PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Sikatan Melayu (Cyornis turcosus) adalah burung kecil berukuran 13 cm dengan bulu yang didominasi warna biru tua. Burung ini memiliki kicauan yang lembut dan merdu. Ketika merasa terancam, dia akan mengeluarkan suara peringatan yang cukup keras.
Sikatan Melayu tersebar di sepanjang Semenanjung Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan. Tim kami sering melihat burung ini di sekitar Kamp Nles Mamse. Mereka memang mudah ditemukan di dekat sungai dengan ketinggian rendah.
Beberapa kali, burung ini diamati membuat sarang di sekitar kamp kami. Beberapa tim kami juga telah melihat burung ini berkembang biak dengan baik, terbukti dari sarangnya yang tidak hanya dihuni oleh induk burung, tetapi juga beberapa anak Sikatan Melayu.
Selain Sikatan Melayu, beberapa spesies burung lain juga sering muncul di dekat kamp kami dengan kicauan khas mereka. Seolah saling bersaing untuk menjadi penyanyi terbaik di hutan Kehje Sewen.
Alam memang memiliki musiknya sendiri dan kita belum tentu mendapatkan musik yang sama di tempat lain. Jadi, mari kita lestarikan hutan ini agar alam tidak kehilangan "musiknya" yang beragam.