PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Pesta tidak hanya dilakukan di kota besar atau di rumah kita, lo. Di hutan, sesekali juga ada pesta makan-makan. Tim Post Release Monitoring (PRM) kami di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Kalimantan Tengah, beberapa kali menyaksikan pesta makan-makan saat berpatroli di dalam hutan.
Di suatu hari di awal bulan April tahun ini, salah satu tim kami meninggalkan pondok pengamatan di pagi hari, seperti biasa, untuk melakukan pengamatan orangutan. Selama beberapa jam pertama sempat tidak mendapatkan sinyal keberadaan orangutan sama sekali. Namun menjelang tengah hari, kami menerima sinyal Janu, jantan yang kami lepas liarkan tahun 2017.
Tidak perlu waktu lama bagi tim kami untuk menemukan Janu. Ia ternyata tengah bersama Miri dan Kadek, dua betina yang dilepasliarkan tahun 2016 dan 2018. Saat ditemukan, mereka bertiga tengah asyik makan di atas tajuk pepohonan. Mereka bertiga berdekatan dan tampak tidak bermasalah dengan keberadaan masing-masing. Tak ingin mengganggu mereka, tim kami melakukan pengamatan dalam jarak yang aman.
Ketiganya tampak sehat secara fisik dan aktif berpindah posisi sembari asyik menikmati pakan. Tidak lama kemudian, Miri bergerak menjauhi meninggalkan Janu dan Kadek. Ia rupanya menemukan pohon lain di dekat situ yang tengah berbuah, lalu makan sepuasnya, dan kemudian membangun sarang siang untuk beristirahat. Sementara di sore harinya, sebelum membuat sarang malam, Miri terlihat asyik makan kulit kambium pohon pilang (Artocarpus odoratissimus).
Janu saat kami amati banyak mengonsumsi buah lunuk atau ara (Ficus sp.). Di satu saat, akibat mengamati tiga orangutan sekaligus, tim kami kehilangan visual atas jantan yang kini telah berusia 12 tahun tersebut. Tim kami mencoba mencari jejaknya, namun jam kerja transmitter yang dibatasi hanya beberapa jam dalam sehari, membuat kami harus merelakan pengamatan atas Janu di hari itu. Sementara Kadek, teramati beberapa kali makan umbut rotan dan buah lunuk bersama Miri.
Sangat menyenangkan bisa mengamati tiga orangutan makan sepuasnya! Tim kami sempat lupa waktu, dan keremangan petang tiba-tiba datang mengejutkan kami. Miri segera membuat sarang malam dan Kadek membuat sarangnya sendiri tak jauh dari situ. Tim kami terus melanjutkan pengamatan sebisa mungkin saat masih ada cahaya, sebelum akhirnya gelap benar-benar menyelimuti, dan tim kami sebaiknya segera bergerak kembali ke pondok monitoring.
Sampai bertemu di pesta makan lainnya!