Apakah kamu member?

ROY MEMULAI HIDUP BARUNYA DI NYARU MENTENG

Roy, individu bayi orangutan jantan berusia sekitar dua tahun, kini tengah menjalani proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah. Roy ditemukan oleh salah seorang warga lokal yang hendak pergi memancing, sendirian dan tanpa induk.

Ditemukan Sendirian di Hutan Kahayan

Roy pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang sedang memancing di kawasan Hutan Kahayan Hulu Muroi. Karena rasa iba, Roy kemudian dibawa pulang oleh warga dan dirawat secara pribadi selama lima bulan sebelum akhirnya dibawa ke Kota Palangka Raya.

Pada 16 Januari 2026, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menerima laporan dari warga Jalan Merdeka, Palangka Raya yang dengan sukarela ingin menyerahkan bayi orangutan tersebut. Menindaklanjuti laporan ini, tim BKSDA segera menuju lokasi, mengevakuasi Roy, dan membawanya ke Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS) di Nyaru Menteng untuk pemeriksaan kesehatan dan proses rehabilitasi lebih lanjut.

Kondisi Kesehatan Saat Tiba

Saat tiba di Nyaru Menteng, Roy tampak dalam kondisi cukup gemuk dengan benjolan lemak terlihat di kedua sisi bawah ketiaknya. Kondisi ini disebabkan oleh kelebihan berat badan, akibat pola makan yang tidak sesuai selama masa pemeliharaan. Roy diketahui sering diberikan susu kental manis dan buah-buahan yang manis, sementara buah-buahan asam cenderung ia tolak. Ini terlihat ketika Roy diberikan buah langsat. Bayi orangutan ini akan menolak dan sempat mengalami diare.

Saat ini, Roy tengah menjalani masa karantina sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Berdasarkan rekomendasi tim medis, Roy juga mulai menjalani program diet. Ini untuk membantu menurunkan berat badannya ke kondisi ideal dengan harapan benjolan lemak di bawah ketiaknya dapat berangsur menghilang.


Aktif, Lincah, dan Sulit Diam

Meski masih dalam masa karantina, Roy menunjukkan perilaku yang sangat aktif. Ia gemar berayun menggunakan ban karet, memanjat, dan terus bergerak menjelajahi ruang karantina. Roy juga dikenal tidak terlalu suka digendong dan sering melepaskan popoknya karena merasa tidak nyaman. 

Dalam salah satu kesempatan, Roy sempat diajak bermain di luar ruang karantina agar bisa memanjat pohon secara langsung. Namun karena terlalu asyik bermain, Roy berpindah-pindah dari satu pohon ke pohon lain, membuat ibu asuhnya harus memanggil dan mengejar agar ia tidak terlalu jauh. Sejak kejadian tersebut, demi keselamatan dan menunggu hasil pemeriksaan kesehatannya, Roy kini bermain hanya di area karantina sambil menunggu hasil tes kesehatannya selesai.

Menanti Tahap Berikutnya dalam Rehabilitasi

Saat ini, Roy masih menjalani masa observasi dan perawatan intensif di Nyaru Menteng. Setelah dinyatakan sehat dan siap secara medis, Roy diharapkan dapat bergabung dengan kelompok kecil bersama bayi orangutan lainnya untuk mulai belajar.

Perjalanan Roy masih panjang. Namun dengan perawatan yang tepat, pendampingan penuh kasih dari para ibu asuh, serta proses rehabilitasi yang terstruktur, Roy kini memiliki kesempatan kedua untuk tumbuh sebagai orangutan muda yang sehat.




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup