Pada akhir Agustus lalu, kami, tim Post Release Monitoring (PRM) di Kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur, melakukan kegiatan patroli rutin orangutan dengan menyusuri dua transek, yaitu transek Ariyo-Marzuki dan Aldrin.
Dengan diterpa hujan, kami menuruni transek Marzuki. Kami sempat berpikir untuk kembali ke kamp akibat khawatir volume air sungai Pehpan meningkat dan banjir. Namun saat kami menyusuri transek Aldrin, ternyata hujan mulai reda. Kami lantas melanjutkan patroli, dan namun saat itu kami mendengar panggilan di alat komunikasi kami. Tim di kamp melaporkan adanya Hamzah bersama orangutan baru di dekat sana. Kami segera bergegas kembali ke kamp!
Setibanya di kamp kami segera menyiapkan semua peralatan pengamatan, lembar data, kamera, dan GPS. Salah satu anggota kami berhasil mencocokkan tampilan orangutan baru tersebut dengan data morfologi yang telah kami punya, ternyata orangutan itu adalah Bungan. Ia adalah betina yang kami lepasliarkan sekitar tahun 2017 dan tahun lalu kami evakuasi cukup jauh karena ia merusak fasilitas dan mencuri logistik kami di Nles Mamse, kamp kami yang terletak di sisi selatan Kehje Sewen.
Entah bagaimana Bungan bisa menyebrang kembali ke wilayah ini dan bertemu dengan Hamzah, dan langsung cocok dengan Hamzah. Belum lama ini, Hamzah harus berpisah dengan Bong yang kami pindahkan ke Muara Soh. Ssaat itu, tampak Hamzah sangat sedih. Ia langsung menghilang begitu Bong kami angkut pergi.
Berdasarkan pengamatan, kami bisa melihat bahwa Hamzah dan Bungan telah memiliki keterikatan dan menikmati waktu mereka bersama. Saat kami mencoba mendekati Bungan untuk melakukan observasi, Hamzah selalu bereaksi dan mendekati Bungan ke mana pun ia bergerak. Hal ini sangat berbeda dengan saat bersama Bong, Hamzah tidak selalu berada di dekat Bong saat kami amati.
Semoga kedekatan Hamzah dan Bungan bisa berujung pada lahirnya bayi orangutan baru di Kehje Sewen yang menambah populasi orangutan liar di sana!