PERJALANAN MOZA DARI KUWAIT HINGGA MENJADI IBU DI PULAU KAJA
Pada 13 September 2015, bayi orangutan betina berusia sekitar dua tahun memulai perjalanan panjang pulang kembali ke Indonesia. Bayi ini, kemudian diberi nama Moza.
Di suatu pagi cerah belum lama ini, di Hutan Lindung Bukit Batikap, tim Post-Release Monitoring (PRM) kami dari Kamp Totat Jalu berangkat untuk melacak dan mengamati orangutan yang telah dilepasliarkan. Kami naik perahu ke hulu, dan dalam perjalanan melihat sesosok orangutan duduk di hamparan pasir tepi sungai, kami segera menyadari bahwa itu adalah Zakia!
Zakia, orangutan betina berusia 15 tahun, dilepasliarkan ke Bukit Batikap pada April 2016. Dengan wajah serius dan tatapan mata tajam, Zakia memperhatikan kami saat perahu melewatinya sembari diam duduk di tepi sungai. Sebagai sosok betina dominan dan pemberani, Zakia biasanya tidak segan untuk memamerkan kekuatannya, dan selalu jeli mengawasi setiap manusia yang mencoba mendekat.
Karena tidak dapat menemukan keberadaan orangutan lain di hutan pagi itu, tim PRM mengambil kesempatan untuk mengamati Zakia dari sisi lain sungai. Zakia, tidak mengecewakan kami. Ia yang biasanya tegang dan mengintimidasi, kali ini tampak riang dan menikmati lingkungan sekitar. Zakia berguling-guling di atas pasir dan bermain pasir. Ia beberapa kali melakukan gerakan jungkir balik, kemudian duduk sejenak, menatap langit. Ia terlihat sangat damai. Tak lama kemudian, ia pun berayun melalui tumbuhan merambat dan berputar-putar di udara sambil berpindah dari tumbuhan merambat ke cabang pepohonan. Zakia sangat menikmatinya! Ini merupakan pengalaman paling menyenangkan bagi anggota tim kami, terutama karena tidak biasanya kami mengamati Zakia dalam suasana hati gembira seperti ini.
Tim kami bertanya-tanya apa yang membuat Zakia sangat ceria pagi itu. Mungkinkah sikapnya yang lebih santai terkait dengan Cilik, orangutan jantan remaja yang terpantau menghabiskan waktu dengan Zakia akhirnya meninggalkannya? Sendirian, ia tampak sangat menikmati kebebasan dan kedamaian.
Tetaplah menjadi betina garang dan mandiri, Zakia!