KEKUATAN KITA, PLANET KITA
Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh dunia berhenti sejenak untuk mengingat satu hal sederhana sekaligus penting: Bumi adalah rumah kita bersama.
Dalam beberapa bulan terakhir, Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng kembali menerima dua bayi orangutan hasil penyelamatan tim wildlife rescue Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah.
Jeni
BKSDA Kalimantan Tengah membawa Jeni, bayi orangutan betina, ke Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng pada tanggal 24 Agustus 2020. Saat tiba pusat rehabilitasi, Jeni yang berusia sekitar 10 bulan ini hanya berbobot 5 kg. Kulitnya kering, dan ada luka kecil di punggung dan salah satu kakinya. Dari luka-luka ini tampak jelas bahwa Jeni mengalami masa yang tidak menyenangkan saat dikurung.
Di masa-masa awal karantina, Jeni mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ia mengalami masalah dengan cedera di kakinya dan menunjukkan tanda-tanda keterjutan dengan tempat baru. Ini bukanlah hal yang baru, karena ia tentu mengalami trauma terpisah dari induknya. Di alam liar, bayi orangutan sangat tergantung pada induknya untuk bertahan hidup dan belajar segala hal sampai ia berusia sekitar 7-8 tahun. Kehilangan induk di usia semuda itu tentu sangat menankutkan. Namun tim kami yang terdiri dari dokter hewan dan ibu asuh, bertekad untuk memastikan Jeni hidup nyaman dan aman.
Kerja keras tim kami berbuah hasil. Kini Jeni telah mampu beradaptasi dengan lebih baik, dan sejak September, ia bergabung dengan orangutan muda lainnya di Grup Nursery Sekolah Hutan. Jeni sangat suka memanjat pohon dan memiliki nafsu makan yang sehat.
Alexander
Alexander diselamatkan pada tanggal 25 Agustus 2020 oleh tim dari BKSDA Kalimantan Tengah. Ia diperkirakan berusia 9 bulan saat ditemukan oleh warga Desa Pahawan, di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau.
Warga Desa Pahawan ini mengaku melihat satu orangutan betina dewasa diserang seekor anjing. Betina tersebut membawa bayi saat itu, namun melarikan diri dan karena panik, meninggalkan bayinya. Warga desa itu kemudian membawa bayi orangutan jantan itu dan menempatkannya di kandang selama seminggu, sebelum dijemput oleh tim dari BKSDA Kalimantan Tengah.
Setelah 11 hari dirawat di BKSDA, Alexander akhirnya diserahterimakan ke Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng pada tanggal 5 September 2020. Saat pemeriksaan kesehatan di kompleks karantina, ia hanya berbobot 3,5 kg dengan kulit kering, rambut berantakan, dan luka di kedua kaki dan tangannya.
Selama dua bulan di kompleks karantina, Alexander mengalami masalah pencernaan dan perutnya terlihat buncit. Ia awalnya menolak minum susu yang ditawarkan oleh ibu asuh. Seperti halnya Jeni, Alexander juga tengah berduka akibat kehilangan induknya. Namun tim kami terus berupaya keras untuk memastikan Alexander merasa nyaman dan aman.
Kini, Alexander menunjukkan tanda bahwa ia telah melewati trauma dan mulai beradaptasi. Di awal bulan November, ia sudah bergabung dengan orangutan muda lainnya di Grup Nursery Sekolah Hutan. Alexander senang bermain bersama teman-teman barunya di pohon, termasuk bersama Jeni, yang lebih dulu bergabung di Grup Nursery.
Kami berharap kedua bayi orangutan ini dapat mengikuti seluruh tahapan rehabilitasi dan lulus dengan baik, agar suatu hari nanti bisa dilepasliarkan di hutan, rumah sejati mereka.