Apakah kamu member?

LIMA ORANGUTAN YANG DILEPASLIARKAN DI TNBBBR HIDUP SEJAHTERA

Tim Post Release Monitoring (PRM) kami di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) di Kalimantan Tengah memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan pengamatan harian terhadap 10 orangutan yang dilepasliarkan bulan lalu. Tim melakukan patroli dan melacak keberadaan orangutan melalui sinyal radio, berdasarkan catatan terakhir di mana orangutan tersebut berada. Setelah orangutan ditemukan, tim mengamati dan mencatat perilaku serta aktivitas mereka.

Data yang dikumpulkan dari misi pengamatan ini secara teratur dianalisis untuk mengetahui bagaimana setiap individu beradaptasi dengan kehidupan di alam liar. Berikut ini adalah ringkasan yang baru saja kami terima dari Tim PRM setelah melakukan pengamatan kepada beberapa orangutan yang dilepasliarkan pada Agustus lalu.

Pertemuan Kameloh dengan Rambo dan Mima
Kameloh dilepasliarakn di Transek Denny pada 14 Agustus, dan sejak itu Kameloh aktif mengeksplorasi lingkungan barunya. Orangutan jantan yang kuat ini beradapatasi dengan baik, dan ia teramati mengonsumsi buah-buahan hutan dan umbut rotan. Pada satu petualangannya, Kameloh bertemu orangutan jantan lain, Rambo, dan tidak lama setelah itu ia juga bertemu dengan orangutan betina bernama Mima.

Hari itu, Tim PRM kami mengamati Kameloh yang sedang berisitirahat di dahan pohon sambil menyantap beberapa buah. Tim melihat Rambo mendekati Kameloh, yang dengan cepat menunjukkan rasa tidak senangnya akan kehadiran Rambo: Dia bangun dari posisi istirahatnya dan mematahkan ranting-ranting pohon sambil mengeluarkan seruan panjang (Long call), seolah untuk menandai daerahnya. Rambo yang memiliki tubuh lebih kecil dengan cepat merubah pikiran untuk menemui Kameloh dan berbalik arah menjauh secepatnya.

Setelah berhasil menyingkirkan Rambo, Kameloh kemudian membangun sarang di pohon sangkuang dan tidur siang di sana.

Disaat mengamati Kameloh yang sedang istirahat, tim melihat Mima datang. Tanpa menyadari keberadaan Kameloh di sana, Mima mendekati pohon di mana Kameloh sedang tidur siang. Merasakan beberapa gerakan, Kameloh bangun dari tempat peristirahatannya; rambutnya mendiring, menunjukkan ketidaksukaannya terhadap tamu tidak diundang ini. Dengan cepat, Kameloh menghampiri dan dengan cepat menyadari bahwa tamunya merupakan orangutan betina.

Kameloh segera merubah responnya dan justru menujukkan ketertarikannya kepada Mima, namun Mima merasa risih dan bergegas pergi. Kameloh tidak ingin membiarkannya pergi begitu saja, dan mengejar Mima kurang lebih dua jam bersama tim yang sedang mengamatinya.

Pengejaran berakhir setelah Mima menyerah, dan Kameloh berhasil mengawini Mima. Dari situ, mereka telah resmi menjadi pasangan dalam hal menjelajah, mencari makan, dan menghabiskan waktu bersama-sama di hutan.

Doren dan Daichi
Pasca pelepasliarannya pada 11 Agustus lalu, Doren dan si kecil Daichi yang selalu menempel di perut ibunya, tanpa lelah menjelajahi rumah barunya di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Doren tampaknya menikmati penjelajahannya, dan Tim PRM kami harus berkerja keras untuk terus mengikuti Doren dan bayinya.


Lima Orangutan yang Dilepasliarkan di TNBBBR Hidup Sejahtera (Photo credit: BOSF 2016)

Lima Orangutan yang Dilepasliarkan di TNBBBR Hidup Sejahtera (Photo credit: BOSF 2016)

Lima Orangutan yang Dilepasliarkan di TNBBBR Hidup Sejahtera (Photo credit: BOSF 2016)

Lima Orangutan yang Dilepasliarkan di TNBBBR Hidup Sejahtera (Photo credit: BOSF 2016)

Lima Orangutan yang Dilepasliarkan di TNBBBR Hidup Sejahtera (Photo credit: BOSF 2016)

Pada suatu pagi, Doren dan Daichi teramati sedang duduk di dahan pohon sangkuang, tidak jauh dari sarang yang baru dibangun. Keduanya muncul dalam kondisi yang sangat baik, di mana Doren banyak sekali terpantau makan buah sangkuang sementara Daichi bermain untuk mendapatkan perhatian ibunya.

Setelah makan, mereka pun menjelajah di pepohonan dalam waktu hampir kurang lebih dua jam dan kembali ke sarang paginya untuk tidur siang bersama. Setelah ibunya terlelap tidur, Daichi menyelinap pergi untuk bermain di akar-akaran liana yang menjuntai di cabang-cabang pohon. Tim terkejut melihat Daichi, yang masih berusia di bawah 12 bulan, sudah bisa mengindentifikasi makanan hutan! Ia dengan lahap memakan daun muda di pohon ketika ibunya sedang tertidur.

Kami sangat senang melihat Kameloh, Rambo, Mima, Doren, dan Daichi yang sama-sama dilepasliarkan pada Agustus lalu ke Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya dalam kondisi sehat, aktif, dan telah beradaptasi dengan baik di rumah barunya!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup