Apakah kamu member?

NINIEK, SI CANTIK DAN RAMAH

Niniek diselamatkan di Desa Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, pada November 2019. Saat ia diselamatkan, betina ini baru berusia sekitar 2 bulan dengan berat badan 2 kg. Ia diceritakan ditemukan tanpa induk oleh warga, sendirian di sekitar area tambang pasir. Warga itu kemudian menyerahkannya kepada Tim gabungan BOS Foundation Nyaru Menteng dan BKSDA Kalimantan Tengah.

Selama masa karantina 3 bulan di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, bersama orangutan Monyo dan Hanua, Niniek menunjukkan sikap mandiri dan cengeng, tidak tergantung pada ibu asuh. Ia suka bermain sendiri, jarang menunjukkan ketakutan, berbeda dengan kebanyakan bayi orangutan yang masih mengalami trauma saat baru diselamatkan.

Setelah menyelesaikan karantina, Niniek masuk ke Grup Kecil Nursery, yaitu kelompok anak-anak orangutan termuda. Mereka memiliki lokasi Sekolah Hutan sendiri, terpisah dengan kelompok yang lebih tua. Di sinilah tempat Niniek mulai belajar dasar-dasar keterampilan menyintas di hutan, seperti memanjat pohon dan bergerak di antara tajuk pohon. Di hari pertamanya di Sekolah Hutan, Niniek masih tampak agak canggung dengan lingkungan baru.


Niniek
Monyo (left) Niniek (right)
Monyo (left) Niniek (right)

Hari berlalu, dan Niniek tumbuh menjadi orangutan yang percaya diri dan sedikit usil. Ia pandai memanjat pohon dan suka bermain bersama orangutan lain di pohon yang tinggi. Ia dikenal ramah dengan orangutan lain dan terlihat bersama Jeni, Alexander, dan Monyo. Ia juga suka bermain dengan Monita dan Christina, orangutan di Nursery yang usianya lebih dewasa darinya.

Susu adalah favorit Niniek, seperti halnya buah pisang dan jeruk. Niniek juga baru menemukan pakan favorit baru: getah pantung, yang dikenalkan oleh ibu asuh. Pantung (Dyera costulata) atau disebut juga jelutung, adalah pohon tropis yang menghasilkan getah lateks untuk bahan baku karet, cat dan vernis, lem, serta permen karet. Penduduk setempat memanfaatkan getah pantung untuk lem dalam membuat perahu ataupun kerajinan.

Melihat perkembangannya, kami yakin Niniek akan dengan mudah melewati setiap tahap Sekolah Hutan dan melatih keterampilan untuk bekal hidup di hutan rimba kelak.

Teruslah belajar di hutan, Niniek, sampai nanti waktumu tiba!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup