Apakah kamu member?

PERTAMA KALI MELIHAT ORANGUTAN

Anda masih ingat cerita pengalaman pertama Ubay di Pulau Juq Kehje Swen, Kalimantan Timur, saat ia menyadari sejumlah kemiripan manusia dengan orangutan setelah mengamati Desi selama beberapa waktu?

Baca juga: MEMPELAJARI PENGALAMAN MENGOBSERVASI ORANGUTAN

Ubay adalah salah satu anggota baru tim pemantau di Pulau Juq Kehje Swen. Sebelum ditugaskan di Pulau Juq Kehje Swen, Ubay mendapat penugasan di Kamp Nles Mamse, Hutan Kehje Sewen, Kalimantan Timur. Inilah sebenarnya pengalaman pertamanya bertemu langsung dengan orangutan.

Untuk menjadi seorang anggota tim PRM, dibutuhkan tak hanya fisik dan bekal ilmu yang memadai, namun juga kesabaran ekstra. Ubay mengetahui hal ini dari pengalaman. Saat pertama kali berpatroli sebagai tim PRM, ia dan tim berjalan begitu jauh menembus lebatnya belantara tanpa berhasil menemukan orangutan. Ketidakberuntungannya berlangsung selama beberapa minggu pertama Ubay berada di kamp, ia tak menemukan orangutan untuk diamati.

Sampai pada akhirnya di hari ketujuh belas di Hutan Kehje Sewen, di awal bulan April, Ubay dan rekan-rekan patrolinya menemukan Agus. Salah satu penghuni lama Kehje Sewen, sejak dilepasliarkan tahun 2013, Agus dikenal kerap menjelajah ke daerah sekitar kamp. Ubay sangat senang ketika akhirnya dapat mengamati jantan berusia 22 tahun ini.


Di hari itu, Agus ditemukan tengah berkeliaran di daerah Tanjakan Penyesalan, sebuah jalan tanah yang menanjak curam dan Panjang. Tim menemukan Agus dari bekas pakan etlingera sp. atau sejenis kecombrang. Saat diamati, Agus tampak sehat, dan ini merupakan bukti bahwa ia hidup sejahtera di hutan.

Baca juga: Long Call Agus

Pertama kali mengamati orangutan dengan mata kepala sendiri, apalagi di alam liar meninggalkan perasaan yang menakjubkan bagi Ubay. Sebelumnya, ia sama sekali belum pernah melihat orangutan secara langsung, bahkan di kebun binatang atau taman safari. Ia tak menyangka ukuran tubuh orangutan bisa sangat besar, melebihi bayangannya! Orangutan jantan dewasa bisa mencapai berat lebih dari 80 kilogram, dan dengan rentang tangan yang panjang, orangutan bisa tampil sangat intimidatif. Menyadari Agus adalah salah satu jantan yang dikenal agresif, Ubay dan tim menjaga jarak aman dalam melakukan pengamatan.

Pengalaman pertama mengamati satwa yang sangat terancam kepunahan ini langsung id hutan memberi kesan yang mendalam bagi Ubay dan ia semakin bertekad untuk menjaga kelestarian satu-satunya spesies kera besar Asia ini. Semoga pengalaman-pengalaman menarik yang setiap hari diperoleh terus menginspirasi dan memotivasi rekan-rekan tim PRM untuk menjaga hutan dan orangutan di dalamnya!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup