Apakah kamu member?

AWAL BARU BAGI KEJORA

Di usia yang baru mencapai sekitar 18 bulan, si Kecil Kejora telah mengalami lebih banyak penderitaan daripada kebanyakan dari kita. Namun kini, ia telah siap menapak langkah menuju kebebasan sejati!

Ketakutan tanpa teman, Kejora direnggut dari pelukan penuh kasih induknya, yang mungkin dibunuh oleh pemburu. Untung baginya, kisah hidupnya tak harus berakhir tragis.

Pada tanggal 1 Februari 2016, satu tim gabungan dari BKSDA Kalimantan Tengah dan BOS Foundation menyelamatkan satu anak orangutan dirantai ke pintu sebuah kamp pembibitan kelapa sawit, tempatnya berada selama enam bulan terakhir.

Kamp itu digunakan oleh pekerja pembibitan kelapa sawit dan ruang di balik pintu tempat anak orangutan itu dirantai, adalah tempat penyimpanan pupuk dan pestisida. Pekerja yang merawatnya mengaku menemukan anak orangutan yang belakangan kami beri nama Kejora itu di area berhutan di belakang pembibitan.

Tim penyelamat segera melarikan Kejora ke Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah, tempat ia diperiksa oleh tim medis yang menemukan bahwa ia menderita kekurangan gizi dan dehidrasi parah. Namun yang penting, ia tetap hidup, dan dalam kondisi aman.

Beruntung, berkat donasi yang datang bertubi-tubi dari para pendukung kami ditambah kerja keras tim BOS Foundation di Nyaru Menteng, Kejora mendapat kesempatan kedua untuk hidup bebas dari rasa takut, sakit, dan trauma.


Tampaknya kenangan pahit Kejora telah mulai memudar melihat ia tak lagi mendekat jika melihat manusia atau mengalah pada orangutan lain demi pakan yang enak di hutan.

Kini di usia tujuh tahun dengan sifat jahil, ia berkembang baik di pusat rehabilitasi. Hal yang terpenting, ia telah menguasai keterampilan memanjat pohon dan berkesempatan untuk suatu hari hidup aman dan bahagia sebagai orangutan liar.

“Setelah awal hidup yang tragis, semua yang terlibat dalam penyelamatan dan rehabilitasi Kejora merasa yakin ia telah siap untuk tahap berikut rehabilitasi,” ujar Koordinator Tim Medis di Nyaru Menteng, drh. Agus Fahroni, yang terlibat dalam penyelamatannya di tahun 2016. “Hidupnya akan segera berubah setelah kami pindahkan ke pulau pra-pelepasliaran.”




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup