Apakah kamu member?

PROFIL KANDIDAT PELEPASLIARAN ORANGUTAN KE-12 NYARU MENTENG

Memasuki usianya yang ke-25 tahun, dan menjelang peringatan Hari Bumi Internasional yang jatuh pada tanggal 22 April 2016 mendatang, Yayasan BOS akan memberangkatkan sebanyak 12 individu orangutan dari Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng menuju titik-titik pelepasliaran yang telah ditentukan sebelumnya di Hutan Lindung Bukit Batikap. Inilah profil mereka
 

SEMI-LIAR
Semi-liar adalah orangutan yang pada saat diselamatkan, sudah pernah dan/atau cukup sering berinteraksi dengan manusia, tapi masih berperilaku liar dan secara konsisten memperlihatkan kemampuan yang cukup untuk hidup mandiri di hutan.

1. SOFI
Sofi tiba di Nyaru Menteng dari area konsesi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada 15 November 2006 saat usianya 4,5 tahun dengan berat badan 8 kilogram. Orangutan betina ini merupakan hasil penyelamatan (rescue) BKSDA Kalimantan Tengah dan tim rescue BOSF di Nyaru Menteng (NM). Ia ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan luka bakar cukup parah di kedua pergelangan tangan dan kakinya. Tangannya pun bengkak dan tidak bisa berfungsi dengan baik. Meski demikian, Sofi masih memiliki sifat liarnya. Ia tidak sedikitpun menunjukkan perilaku ketergantungan dengan manusia. Namun karena kondisi kesehatannya tidak terlalu baik, ia kemudian menjalani proses karantina untuk penyembuhan.

Kini usia Sofi sudah 14 tahun dengan berat badan 56 kg, berambut panjang berwarna coklat kemerahan. Sofi tumbuh menjadi orangutan betina yang cantik dengan tatapan mata yang tajam. Sembilan tahun di pusat rehabilitasi, Sofi yang agresif terhadap orangutan yang bertubuh lebih kecil darinya tak lama lagi akan diberangkatkan dan dilepasliarkan di rumah sejatinya, di belantara Hutan Lindung Bukit Batikap yang indah.

2. BELLI
Belli adalah orangutan betina hasil penyelamatan dari seorang pekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 21 Maret 2006. Saat tiba di Nyaru Menteng, usianya 4 tahun dengan berat badan 7,5 kilogram dan masih menunjukan perilaku liar.

Pada tahun 2009 saat ia menjalani proses rehabilitasi di sekolah hutan, Belli dan teman-temannya sempat kabur keluar area rehabilitasi Nyaru Menteng. Ketika ditemukan, kondisi mata kanannya terdapat luka infeksi sehingga tim medis Nyaru Menteng memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan bola mata agar infeksi tidak menyebar ke jaringan tubuh yang lainnya. Meskipun saat ini mata kanannya tidak bisa melihat, orangutan cantik yang memiliki rambut panjang yang tipis berwarna coklat kehitaman ini memiliki keterampilan yang sangat luar biasa.

Setelah lulus dari sekolah hutan, pada 19 September 2014 ia dipindahkan ke Pulau Kaja dan beradaptasi dengan sangat baik di sana. Belli dikenal sebagai orangutan yang lembut dan sangat ramah dengan orangutan lainnya. Ia pun sangat terampil dalam mencari pakan alami di hutan. Diusianya yang ke-15 tahun dengan berat badan 40,3 kg, Belli telah siap menyongsong kebebasannya di Hutan Lindung Bukit Batikap.

3. NOBRI
Nobri lahir di Pulau Kaja pada 29 Agustus 2005, ia merupakan putri pertama Shelli orangutan yang telah lebih dulu dilepasliarkan ke Hutan Lindung Bukit Batikap bersama Forest putri bungsunya pada November 2013.

Shelli, ibunya mengasuhnya dengan penuh kasih sayang dan membekalinya dengan ketrampilan bertahan hidup di alam liar. Tak heran, Nobri tumbuh menjadi orangutan liar yang mandiri dan percaya diri serta gemar menjelajah pulau. Nobri sangat terampil membuat sarang dan memilih pakan alaminya. Nobri memiliki perawakan yang padat berisi, membuatnya mudah dikenali. Ia tidak suka didekati manusia dan akan melakukan kiss-squeak untuk menunjukkan ketidaksukaannya.

