Apakah kamu member?

RACHEL BELAJAR BERANI

Orangutan mempelajari banyak hal selama menjalani proses rehabilitasi, saat mereka mencoba memahami kehidupan di hutan dan segala dinamikanya. Orangutan belajar mengenali pohon, memanjat pohon, membangun sarang di atas pohon, selain mencari pakan, dan mengenali serta menjauhi bahaya. 

Di Sekolah Hutan, orangutan muda yatim-piatu belajar banyak hal dari para ibu asuh yang berperan mengajarkan berbagai hal yang selayaknya dilakukan para induk di alam liar. Saat para orangutan ini semakin besar, mereka akan mulai belajar dari sesamanya. Hal ini juga terjadi pada Rachel, betina berusia 5 tahun di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah, yang belajar untuk terus mengembangkan ketrampilannya dengan cara mengamati Jessi, teman sekelompok yang berusia lebih tua sekaligus seorang pemanjat yang baik. 

Satu hari, Jessi, memanjat sebatang pohon besar diikuti oleh Rachel, bergerak dari satu dahan ke dahan lain. Saat itu menjelang tengah hari, dan teriknya matahari membuat Jessi haus. Ia memanjat turun untuk meminta minum dari seorang ibu asuh, yang segera memanggil anggota Grup 3 yang lain untuk bergabung sebelum Jessi meminum semua susu yang ada. 


Rachel yang saat itu masih di atas pohon, tidak jauh dari posisi ibu asuh, mendengar panggilan itu. Ia juga haus, dan segera mulai memanjat turun. Namun ia tampaknya mengalami kesulitan dan mendadak berhenti. Ia harus merambat turun untuk bisa tiba di tanah, namun cabang pohon terdekat di luar jangkauannya. 

Rachel tahu hanya ada satu jalan untuk turun, namun ia mencoba mencari cara lain. Merasa bingung, ia melihat ke sana dan ke mari, mencari jalan. Ia mencoba merosot melalui batang utama pohon, tapi terlalu besar untuk ia peluk! Rachel menangis, memekik ketakutan, namun tak ada yang bisa ibu asuh lakukan untuk membantunya turun, selain menyemangati Rachel untuk terus mencoba.

Rachel tampaknya paham bahwa ia harus berusaha sendiri untuk bisa sampai ke tanah dengan aman. Ia kembali mencari-cari dahan pohon terdekat, namun masih di luar jangkauan. Lalu ia melihat sebatang cabang kecil, yang dengan hati-hati digapainya. Dengan cekatan, Rachel berayun di cabang yang kecil itu untuk meraih dahan lain yang lebih besar. Ia mengulanginya sampai akhiirnya tiba di tanah dengan aman. Ibu asuh bangga melihat kegigihannya dan menyambutnya dengan minuman susu kedelai yang sejak tadi diinginkannya.

Terus jaga semangat untuk menambah keterampilanmu, Rachel!




Menurutmu orang lain perlu tahu? Bagikan!

image image image

CATATAN!



OK

YA, AMPUN!



Tutup