PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Tim Post-Release Monitoring (PRM) kami di Hutan Lindung Bukit Batikap baru saja kedatangan tamu spesial yang beraktivitas di sekitar Pondok Monitoring Totat Jalu. Induk orangutan yang teridentifikasi sebagai Daisy ini menggendong anaknya yang masih kecil dan muncul dari arah Transek Anton. Kedua ibu dan anak ini berhasil mengumpulkan beberapa singkong yang ditanam oleh tim PRM kami di sekitar pondok monitoring.
Daisy adalah orangutan betina yang kami lepasliarkan pada 2012 lalu ke Batikap, tahun pertama kami melepasliarkan orangutan di area tersebut. Sampai kemunculannya kini, kami sama sekali tidak mengetahui kabar tentangnya. Tim PRM kami beruntung karena dapat melihatnya kali ini setelah Daisy mendekati pondok monitoring untuk mencicipi singkong yang ditanam di dekatnya.
Observasi pun segera dilakukan dan didapatkan hasil bahwa kedua induk dan anak orangutan tersebut dalam keadaan yang sehat dan aktif bergerak. Bayi Daisy terlihat masih sangat bergantung dengan induknya, ia erat mencengram rambut sang induk agar tidak terjatuh saat Daisy berpindah-pindah tempat.
Baca juga: PENGUNJUNG YANG TAK TERDUGA
Awalnya, tim PRM kami mengira bahwa kedua orangutan ini adalah Inung dan Indie yang biasa mampir di sekitar pondok monitoring. Namun, saat diperhatikan lebih saksama, tim PRM kami baru menyadari bahwa kedua orangutan ialah Daisy yang sekarang telah menjadi ibu dengan bayi di belakangnya.
Sampai saat ini kami masih belum mengetahui jenis kelamin anak Daisy tersebut. Namun, kami optimis ia akan tumbuh menjadi orangutan yang mandiri dan cekatan berkat pengajaran dari Daisy.