Hari Minggu, di minggu terakhir di bulan Agustus ini, Yayasan BOS kedatangan tamu dari NEC Jepang yang untuk sekian kalinya berkesempatan mengunjungi kami di Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Rombongan NEC memulai kegiatan di Pulau 5 untuk melihat orangutan. Mereka berjalan kaki dari Samboja Lodge sampai ke pulau didampingi oleh drh. Agus Irwanto.Sangat beruntung, kedatangan mereka tepat dengan waktu pemberian makan untuk para orangutan.
Setelah itu, mereka pun melanjutkan kunjungan ke Suaka Beruang Madu menggunakan mobil. Di Suaka Beruang Madu, drh. Agnes mengambil alih tugas drh. Agus untuk menjelaskan mengenai beruang madu. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Kantor BOS dan rombongan diajak naik ke menara oleh Windi, Koordinator Komunikasi Samboja Lestari. Sambil menikmati pemandangan indah dari atas menara, rombongan mendengarkan penjelasan Windi mengenai Yayasan BOS, dilanjutkan dengan obrolan santai dan tanya-jawab.
Windi menjelaskan bahwa Yayasan BOS Samboja Lestari memiliki beberapa menara seperti ini yang digunakan untuk memantau areal secara berkala untuk melihat jika ada titik api / kebakaran.
Guests from NEC in Samboja Lestari
Kunjungan pun dilanjutkan dengan acara menanam pohon. NEC dan Yayasan BOS memang telah berkomitment dalam kerjasama selama 8 tahun untuk perawatan dan penanaman pohon beberapa hektar di areal Samboja Lestari. Saat melakukan penanaman, rombongan NEC terlihat kelelahan tetapi mereka sangat menikmatinya dan beberapa kali mereka mengambil foto tanaman yang mereka tanam.
Setelah selesai, rombongan kembali ke Samboja Lodge untuk makan siang dan istirahat, karena sore harinya mereka akan berkunjung ke salah satu habitat hewan khas Pulau Kalimantan, yaitu bekantan yang sering juga disebut monyet hidung panjang. Kawasan ini berada di luar areal Samboja Lestari, kurang lebih 15 kilometer dari Samboja Lesatri, di kawasan Sungai Hitam. Di sini, rombongan naik perahu untuk bisa melihat bekantan yang bermain di pohon di sepanjang sungai. Rombongan pun sempat dibawa melihat perkampungan nelayan tradisional di sekitar habitat bekantan. Kunjungan NEC pun ditutup dengan acara makan malam yang lezat.