Kini, di usia 11 tahun dengan berat badan 30 kg, si cantik berambut pendek dan tipis dengan wajah yang dihiasi bola mata bulat berwarna terang ini akan segera pulang ke rumah sejatinya di Hutan Lindung Bukit Batikap, berkumpul kembali dengan Shelli ibunya dan Forest adiknya.

 

———————————————————–
REHABILITAN
Rehabilitan adalah orangutan yang diselamatkan pada usia sangat muda dan/atau sudah cukup lama menjadi peliharaan manusia sehingga belum memiliki atau sudah kehilangan sebagian besar kemampuan untuk hidup mandiri di hutan, dan karenanya harus terlebih dahulu melalui proses rehabilitasi.

4. LOMON
Lomon merupakan orangutan jantan yang disita oleh BKSDA Kalimantan Tengah dari seorang warga di Kota Sampit, Kalimantan Tengah pada 10 April 2006. Menurut informasi, Lomon ditemukan warga tengah berada di kebun nanas dan setelah ditangkap, ia dipelihara dan dirantai dalam kotak kayu tanpa ruang gerak yang cukup. Lomon tiba di Nyaru Menteng dalam kondisi kurang gizi parah, anemia (kekurangan sel darah merah atau Hb), dan hypoproteinemia (kekurangan protein dalam darah), diperkirakan akibat malnutrisi selama bertahun-tahun.

Lomon tumbuh menjadi orangutan jantan yang sehat dan mandiri. Ia merupakan salah satu orangutan dalam serial Orangutan Diary produksi stasiun TV BBC. Setelah lulus dari Sekolah Hutan, Lomon yang memiliki tatapan sendu dan kulit wajahnya yang berwarna hitam serta bibirnya yang agak putih ini menghuni pulau pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat. Ia menjadi penjelajah yang handal di sana. Ketika di pulau Lomon sangat dominan, Ia memimpin teman-temannya ketika waktu makan tiba, mendominasi makanan, dan memastikan ia adalah yang pertama memilih makanan. Ia sangat ahli membuka kelapa hanya dalam waktu 30 detik!

Kini Lomon berusia 14 tahun dengan berat badan 51,4 kg. Jika kita kilas balik ketika Lomon pertama kali tiba di Nyaru Menteng, dia sangat kurus dan tidak memiliki rasa percaya diri. Sekarang dia sangat percaya diri, dominan dan sangat disegani oleh para orangutan. Selama 10 tahun tinggal di pusat rehabilitasi, Lomon telah mempelajari keterampilan bertahan hidup di hutan dan ia telah siap untuk membuktikan kemampuan dan kemandiriannya sebagai orangutan liar sejati di Hutan Lindung Bukit Batikap.

5. SUTA
Suta merupakan orangutan betina yang disita dari seorang karyawan sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Pundu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada 6 Februari 2007. Saat itu usianya 3 tahun dengan berat badan 8 kilogram.

Setelah lulus dari Sekolah Hutan pada 2012, Suta yang memiliki rambut pendek tebal berwarna coklat ini menempati Pulau Bangamat, salah satu pulau pra-pelepasliaran orangutan di Nyaru Menteng. Namun pada saat terjadi kemarau panjang di tahun 2013, debit air di Sungai Rungan menyusut menjadi kering sehingga Suta berhasil menyebrang ke Pulau Kaja. Di Pulau Kaja, Suta tumbuh menjadi penjelajah yang handal di pulau dan terampil memilih pakan alami serta membuat sarang.

Suta yang memiliki paras cantik ini mudah dikenali karena memiliki mata yang bulat dan ada benjolan di dahinya. Setelah melewati sembilan tahun yang menyenangkan di pusat rehabilitasi, dan diusianya yang menginjak 11 tahun dengan berat badan 38 kg, tiba waktunya untuk Suta meraih kebebasannya di Hutan Lindung Bukit Batikap, Kalimantan Tengah.

6. OLBERT
Olbert merupakan orangutan jantan yang berhasil disita dari seorang karyawan perkebunan kelapa sawit di Desa Pundu, Kabupaten Kotawaringn Timur pada tanggal 24 Februari 2007. Saat tiba di Nyaru Menteng, ia berusia 3 tahun dengan berat badan 6 kg dan masih menunjukkan perilaku liar. Setelah melewati masa karantina, ia kemudian bergabung dengan orangutan lainnya di Sekolah Hutan untuk menjalani proses rehabilitasi agar kelak menjadi orangutan liar yang mandiri.

Setelah lulus dari Sekolah Hutan, Olbert masuk ke pulau pra-pelepasliran di Pulau Bangamat pada 20 Desember 2012. Orangutan jantan berambut panjang tebal berwarna coklat gelap ini cukup ramah dan mudah bergaul serta sangat terampil dalam membuat sarang dan mendapatkan pakan alaminya.

Olbert memiliki wajah yang menawan dihiasi tatapan mata yang tegas, dahi yang datar dengan garis tipis bantalan pipi yang kini sudah mulai tumbuh serta janggut berwarna oranye. Kini Olbert berusia 12 tahun, dan dengan kemampuan yang dimilikinya, ia siap untuk menjelajahi rumah sejatinya di Hutan Lindung Bukit Batikap.

7. GINA
Gina tiba di Nyaru Menteng pada 3 November 2001 setelah disita oleh BKSDA Kalimantan Tengah dari seorang warga di Desa Pujon, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Saat itu ia masih berusia satu tahun dengan berat badan 4 kg dan terdapat luka yang sudah membusuk di jari kelingking tangan kirinya dan berkat perawatan intensif yang diberikan oleh tim medis kami, jari kelingkingnya pulih kembali.

Sama seperti orangutan rehabilitan yang lain, setelah lulus dari Sekolah Hutan, Gina masuk ke pulau pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat. Pada tahun 2012, tim medis kami menemukan bahwa mata kanan Gina menderita katarak, yang mungkin disebabkan oleh serpihan kayu yang masuk ke matanya saat ia beraktivitas. Tapi, hal itu tidak menghambat aktivitasnya; ia tetap bisa menjelajah dari pohon ke pohon, membangun sarang, dan mendapatkan pakan alaminya.

Orangutan bertubuh gempal dengan rambut panjang tebal berwarna coklat kehitaman ini kini telah berusia 16 tahun dengan berat badan 59,2 kg. Dengan segala kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya, ia telah siap untuk kembali ke rumah sejatinya di Hutan Lindung Bukit Batikap.

8. ZAKIA
Zakia tiba di Nyaru Menteng pada 28 Juni 2003 setelah disita oleh BKSDA dari seorang warga Desa Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah yang menjadikannya hewan peliharaan di sebuah kandang kayu. Saat tiba di Nyaru Menteng ia masih berusia 8 bulan dengan berat badan 1,7 kililogam dan mengalami dehidrasi berat. Tim medis pun langsung memberikan penangan segera.

Lulus dari Sekolah Hutan Zakia dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran di Pulau Bangamat. Zakia yang memiliki rambut tebal berwarna coklat kehitaman ini dikenal sebagai penjelajah yang handal dan terampil memilih pakan alami. Ia gemar bermain air.

Zakia yang bertumbuh gempal dan berparas cantik ini kini berusia 14 tahun dengan berat badan 50 kg. Selama 13 tahun menjalani proses rehabilitasi yang menyenangkan, keterampilannya bertahan hidup di hutan sudah tidak diragukan lagi dan tidak lama lagi, ia akan menjelajahi indahnya Hutan Lindung Bukit Batikap.

9. OLIVIA
Olivia akrab dipanggil Olive adalah orangutan betina yang disita dari warga Desa Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat pada 28 Maret 2003. Saat tiba di Nyaru Menteng, usianya 2 tahun dengan berat badan 9 kilogram.

Setelah lulus dari sekolah hutan, pada tahun 2013 ia pun dipindahkan ke Pulau Kaja. Olivia yang memiliki rambut panjang dan tipis berwarna coklat kemerahan ini dikenal sebagai orangutan yang dominan dan sangat agresif setiap melihat ada manusia di dekatnya. Olivia mudah dikenali karena memiliki kulit wajah yang hitam dan kulit pada kelopak matanya berwarna agak kemerahan.

Olivia  kini telah berusia 15 tahun dengan berat badan 54,3 kg. Dengan semua keterampilan yang sudah dipelajarinya selama 13 tahun di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng, ia telah siap untuk meneruskan hidupnya sebagai orangutan liar di rumah sejatinya di Hutan Lindung Bukit Batikap.

10. SULE
Sule yang saat itu berusia 2 tahun dengan berat badan 7,5 kilogram merupakan orangutan betina yang disita dari seorang warga di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur pada 26 November 2010.

Setelah empat tahun belajar di Sekolah Hutan, pada 20 September 2014 Sule mulai mengikuti tahapan “university” di Pulau Kaja. Sule yang memiliki rambut panjang berwarna coklat gelap ini bukanlah orangutan yang agresif, namun ia memiliki kewaspadaan yang tinggi. Ia lebih senang menyendiri dan tidak lagi suka dengan kehadiran manusia. Sule dikenal sebagai penjelajah yang handal di pulau Kaja.

Orangutan berparas cantik ini kini berusia 9 tahun dengan berat badan 35,8 kg. Setelah menjalani proses rehabilitasi kurang lebih 6 tahun, Sule telah tumbuh dan berkembang menjadi orangutan betina yang mengagumkan dan telah siap untuk mengawali fase barunya menjadi orangutan liar di Hutan Lindung Bukit Batikap.

11. KEVIN
Kevin adalah orangutan jantan yang disita oleh tim penyelamatan (rescue) gabungan BKSDA Kalimantan Tengah dengan BOS Foundation Nyaru Menteng dari seorang warga di Kota Sampit, Kalimantan Tengah. Saat tiba di Nyaru Menteng ia masih berusia 2 tahun dengan berat badan 7,4 kilogram.

Sama seperti orangutan rehabilitan yang lain, setelah lulus dari Sekolah Hutan, Kevin masuk ke pulau pra-plepasliaran di Pulau Bangamat pada tahun 2012. Kevin dikenal sebagai orangutan jantan dominan yang agresif dan tidak suka dengan kehadiran manusia. Kevin yang memiliki rambut panjang berwarna coklat kehitaman dan pelipis matanya yang menonjol, juga dikenal sebagai penjelajah yang handal dan terampil memilih pakan alami. Bantalan pipi yang sudah mulai tumbuh di wajahnya yang kehitaman membuat Kevin semakin tampan.

Kevin yang mudah bergaul dengan orangutan lain ini telah belajar di Nyaru Menteng selama 13 tahun. Kini diusianya yang ke-16 tahun dengan berat badan 47,5 kg, si tampan Kevin siap menjelani hidup baru sebagai orangutan liar sejati di Hutan Lindung Bukit Batikap.


Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan ke-12 Nyaru Menteng (Kredit foto: BOSF 2016)

Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan ke-12 Nyaru Menteng (Kredit foto: BOSF 2016)

Profil Kandidat Pelepasliaran Orangutan ke-12 Nyaru Menteng (Kredit foto: BOSF 2016)

12. ELLA
Ella adalah orangutan betina yang disita dari seorang warga di Desa Pilang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah yang menjadikannya hewan peliharaan, dan tiba di Nyaru Menteng pada 28 Juli 2005. Saat itu usianya 2 tahun dengan berat badan 11 kilogram.

Pada 29 Juni 2013, Ella yang memiliki rambut tebal berwarna coklat kehitaman ini dipindahkan ke pulau pra-pelepasliaran di Pulau Kaja. Ella yang penyendiri merupakan orangutan yang pandai menjelajah dan terampil dalam mencari pakan alami yang ada di hutan. Ella juga dikenal sebagai orangutan yang memiliki kewaspadaan tinggi. Ia akan naik ke atas pohon dengan cepat saat merasakan adanya ancaman.

Ella yang berparas cantik dan memiliki rambut panjang tebal berwarna coklat kehitaman serta poni pendek yang menghiasi wajahnya ini kini berusia 14 tahun dengan berat badan 62,1 kg. Orangutan bertubuh gempal namun lincah ini telah siap  membuktikan diri untuk menyongsong kehidupan baru sebagai orangutan liar sejati  di Hutan Lindung Bukit Batikap.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup