Trio orangutan misterius baru-baru ini muncul dekat Kamp Totat Jalu di Hutan Lindung Bukit Batikap, dan tim Post-Release Monitoring (PRM) kami awalnya tidak mengenali mereka. Namun, setelah tim PRM mencari ratusan berkas foto dari semua orangutan yang kami lepasliarkan di Batikap, tiga orangutan ini akhirnya teridentifikasi. Mereka adalah Inung, Indah, dan Ina! Ketiganya dilepasliarkan ke Hutan Lindung Bukit Batikap pada 30 November 2013.
Inung, sang induk, diselamatkan saat berusia dua tahun. Ia dibawa ke Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng tempat menjalani rehabilitasi dan diberi kesempatan hidup baru. Ia diajarkan semua keterampilan vital yang dibutuhkan untuk bertahan hidup di alam liar, dan kemudian dipindahkan ke Pulau Kaja tempat ia mempraktikkan keterampilan sebelum dilepasliarkan ke alam liar. Di Pulau Kaja, Inung melahirkan putrinya, Indah pada 2 Juni 2007. Pada 12 Juli 2012, Inung menyambut putri kedua bernama Ina. Inung terbukti sebagai ibu yang hebat, ia dilepasliarkan ke belantara Batikap ketika berusia 15 tahun, bersama dengan Indah yang berusia 6 tahun dan Ina yang berusia 1 tahun.
Ketiganya secara teratur terpantau di hutan selama tahun pertama setelah dilepasliarkan. Namun, lama-kelamaan mereka menjelajah lebih jauh ke dalam hutan dan sempat cukup lama tidak terpantau tim kami.
Indah terakhir kali teramati di bulan Agustus 2014, sementara Inung dan Ina terakhir kali terpantau Juli 2015! Kami semua sangat senang bertemu kembali dengan para orangutan ini setelah sekian lama, dan bahagia melihat ketiganya berkumpul di hutan.
Trio orangutan ini terpantau bermain bersama pasangan induk-anak Cindy dan Riwut hampir di sepanjang bulan Januari. Riwut dan Ina juga terpantau sering bermain bersama. Cindy dan Riwut dilepasliarkan bersamaan dengan ketiganya, mungkin mereka hanyalah teman lama yang ingin melepas rindu.
Ina tumbuh menjadi orangutan cantik dan mandiri dalam mencari pakan, meski ia masih sesekali kembali pada sang induk dan menjelajah bersama melalui pepohonan. Inung sangat lincah dan senang bermain bersama Riwut, meskipun ukuran tubuhnya dua lebih besar dari Riwut!
Sementara itu, Indah lebih pemalu dibandingkan Inung, induknya, yang pemberani dan selalu berada di tajuk pohon, mengintip di sela-sela batang pohon untuk mengawasi tim PRM.
Kami sangat bahagia menyaksikan para orangutan ini berinteraksi baik satu sama lain, dan melihat kondisi mereka yang sehat dan sejahtera di Batikap setelah beberapa tahun. Kabar yang sangat menyenangkan!