PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Setelah melakukan ekspedisi selama 6 hari untuk mencari orangutan yang belakangan ini tidak termonitori, akhirnya kami bertemu dengan salah satu orangutan yang kami cari: kami bertemu dengan Juminten tidak jauh dari Camp Lesik.
Senang rasanya melihat Juminten yang sehat dan tampak prima. Kami pun langsung mengikuti pergerakannya, dan dari pantauan kami Juminten lebih banyak memakan buah hutan dan umbut-umbutan.
Beberapa saat kemudian, kami melihat ada pergerakan dari satu orangutan lagi, ternyata ada Lesan juga disana yang kemana pun Juminten pergi, Lesan selalu mengikutinya.
Juminten sesekali memaksa Lesan untuk kopulasi dan akhirnya, mereka pun membuat sarang dalam satu pohon yang sama.
Kami senang sekali melihat Juminten yang sejahtera di hutan Kehje Sewen. Ia tampak begitu mengesankan di rumah alaminya. Walaupun saat ini kami belum bertemu dengan Inge, Abbie, dan Leo, tapi kami yakin mereka pasti juga hidup sejahtera disini, di hutan Kehje Sewen.