Apakah kamu member?

KELAHIRAN BUNGA, BAYI BUNGAN

Berita baik datang dari Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur dengan kelahiran bayi orangutan betina baru!

Pada bulan Agustus 2021, tim Post Release Monitoring (PRM) kami di kamp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur melakukan monitoring dan terpantau orangutan Bungan. Bungan merupakan orangutan betina yang dilepasliarkan tujuh tahun lalu, ketika terpantau ia sedang bersama Hamzah, orangutan jantan dominan yang dilepasliarkan sepuluh tahun lalu di kamp Lesik, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur.

Dari hasil observasi tim PRM, tercatat Bungan dan Hamzah terlihat aktif mencari pakan bersama dan beristirahat pada sarang siang bersama. Seperti yang diduga, Hamzah dan Bungan kopulasi di atas pohon. Setelah itu, Bungan dan Hamzah jarang terlihat bersama. 

Lalu pada bulan Mei tahun ini, Bungan kembali terpantau di Pelangsiran. Tim langsung menduga bahwa Bungan sedang hamil, karena melihat tanda-tanda kehamilan dari perut, alat kelamin (vulva), dan putingnya membesar. Jika dihitung berdasarkan terakhir kali Bungan dan Hamzah kopulasi, maka Bungan akan segera melahirkan. 


Setelah terakhir terpantau oleh kami, Bungan tidak terpantau selama 4 hari. Tim kami menerima kabar dari seorang teknisi bahwa Bungan terlihat dengan seorang bayi. Bayi mungil dalam gendongannya terpantau dalam kondisi yang baik. Setelah melakukan observasi kami dapat menentukan bahwa Bungan telah melahirkan seorang bayi orangutan betina, dan kami memberinya nama Bunga.

Bungan memiliki keterampilan sosial yang cukup baik dan tidak agresif terhadap orangutan lain. Dia sering terlihat menghabiskan waktu bersama orangutan jantan dan betina di hutan. Bungan terlihat bahagia dan puas dengan bayinya dan terlihat membelai serta merawat Bunga dengan penuh kasih sayang.

Bungan dan Bunga kemudian diperiksa oleh dokter hewan Muhtadin, ia menemukan luka kecil di jari tengah Bunga. Syukurlah, lukanya tidak terlalu parah dan dokter hewan Muhtadin hanya perlu menyemprotnya dengan obat untuk mencegah infeksi.

Bungan diketahui sering berada di daerah sekitar Pelangsiran di mana masyarakat lokal tinggal. Untuk itu, teknisi Hendra, anggota tim PRM Ayu, dan dokter hewan Muhtadin mentranslokasi Bungan dan Bunga ke lokasi di utara, melalui jalur Muara Soh, pada akhir Mei lalu. Selama perjalanan, Bungan tetap tenang dan makan dengan nyaman. Kandang angkut dibuka oleh Ayu pada siang hari, dengan Bungan dan bayinya bergerak menjauh dan menaiki tanjakan.

Semoga setelah kami translokasi, Bunga belajar banyak cara bertahan hidup dari Bungan sang ibu yang tangguh dan bekal awal bagi anaknya. 

Selamat menjalani peran baru sebagai ibu, Bungan!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup