Apakah kamu member?

HAMZAH DAN SAYANG DI DEKAT CAMP LESIK

Tim kami di Camp Lesik, Hutan Kehje Sewen, baru-baru ini berpatroli di Gunung Belah dan sepanjang transek Rini membawa radio transmitter dengan harapan menangkap sinyal orangutan. Tim menghabiskan sepanjang hari berusaha untuk menemukan orangutan yang dilepasliarkan, tapi itu tidak berhasil. Namun, sebelum kembali ke Camp Lesik pada sore hari, terlihat Hamzah dan Sayang sedang berada di dekat camp.

Pagi datang, harumnya masakan sarapan telah memenuhi dapur camp, semangat kami semakin membuncah ketika terlihat pergerakan di bukit di depan camp kami. Setelah mengintip melalui teropong, kami mengenali gerakan itu datang dari Sayang dan Hamzah, yang ternyata bersarang di dekat Camp Lesik.

Bowo, Handoko, dan Rizal sengaja melewatkan sarapan untuk mengamati kedua orangutan tersebut. Tanpa disadari, ternyata Sayang dan Hamzah lebih dekat dari yang kami duga sebelumnya, aktif bergerak dari satu pohon ke pohon lain dan keduanya beberapa kali mengeluarkan kiss-squeak ketika mereka melihat kami memantau mereka.

Kami juga menyaksikan Sayang merobohkan pohon mati yang diameternya sekitar 50 cm. Dia menggantukan tubuhnya pada salah satu cabang pohon tersebut dan dengan badannya ia mulai mencoba merobohkannya. Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya pohon mati itu berhasil tumbang juga. Kami bertanya-tanya alasannya melakukan hal tersebut, barangkali untuk menunjukkan ketidaksenangannya kepada kami.

Tak lama setelahnya, Hamzah bergerak lebih dalam ke Hutan Kehje Sewen, meninggalkan Sayang yang masih bersantai menikmati buah-buah hutan.


Hamzah dan Sayang di Dekat Camp Lesik (Kredit foto: Awal)

Hamzah dan Sayang di Dekat Camp Lesik (Kredit foto: Handoko)

Hamzah dan Sayang di Dekat Camp Lesik (Kredit foto: Handoko)

Kami selesai mengumpulkan data sebelum tengah hari dan melanjutkan patroli ke Transek Ariyo sampai ke titik rilis tempat Diah dilepasliarkan pada Desember 2013 lalu. Sambil berjalan, beberapa kali terdeteksi sinyal Mona, yang tampaknya mengarah ke Peapong. Kami mendapatkan sinyalnya yang lemah dan tidak stabil. Pada saat kami selesai patroli di Transek Martin, kami masih belum melihat satu pun orangutan. Itu merupakan hal yang kerap biasa terjadi pada kami.

Matahari sore sudah mulai tenggelam, tim pun harus cepat kembali ke Camp Lesik untuk beristirahat. Kami hanya bisa berharap untuk hasil yang lebih baik pada patroli berikutnya.

Rasa bahagia selalu menyelimuti kami ketika kami dapat menemukan, mengikuti, dan mengamati salah satu orangutan yang telah kami lepasliarkan hidup bahagia dan menikmati kebebasan mereka di hutan. Kami selalu berharap semua orangutan yang sedang menjalani rehabilitasi di BOS Foundation, baik itu di Samboja Lestari dan Nyaru Menteng dapat meraih kebebasannya di habitat alami mereka.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup