Apakah kamu member?

BELAJAR MENGUPAS KULIT KAYU

Di suatu hari yang terik di awal bulan Juni lalu, tim Post Release Monitoring (PRM) kami dari Kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur mendengar samar suara patahan dahan tak jauh dari kamp. Setelah diperiksa, kami menemukan pasangan induk anak Lesan-Ayu dan Sayang-Padma, sedang makan siang. Sayang duduk bersama Padma dan Ayu, sedangkan Lesan duduk di pohon yang berbeda.

Padma dan Ayu begitu asyik bermain dan bergelantungan di dahan pohon sebelum akhirnya mulai mencari makanan. Ayu mulai menggigiti kulit pohon, dengan Padma memerhatikan dan memungut kupasan kulit kayu dari Ayu. Ayu mencari lapisan cambium di balik kulit pohon, yang lebih enak untuk dinikmati. Setelah sukses mengupas kulit pohon, Ayu duduk tenang dan menikmati bagian dalam kayu menggunakan giginya yang mungil.

Padma yang tertarik mencoba mengupas kulit kayu batang yang sama. Namun karena usianya lebih muda daripada Ayu, gigi dan kekuatan rahang Padma masih terlalu kecil untuk mengupas kulit pohon. Padma terus memerhatikan Ayu seperti layaknya adik belajar dari kakaknya. Akhirnya Padma mendapatkan selapis cambium yang bisa ia nikmati dan mereka makan bersama!


Para induk pun tampaknya lapar. Lesan menyusul yang lainnya dan mereka berempat berkumpul di sebatang pohon kedondong. Dengan lahap Lesan memakan dedaunan, ditemani Sayang yang sekaligus menyusui Padma. Pohon kedondong memang salah satu sumber pakan alami kesukaan orangutan, karena kulit, daun, buahnya semua bisa dimakan. Pesta di pohon kedondong ini diawali oleh keinginan para bayi orangutan untuk belajar mengupas kulit kayu.

Sungguh menakjubkan melihat orangutan muda yang lahir di alam belajar keterampilan menyintas secara bebas dan alami di hutan, tanpa bantuan manusia. Teruslah belajar, Ayu dan Padma!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup