Apakah kamu member?

SATU BAYI ORANGUTAN KEMBALI DISELAMATKAN

Sesaat lewat tengah malam, hari Senin, 9 Agustus lalu, tim wildlife rescue BKSDA Tenggarong, Kalimantan Timur tiba di Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari untuk mengantar satu bayi orangutan jantan yang baru mereka selamatkan. Tim kami yang telah menanti di gerbang, segera mengeluarkan bayi orangutan yang masih tertidur tersebut dari dalam kandang kucing yang dipergunakan untuk mengangkutnya.

Kami menerima kronologi penyelamatan bayi orangutan ini dari tim BKSDA Tenggarong yang terdiri dari Bapak Rido, Ahmad Ripai, Dwi Suriyanto, dan M. Danang Anggoro, yang menerima informasi dari Bhabinkamtibnas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Kecamatan Bengalon tentang bayi orangutan yang ditemukan warga. Mendengar kabar tersebut, tim wildlife rescue BKSDA Tenggarong langsung meluncur ke Bengalon yang berjarak lebih dari 200 kilometer jauhnya untuk menyelamatkan bayi orangutan tersebut.  

Setibanya di Jalan KM.92 Bengalon, tim bertemu dengan Herman, warga yang pertama kali melapor kepada Bhabinkamtibnas. Menurut keterangan Herman, tetangganya menemukan orangutan tersebut di hutan seberang jalan, sendirian tanpa induk. Karena tahu bahwa orangutan tidak boleh dipelihara, maka ia segera menghubungi Bhabinkamtibnas dan Dinas Kebakaran Bengalon.

Bayi orangutan itu sempat semalam diinapkan di rumah Herman di dalam kandang kucing. Bayi itu sempat digendong oleh istri Herman karena kerap menangis. Bayi orangutan itu diberi makan pisang dan sedikit susu, yang dimakan sedikit saja. Dalam perjalanan ke Samboja Lestari, tim wildlife rescue BKSDA Tenggarong sempat memberi susu kepada bayi orangutan tersebut sebanyak tiga kali.


Setelah diserahterimakan kepada BOS Foundation Samboja Lestari, bayi orangutan yang akhirnya kami beri nama Galaksi segera dibawa ke Nursery oleh seorang ibu asuh kami. Ia memeluk erat ibu asuh yang menggendongnya.

Di Nursery, drh. Made Ayudita yang berjaga langsung melakukan pemeriksaan dan memberi susu kepada Galaksi. Hasil pemeriksaan drh. Made menunjukkan bahwa ia sedikit kurus dengan berat badan hanya 2,7 kg. Galaksi tidak memiliki luka atau cedera di tubuhnya, diperkirakan berusia sekitar 7 bulan dilihat dari geliginya, dan terindikasi menderita hernia umbicalis.

Galaksi harus menjalani karantina dan tidak boleh berinteraksi dengan satu-satunya bayi orangutan lain di grup tersebut yang bernama Ruby. Beberapa hari kemudian pada tanggal 12 Agustus 2021 lalu, tim medis kami melakukan tes usap (swab) antigen padanya dan hasilnya negatif.

Kini, setelah beberapa pekan berlalu, ibu asuh melaporkan bahwa kondisi Galaksi sehat dan aktif bermain, terutama dengan boneka di keranjangnya. Ia terlihat menikmati kebersihan, tampak dari kebiasannya untuk selalu keluar dari keranjangnya jika hendak buang air kecil atau BAB.

Kami merasa sangat optimis dengan masa depan bayi orangutan ini!  




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup