Leke mendekati sarang Acul. Acul langsung bangun dan mendekati Leke, tetapi sayang Leke sepertinya berubah pikiran dan langsung pergi menjauh dari Acul. Observasi kami akhiri pada pukul 17.42 ketika Acul akhirnya membuat sarang untuk tidur di malam hari.


Bertemu si Gagah, Acul (Kredit foto: Arif)

Bertemu si Gagah, Acul (Kredit foto: Bariyo)

Bertemu si Gagah, Acul (Kredit foto: Agus)

Bertemu si Gagah, Acul (Kredit foto: Acul)

Keesokan harinya, kami kembali ke area Acul. Aktivitasnya masih terus di atas pohon. Dia bermain dan menikmati makanan hutan bersama Yayang dan Sayang. Mereka tampak sangat nyaman bermain bersama. Yayang juga sudah melepaskan sang anak, Sayang untuk bermain sendiri. Sayang selalu bermain dengan Lesan, sedangkan Yayang lebih sering terlihat berada di dekat Acul. Terkadang Acul, Lesan, Mayang, Yayang dan Sayang terlihat bermain bersama.

Sementara itu, Leke kami temukan di transek fenologi Gunung Belah sedang makan umbut Calamuas sp.. Keesokan harinya kami masih menemukan Leke di lokasi yang sama. Kali ini kami melihat Leke berdua bersama Hamzah.

Lesan, Casey dan Hamzah tampak sangat sering terlihat party dan melakukan aktivitas bersama-sama. Mereka kami temukan di transek Wani, Gunung Belah. Mereka terlihat sangat akrab sekali. Bermain dan makan bersama dalam satu pohon. Tidak terlalu mengherankan karena mereka semua dilepasliarkan dalam satu grup pada bulan April 2012 yang lalu.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup