PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Belum lama ini, Jani, Usup, dan Rizal, Tim PRM kami di kamp Nles Mamse melakukan patroli di Transek 7, dan bertemu dengan Leonie dan Teresa, dua orangutan betina yang dilepasliarkan pada September dan Desember 2015 lalu. Tim kami beruntung bisa memantau aktivitas mereka di Hutan Kehje Sewen, mengingat keduanya selama ini telah menjelajah jauh sehingga sulit dilacak.
Tim tiba di transek 7 di pagi hari dan melihat Leonie bangun di sarangnya. Dia tampaknya terbangun karena lapar dan segera turun dari sarangnya untuk mulai makan di lantai hutan.
Saat tim sedang mengamati Leonie, Teresa muncul dari sarangnya tidak jauh dari situ. Teresa bergabung dengan Leonie untuk makan tunas. Keduanya tampak bersahabat, tidak saling mengganggu.
Selesai sarapan, Leonie dan Teresa memanjat pohon dan menjelajah hutan bersama-sama, beberapa kali beristrahat dan makan buah-buah hutan yang tersedia.
Keduanya aktif bergerak di antara pepohonan, hanya turun ke tanah untuk memakan umbut-umbutan. Pasangan ini terus bergerak menuju bukit sampai langit mulai gelap. Kami mengikuti mereka tapi cahaya yang semakin redup dan medan yang menantang memaksa kami menghentikan pemantauan. Hari itu kami puas dapat mengamati kedua betina ini yang berada dalam kondisi yang sangat baik.
Keesokan harinya, kami kembali melakukan pengamatan terhadap keduanya. Seperti hari sebelumnya, mereka melakukan semuanya seperti layaknya sahabat yang tidak terpisahkan! Kami harus menjaga jarak, karena keduanya menunjukkan ketidaksenangan saat menyadari kehadiran kami.
Dibandingkan orangutan lainnya yang dilepasliarkan pada tahun 2015, Leonie dan Teresa telah menjelajah jauh ke pelosok Hutan Kehje Sewen. Mereka tampak sangat sehat dan handal dalam mencari pakan alami.