PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Di pertengahan Juni yang cerah, tim Post Release Monitoring (PRM) kami dari kamp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur berangkat untuk melakukan pemantauan rutin orangutan. Tim kami hari itu, Yunus dan Fathur, berangkat dari kamp sejak jam 8 pagi menuju pos dua. Sepanjang perjalanan itu, mereka belum menemukan satu orangutan pun, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di pondok tersebut sebelum akhirnya melanjutkan pencarian.
Kurang lebih dua jam sejak keberangkatan Yusuf dan Fathur meninggalkan kamp menyusuri transek ke helipad, mereka melihat dua orangutan yang sedang menghabiskan waktu bersama. Setelah melakukan pengamatan lebih dekat, mereka mengidentifikasi salah satu dari dua orangutan tersebut adalah Long, orangutan betina yang dilepasliarkan tujuh tahun yang lalu. Orangutan lainnya adalah orangutan jantan yang belum diketahui identitasnya.
Tim kami mengamati kedua orangutan tersebut sedang memakan kulit pohon sukun (Artocarpus), liana, dan rotan. Long dan kawannya juga terlihat mengunyah biji-bijian dan buah dari tanaman hutan lainnya.
Selain makan bersama, kedua orangutan ini tampak menikmati istrirahat dan berbaring bersama. Long dan teman misteriusnya terlihat saling memiliki ketertarikan satu sama lain. Hal ini terlihat dari sikap mereka yang selalu berdekatan. Sesekali keduanya terpantau berpegangan tangan dan berbagi makanan.
Menyadari keberadaan tim PRM, Long dan kawannya terlihat melakukan kiss squeak untuk menunjukkan tanda ketidaksukaan mereka atas keberadaan manusia. Setelah semakin menunjukkan ketidaksukaan mereka kepada tim karena telah mengganggu keberadaan mereka, Yusuf dan Fathur memutuskan untuk mengakhiri pemantauan dan kembali ke kamp.