PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Ayu adalah anak orangutan yang bernama Lesan, dan lahir alami di hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Lesan, induknya, merupakan orangutan yang dilepasliarkan dari Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari, sepuluh tahun lalu.
Lesan dilepasliarkan bersama dengan orangutan jantan bernama Hamzah. Empat tahun kemudian, lahirlah Ayu. Selama pengamatan, tim Post Release Monitoring (PRM) di kamp Lesik, hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur beberapa kali melihat kebersamaan Lesan dan Hamzah. Kami menduga bahwa Hamzah adalah bapak dari Ayu.
Ayu masih belum bisa hidup mandiri di hutan belantara. Bayi orangutan akan terus bersama induknya sampai sekitar 7 tahun. Ketika sudah menginjak usia tersebut, ia sudah bisa hidup mandiri di hutan belantara.
Di usianya saat ini, Ayu masih harus bersama dengan Lesan, induknya, untuk belajar bagaimana hidup mandiri di alam liar kelak. Dia masih terus menempel pada Lesan kapan pun dan di mana pun. Rasa khawatir akan ditinggal oleh sang induk, ia ekspresikan dengan tangisan. Hal ini menunjukkan bahwa ia belum siap ditinggal sendiri. Terkadang Ayu mendekati Hamzah dan mencoba mendapatkan perhatiannya meskipun Hamzah selalu menolak.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh tim PRM bulan lalu ketika bertemu dengan Lesan dan Ayu, tercatat beberapa kali terlihat Ayu bermain sendiri dan jaraknya cukup jauh dari Lesan. Meski cukup jauh, Lesan masih tetap memantau Ayu, karena Ayu masih belum dapat dilepas sepenuhnya.
Hai Ayu, tumbuh dan berkembanglah dengan baik. Hutan tidaklah semenakutkan itu, karena telah memberikan banyak hal yang kau perlukan, baik tempat tinggal, tempat berlindung, bahkan makanan yang berlimpah.