Pada April 2022 lalu, saya mendapat kesempatan untuk memotret dan mendokumentasikan kegiatan Tim BOS Foundation di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Berkaca pada foto-foto dan pengalaman saya di sana, saya merasa ada tiga pelajaran utama dan penting yang saya pelajari dan layak untuk dibagikan.
Pelajaran 1: Hutan hujan adalah Harta Tak Ternilai dari Alam
Saat menginjakkan kaki di hutan hujan di Stasiun Penelitian Tuanan, saya dibuat takjub dengan keanekaragaman flora dan fauna di sana. Saya dapat merasakan kehangatan di balik pelukan hutan hujan dan mendengar berbagai jenis suara fauna dari berbagai spesies, dan melihat banyak jenis flora. Sungguh menyenangkan menjelajahi hutan hujan dengan kamera saya! Berada sedekat itu dengan alam dan memotretnya melalui lensa tentu meninggalkan kesan yang mendalam bagi saya. Melihat keanekaragaman hayati yang menakjubkan di hutan hujan ini, tidak heran jika sekitar 25% obat kita berasal dari tumbuhan yang ditemukan di hutan hujan. Sungguh membuat saya takjub betapa murah hati alam kepada kita.
Pelajaran 2: Menyelamatkan Orangutan Berarti Menyelamatkan Hutan Hujan
Banyak orang bertanya-tanya mengapa orangutan harus diprioritaskan sebagai spesies yang perlu diselamatkan dari kepunahan. Alasannya ada 2. Pertama adalah bahwa orangutan berkerabat dekat dengan manusia; sebagai spesies yang memiliki kesamaan 97% DNA dengan manusia. Ada banyak penelitian tentang orangutan, dan semua sepakat pada satu hal bahwa orangutan adalah makhluk yang sangat cerdas. Mereka dapat mengekspresikan perasaan melalui ekspresi wajah, meniru perilaku dan menggunakan alat. Meneliti orangutan akan membantu kita lebih memahami sifat kita sendiri dan membantu kita memahami spesies manusia dengan lebih baik.
Alasan kedua adalah ketika Anda menyelamatkan orangutan, pada dasarnya Anda juga telah menyelamatkan hutan hujan. Orangutan membutuhkan berbagai buah dan tanaman lain untuk bertahan hidup, dan mereka juga membutuhkan ruang untuk berkeliaran di alam liar. Habitat alami mereka yang sempurna adalah hutan hujan. Intinya, menyelamatkan orangutan harus dibarengi dengan menyelamatkan hutan hujan karena pada dasarnya itu adalah rumah mereka. Orangutan dikenal sebagai umbrella species di hutan hujan, jadi ketika Anda menyelamatkan orangutan dan hutan hujan yang mereka huni, maka Anda juga menyelamatkan banyak spesies hutan hujan lainnya.
Pelajaran 3: Kita Semua Dapat Berkontribusi untuk Menyelamatkan Hutan Hujan
Pelajaran ketiga dan terakhir yang saya pelajari adalah Anda tidak harus pergi ke Kalimantan atau menjadi ahli untuk menyelamatkan hutan hujan. Setiap orang dapat berkontribusi untuk menyelamatkan hutan hujan. Satu hal sederhana, seperti hati-hati ketika memilih produk dari sumber yang bertanggung jawab. Misalnya, Anda dapat menghindari pembelian produk yang terbuat dari bahan yang mendorong perusakan hutan hujan, seperti Mahoni, Rosewood, atau Ebony. Lebih baik lagi, Anda juga bisa mulai menggunakan produk daur ulang. Pastikan Anda membeli dari perusahaan yang memiliki rekam jejak yang baik dalam hal penggunaan bahan yang berkelanjutan. Hal-hal sederhana seperti ini mungkin terlihat sepele, tetapi mereka akan sangat membantu kita dalam upaya untuk menyelamatkan harta karun yang telah diberikan alam dengan murah hati kepada kita.
Tentang Andrew Suryono
Andrew Suryono adalah fotografer yang telah mendapatkan berbagai macam penghargaan internasional yang terkenal karena karya fotografinya tentang alam, landscape, perjalanan, dan karya konservasinya. Melalui foto-fotonya, ia mengeksplorasi dualitas dunia, mengungkapkan keragaman yang menunjukkan keterhubungan antara manusia dan alam.
Berbasis di negara asalnya, Indonesia, Andrew aktif bekerja dengan klien dan mahasiswa dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Asia Tenggara. Foto-fotonya telah dipamerkan di museum, galeri, dan publikasi besar di 15 negara. Dia mendapat kehormatan untuk bekerja dengan organisasi terkemuka dunia, termasuk National Geographic, Sony, Disney, dan organisasi pemerintah.
Anda dapat menemukan lebih banyak tentang Andrew Suryono dan karya-karyanya di www.andrewsuryono.com