PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Tim Post-Release Monitoring (PRM) BOS Foundation rutin melakukan pengamatan harian dan pencatatan data perilaku orangutan yang dilepasliarkan untuk mengevaluasi proses adaptasi mereka di lingkungan baru. Tim PRM kami di Pondok Monitoring Lewun Kahio, Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) dengan gembira mengabarkan bahwa kelompok yang baru dilepasliarkan, yaitu Paijah, Rosidin, Danida, Tristan, serta pasangan induk-anak Buntok dan Borneo, beradaptasi dengan baik di Taman Nasional.
Berikut adalah ringkasan pengamatan terhadap Paijah, Rosidin, Danida, Tristan, Buntok, dan Borneo yang dibuat oleh tim PRM baru-baru ini:
Di hari pertama di hutan, Paijah lebih banyak beristirahat di kanopi sambil meninjau dan mengamati lingkungan baru. Sekitar tengah hari, betina ini mulai bergerak aktif mencari pakan alami, dan menutup hari itu dengan membangun sarang malam. Selama minggu pertama, ia sempat bertemu dengan Rosidin, jantan berusia 20 tahun, namun kami tidak melihat adanya upaya kopulasi dari mereka.
Saat kandangnya dibuka, Rosidin segera menjauh dari titik pelepasliaran dan langsung memanjat sebuah batang pohon tinggi. Jantan semi-liar ini dengan mudah bergelantungan di pohon dan tampak sangat menikmati kebebasannya, melahap dedaunan dan umbut-umbutan. Ia membuat sarang di pohon tinggi, dan tinggal di sana selama tiga hari berturut-turut.
Berbeda dengan Paijah, yang memilih beristirahat setelah perjalanan panjang dari Nyaru Menteng, Danida menjelajah hutan sejak hari pertama dilepasliarkan di hutan. Betina ini dengan lincah berpindah dari pohon ke pohon, menikmati suasana wilayah jelajah barunya! Ia terus menerus bersuara kiss-squeak ketika melihat tim PRM yang mengamati di bawah pohon, menyerukan ketidaksukaan terhadap kehadiran mereka. Danida mulai aktif makan lewat tengah hari dan tampak bermain bersama Tristan.
Tim PRM gembira melihat pergerakan Tristan pasca pelepasliaran. Ia aktif bergelantungan di atas pohon dan tanpa lelah menjelajahi hutan, mencari pakan di sepanjang jalan. Ia terpantau beristirahat dan berbaring di dahan, tampak menikmati hari pertama kebebasannya.
Selama minggu pertama pemantauan, pasangan induk-anak, Buntok dan Borneo, segera kembali ke rutinitas alami mereka. Buntok, sang induk, aktif mencari berbagai pakan alami, sementara Borneo, mencicipi berbagai pakan alami di sekitarnya.
Kami sangat senang melihat keenam orangutan ini yang dilepasliarkan beradaptasi dengan baik di rumah hutan baru mereka dan hidup bahagia. Ini merupakan awal baik bagi mereka untuk hidup sebagai orangutan liar sejati yang akan menambah populasi orangutan baru di masa mendatang!