PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Lesan, salah satu orangutan pertama yang dilepasliarkan BOS Foundation di Hutan Kehje Sewen tahun 2012 lalu, baru saja terlihat membawa bayi yang baru lahir! Kami belum mengetahui jenis kelaminnya, namun ini adalah kelahiran alami kedua dari orangutan yang kami lepasliarkan di Hutan Kehje Sewen!
Kami pertama kali melihat bayi baru tersebut pada 8 Juni ketika Usup dan Awal, anggota Tim PRM kami, baru saja usai memantau aktivitas Yayang dan bayinya Louise, tidak jauh dari Camp Lesik. Mereka melihat ada pergerakan kecil yang berasal dari pepohonan, dan setelah diamati, itu ternyata Lesan sedang memeluk erat bayi mungil berambut cokelat kemerahan yang menempel di perutnya. Usup dan Awal segera mulai mencatat dan mengamati Lesan dan bayinya sampai ia membuat sarang untuk malam hari.
Sekitar bulan Oktober 2015 lalu, tim PRM kami telah mencatat bahwa Lesan menunjukkan tanda-tanda potensi kehamilan, tapi kami belum berhasil untuk mengambil sampel urinnya.
Lesan datang ke Samboja Lestari pada November 2006 saat usianya masih berusia 3 tahun. Setelah menjalani rehabilitasi, ia dilepasliarkan ke Kehje Sewen pada 23 April 2012, ketika berumur 9. Sejak dilepasliarkan, Lesan tumbuh menjadi orangutan betina yang mengagumkan, dan kami sangat bahagia melihatnya sudah menjadi ibu.
Sehari setelah penemuan bayi Lesan ini, Handoko dan Usup bertugas untuk mengambil data nest-to-nest Lesan dan bayinya; mereka mengumpulkan data tentang kegiatan Lesan sepanjang hari, sejak ia bangun sampai ia membangun sarang malam. Ibu dan bayinya dalam kondisi kesehatan yang baik, dan Lesan terlihat banyak memakan umbut-umbutan yang tumbuh di tanah.
Di saat sedang menyantap umbut-umbutan, Lesan didekati Casey, yang mencoba menyentuh sang bayi, namun Lesan tidak mengizinkannya. Tidak lama kemudian, Yayang dengan Louise yang masih menempel di perutnya juga datang mendekat, namun Lesan segera memanjat naik ke atas pohon dan pergi menjauh masuk ke dalam hutan Kehje Sewen.
Tengah hari, Lesan beristirahat cukup lama di atas pohon, sambil terus memeluk erat bayi mungilnya. Beberapa saat kemudian, Lesan kembali turun ke tanah untuk kembali menyantap umbut-umbutan. Sore hari, ia kembali menjelajah ke arah sisi lain dari hutan di dekat Camp Lesik dan membangun sarang tidurnya di sana.
Kelahiran bayi Lesan ini merupakan catatan kehadiran kedua di Hutan Kehje Sewen setelah Juli 2015 lalu Yayang melahirkan Louise. Tentu ini kabar sekaligus harapan baik untuk populasi orangutan Kalimantan Timur di masa depan.
Kami berharap agar pasangan Ibu dan anak ini terus sehat di Hutan Kehje Sewen.